Senin, 23 Januari 2017

Pengurus BPC Hipmi Kab Boyolali Periode 2017-2020 Resmi Dilantik

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jawa Tengah (Jateng), M Reza Tarmizi melantik pengurus BPC Hipmi Boyolali periode 2017-2020 di Pendapa Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, akhir pekan lalu. Acara itu dihadiri Wakil Bupati (Wabup) M Said Hidayat dan jajaran terkait serta perwakilan Hipmi di Solo Raya.
Dalam kesempatan itu, Reza meminta jajaran pengurus dan anggota BPC Hipmi Kab Boyolalu guna menularkan virus wirausaha di kalangan anak muda, untuk membuka lapangan kerja.
M Reza Tarmizi menuturkan, saat ini merupakan momentum untuk menggairahkan kegiatan wirausaha di kalangan generasi muda di Boyolali. Apalagi dengan terbentuknya kepengurusan setelah sebelumnya sempat vakum. ”Kami meminta seluruh jajaran Hipmi Boyolali segera menularkan virus wirausaha di kalangan anak-anak muda,” katanya.

Seluruh pengurus tak ketinggalan diingatkan untuk segera melakukan konsolidasi demi kemajuan organisasi ke depan. Diharapkan, majunya organisasi bisa berdampak positif terhadap kegiatan usaha yang ada. ”Seluruh pengurus dan anggota perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wabup Boyolali, M Said Hidayat menyambut positif terbentuknya pengurus BPC Hipmi Boyolali.
Diharapkan, hal itu semakin menggairahkan kegiatan usaha yang dirintis anak-anak muda. ”Ini juga sejalan dengan visi misi pro investasi yang digaungkan Bupati Boyolali, Seno Samodro,” katanya. SM

Wow, pariwisata Boyolali bakal disiarkan ke seluruh dunia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal menjalin kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata dengan pemerintah negara Austria. Hal itu ditandai dengan kedatangan Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia, Helene Steinhäusl di Ruang Merapi, Gedung Kantor Bupati Boyolali, Senin (23/1).

Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan, tahun ini Pemkab Boyolali mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk beasiswa pendidikan bagi 2000 orang. Salah satunya diperuntukkan bagi mahasiswa strata dua (S2) berprestasi agar kuliah di Austria. "Universitas di Wina cukup bagus dan layak untuk mencari gelar master S2 dalam bidang pertanian. Ini memungkinkan kita mengirimkan mahasiswa ke Austria, dan sebaliknya mahasiswa Austria dikirim ke Boyolali untuk summer camp. Untuk lebih detailnya nanti atase pendidikannya akan dikirim kesini," kata dia.


Dalam kesempatan itu, Seno juga mengundang Helene untuk datang kembali mengunjungi Kota Susu pada 5 Juni mendatang pada perayaan Hari Ulang Tahun Boyolali. Jika berkenan hadir, Helene akan diundang tidur di rumah dinas Bupati yang berusia 120 tahun. "Nanti kan ada upacara tradisional, kalau mau datang kita siapkan pakaian tradisional Jawa. Tapi beliau bilang suka warna pink. Ini yang agak susah. Mungkin kita cari warna yang agak mendekati," kelakar Seno Samudro.

Disamping pendidikan, Pemkab Boyolali juga bekerjasama dalam bidang pariwisata. Selain mengundang salah satu band jazz Austria untuk manggung dalam gelaran Boyolali Jazz, Bupati Seno Samudro juga menandatangani kontrak kerja pembangunan aplikasi Smart City selama 5 tahun melalui perusahaan PT. Oroundo Mobile Asia yang diwakili oleh sang Direktur, Klaus Windisch.

"Ini sebuah aplikasi tourism map. Nanti ada 25 point interest pariwisata Boyolali yang disiarkan ke seluruh dunia. Ada kantor dinas bupati ini, 5 tempat ibadah agama, dan lain sebagainya. Selain itu juga ada transfer teknologi. Perusahaan aplikasi ini sebelumnya sudah menggarap kebun binatang Gembira Loka dan Taman Wisata Borobudur," jelas Seno Samudro.

Dari pantauan, Dubes Austria untuk Indonesia, Helene Steinhäusl tiba di Ruang Merapi, Gedung Kantor Bupati Boyolali sekitar pukul 11.20 WIB usai berkunjung dari Balai Kota Solo. Kemudian keduanya saling bertukar cinderamata. Bupati Seno Samudro memberikan miniatur Harley Davidson terbuat dari kayu dan Sapi Ndekem, sedangkan Dubes Helene memberikan buku bertuliskan Wienna. "Ini CowBoy. Bukan cowboy berkuda seperti di Amerika, tapi artinya sapi Boyolali," ujar Seno Samudro menjelaskan miniatur Sapi Ndekem.

Disnakkan Boyolali Bakal Distribusikan 5.000 Vaksin Antraks

Kasus antraks yang terjadi di Kulonprogo, DIY membuat jajaran Pemkab Boyolali waspada. Sebagai antisipasi, pemkab bakal mendistribusikan 5.000 vaksin antraks kepada para peternak. ‘’Langkah pendistribusian vaksin ini sebagai antisipasi munculnya serangan anthraks,’’ ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Bambang Jiyanto.
Dijelaskan, sasaran vaksinasi yakni di wilayah Kecamatan Andong. Pasalnya, wilayah tersebut pernah terkena serangan penyakit antraks pada tahun 2012 lalu. ‘’Wilayah Andong mendapat prioritas sebab potensi serangan antraks wilayah yang pernah terjangkit virus tersebut lebih tinggi dibanding wilayah lain.’’

Bertahan
Diakui, setelah kasus anthraks di wilayah Andong, sebenarnya sudah langsung dilakukakan langkah vaksinasi. Juga dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan serta menguji kondisi tanah di laboratorium. ‘’Langkah itu dilakukan secara rutin dua kali setahun.’’ Hal itu dilakukan sebab spora virus anthraks bisa bertahan bertahuntahun dan masih berpotensi menyerang hewan ternak. ‘’Dan setelah ada serangan anthraks di Kulonprogo maka vaksinasi mendesak secepatnya dilakukan sebagai antisipasi.’’ Selain vaksinasi, pihaknya juga langsung mengecek kesehatan hewan ternak.
Juga meningkatkan pengawasan hewan ternak yang keluar masuk wilayah Boyolali dengan menggandeng Dinas Kesehatan. Sebab serangan penyakit pada hewan biasanya juga mempunyai imbas pada kesehatan manusia. Pemeriksaan menyeluruh terutama dilakukan pada 22 ekor kambing Peranakan Etawa (PE) yang dikembangkan di Desa Winong, Boyolali Kota.
‘’Sebab kambing tersebut sebelumnya diambil dari wilayah Kulonprogo. Namun, sejauh ini belum ada laporan atau temuan adanya penyakit yang menyerang ternak strategis di Boyolali.’’ Warga, khususnya peternak, juga dihimbau untuk tidak memotong dan mengkonsumsi hewan ternak yang sakit. ‘’Masalah konsumsi hewan ini terus kami sosialisasikan. Sebab, biasanya kalau ada ternak yang sakit, warga memilih untuk memotong dan mengkonsumsinya tanpa diperiksa terlebih dulu.’’ Sedangkan untuk surveilance atau pengawasan dan penanganan kesehatan ternak di Boyolali, dinilai pemerintah pusat sudah berhasil.
Boyolali sering menjadi rujukan wilayah lain dalam penanganan dan pengawasan kesehatan ternak. ‘’Pekan lalu, rombongan dari Pemkab Kulonprogo juga ke sini untuk melihat pengawasan dan penanganan hewan ternak.

Minggu, 22 Januari 2017

Viral Surat Terbuka Pasca Sidak Zumi Zola: Kalau Kami Bekerja 40 Jam Lalu Kami Boleh Istirahat Tanpa Tugas Jaga Kami Sangat Salut


Kepada Yang Mulia
Gubernur/Kepala Daerah Propinsi Jambi
Bapak Zumi Zola.

Menanggapi sidak Bapak Gubernur Jambi di RSUD Jambi, saya berfikiran positif. Bapak mau melihat sendiri kondisi dilapangan bagaimana kondisi di rumah sakit dinihari. Itulah fakta yang Bapak temui dan membuat bapak berlaku seperti yang kita lihat di rekaman rekaman yang beredar di medsos.



Jika Bapak beranggapan bahwa ini adalah suatu kegagalan, maka kegagalan itu adalah kegagalan pimpinan. Tanggung jawabnya adalah tanggung renteng mulai dari atas sampai ke bawah. Tentu saja Bapak sendiri dan Kepala Dinas serta Direktur RS sangat bertanggung jawab.

Ada satu hal yang mungkin bawahan bapak lupa menyampaikan. Pelayanan di RS merupakan suatu sistem mulai dari "front office" ditempat pendaftaran yang dilakukan tenaga non medik, kemudian dilayani perawat dan dokter di triase yang memilah milah pasien berdasarkan urgensi pasien. Sampai nanti pasien jika perlu ditangani dan dioperasi oleh dokter bedah. Atau diobati oleh dokter penyakit dalam, dokter anak atau dokter kandungan. Sistem ini bergerak dan yang diukur adalah respon dari sistem ini. Dikenal dengan nama "respon time

Jika tidak ada pasien dan tidak ada pemberitahuan dari "Front Ofiice" bahwa ada pasien, maka sistem ini akan "dormant". Buat apa dokter spesialis bedahnya bangun sementara operasi tidak ada dan pasien yang ditangani tidak ada. Buat apa dokter spesialis penyakit dalamnya melek terus sementara pasien yang urgen ditangani tidak ada. Yang sangat perlu adalah , jika ada pasien perlu ditangani maka sistemnya langsung jalan.

Sebaiknya jika Bapak mau menilai RS di wilayah yang Bapak pimpin, itulah yang dinilai. Kirim dan ikuti seorang pasien secara diam diam mulai dari pendaftaran sampai dia mendapat pelayanan. Ukur waktunya. Lihat respon petugasnya. Lihat cara mereka melayani orang sakit. Manusiawikah mereka terhadap pasien. Dengan cara begini Bapak akan mendapatkan data yang sangat akurat dan bisa dipertanggung jawabkan serta bisa menghapus kesan kurang baik.

Berbicara soal manusiawi, lihat juga , apakah memang petugas petugas medis, paramedis dan non medis yang merupakan anak buah bapak diperlakukan manusiawi. Lihat makanan mereka, lihat minuman mereka, lihat pakaian mereka dan jangan lupa lihat wajah mereka dengan hati. Lihat dengan hati yang jernih. Lihat baju lusuh mereka, lihat mata merah mereka Bapak akan mendapat banyak hal yang akan mengejutkan Bapak sendiri. Dan data yang Bapak peroleh bukan hanya bisa digunakan di Jambi, tetapi juga bisa sampai ke luar Jambi. Bahkan bisa anda jadikan contoh di nasional

Bapak lihat daftar jaga mereka, tanya kapan mereka berangkat dari rumah dan kapan mereka pulang. Kapan mereka bisa berkumpul dengan keluarga. Tanya bagaimana kondisi anak anak mereka, tanya bagaimana istri mereka. Panggil pimpinan mereka, panggil direktur mereka, panggil semua pihak yang berkepentingan . Akan lebih banyak hal yang Bapak peroleh ketimbang hanya menemukan petugas "tertidur". Data Bapak akan sangat berguna.

Pasien diruangan adalah pasien yang sudah stabil dan tidak perlu dipelototin 24 jam, juga kalau dipelototin gak ada gunanya karena pasien tidur. Beda jika Bapak Gubernur meninjau ICU dan HCU . Pasiennya perlu dipantau terus langsung dan angka angka vital nya di monitor. Ini memang perlu ada petugas yang memantau perubahan pada pasien.

Akan lebih bagus juga Bapak melihat pendapatan mereka. Tanya satpam, tanya pegawai, tanya dokter berapa pendapatan mereka. Apa yang mereka bawa pulang. Apakah mereka memiliki rumah. Cukupkah pendapatan mereka untuk membeli atau hanya menyewa rumah dari gaji yang mereka bawa pulang.

Terima kasih kepada Bapak, karena dengan cara begini sebetulnya membuka juga ruang bagi kami agar Pemda memperlakukan tenaga kesehatan lebih manusiawi kedepannya dengan jam kerja yang jelas sama seperti pegawai lain.

Wajar juga jika kami meminta diperlakukan layak, bekerja yang layak, istirahat yang layak. Beranikah Bapak memberlakukan untuk Propinsi Jambi jam kerja tenaga kesehatan sama dengan jam kerja pegawai negeri lain. Jika kami sudah bekerja sudah 40 jam dalam seminggu maka kami boleh istirahat di rumah tanpa diganggu oleh panggilan dinas dan tugas jaga. Jika bisa kami salut dan kami sangat mengapresiasi Bapak.

Jakarta, 21 Januari 2017
Patrianef
Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu

Jumat, 20 Januari 2017

Arab, Pancasila dan Soekarno dalam Fragmen Sejarah

1953. Indonesia masih miskin saat itu; masih menata sesudah ratusan tahun dijajah. Ketika Bung Karno berpidato di alun-alun kota Matang, lihatlah siapa yang mengawal dan menjaganya. Mereka adalah orang-orang Arab yang sudah melebur menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Adalah Ahmad Baagil, Abdul Aziz Mahri, AR Bahanan dan Ubud Bahanan.

Salah satu pengawal tersebut adalah tetangga Ustadz 'Abdullah Hadrami yang beliau memanggilnya Ami Abdul Aziz Mahri, tetapi lebih populer di lingkungannya dengan panggilan Ajis Petek.
Ini hanya salah satu fragmen sejarah. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga dilakukan di rumah orang Arab yang banyak menyumbangkan hartanya bagi negeri ini. Rumah tersebut kemudian dihadiahkan oleh pemiliknya, yakni Faradj bin Said Awad Martak kepada negara. Kalau kemudian banyak di antara kita yang tidak mengenalnya, karena sejarah tidak ditulis secara utuh. Seolah mengabaikan peran besar orang-orang yang sudah nyata-nyata berjasa.

Lambang Garuda Pancasila? Orang etnis Arab juga yang merancang desainnya hingga menjadi seperti sekarang. Dia adalah Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang merupakan sultan Pontianak keenam. Al-Qadri merupakan salah satu fam habaib di Indonesia.
Ini hanyalah sekelumit cerita, semoga mengingatkan kita bahwa saudara-saudara kita etnis Arab sudah semenjak awal menjadi satu dalam gelegak perjuangan di negeri ini. dari FB: Mohammad Fauzil Adhim

Inilah pentingnya Bersabar dan Bersyukur Atas Kesenangan dan Kesusahan

Kefakiran akan memperbaiki keadaan banyak makhluk, sedangkan kekayaan tidak akan memperbaiki keadaan kecuali sangat sedikit dari mereka.

KEDUA nikmat tersebut membutuhkan kesabaran dan rasa syukur. Ada pun nikmat kesusahan, maka perlunya bersabar atas hal itu adalah sudah sangat jelas. Sedangkan nikmat kesenangan membutuhkan kesabaran dalam melakukan ketaatan di dalamnya, karena sesungguhnya ujian dengan kesenangan itu lebih berat dibanding ujian dengan kesusahan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang salaf, “Kami telah diuji dengan kesusahan tetapi kami mampu bersabar. Kami telah diuji dengan kesenangan ternyata kami tidak mampu bersabar.”

Dalam sebuah hadist Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallambersabda: “Aku berlindung kepada-Mu dari ujian kefakiran dan dari keburukan ujian kekayaan.”
Kefakiran akan memperbaiki keadaan banyak makhluk, sedangkan kekayaan tidak akan memperbaiki keadaan kecuali sangat sedikit dari mereka. Oleh karena itu, kebanyakan orang yang masuk ke dalam surga adalah orang-orang miskin, karena ujian kefakiran lebih ringan.
Kesenangan dan kesusahan, keduanya membutuhkan kesabaran dan rasa syukur. Akan tetapi, apa yang terdapat dalam kesenangan adalah kelezatan. Sedangkan yang terdapat dalam kesusahan adalah penderitaan. Pernyataan yang sudah populer adalah bersyukur ketika dalam keadaan senang dan bersabar dalam keadaan susah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Dan apabila Kami berikan kepada manusia rahmat dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya maka dia akan berputus asa dan tidak berterima kasih. Dan apabila kami berikan kesenangan setelah kesusahan yang menimpanya pastilah dia akan berkata, “Telah hilang bencana-bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia sangat gembira dan bangga. Kecuali orang-orang yang bersabar dan melakukan amal salih, bagi mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (Hud: 9-11).
Hal itu karena orang yang mendapatkan kesenangan membutuhkan rasa syukur, sedangkan orang yang mendapatkan kesusahan membutuhkan kesabaran. Dengan demikian, sesungguhnya kesabaran dan rasa syukur itu adalah wajib. Jika dia meninggalkannya maka dia patut mendapatkan sanksi.
Ada pun kesabaran orang yang mendapatkan kesenangan, maka kadang-kadang kesabaran itu adalah sunnah, jika hal itu merupakan karunia yang bersifat syahwat. Dan kadang-kadang juga hukumnya wajib. Tetapi, di samping harus menunjukkan rasa syukur yang merupakan kebaikan, dia juga harus meminta ampunan dari keburukannya.
Demikian pula, orang yang mendapatkan kesusahan, maka rasa syukur bukanlah sunnah baginya jika itu merupakan rasa syukur yang akan menjadikan dia sebagai bagian dari orang-orang sebelumnya yang telah mendekatkan diri kepada Allah. Kadang-kadang sedikitnya rasa syukur merupakan salah satu hal yang akan membuat dia mendapat ampunan, jika hal itu mendatangkan kesabaran. Sesungguhnya berkumpulnya rasa syukur dan kesabaran secara bersama-sama akan menjadikannya bersabar atas penderitaan tersebut dan bersyukur atas nikmat tersebut. Ini adalah keadaan yang sulit bagi kebanyakan manusia.
Yang dimaksud di sini bahwa Allah telah memberikan nikmat kepada mereka dengan semua itu, walaupun pada awalnya kenikmatan itu tidak nampak dalam pandangan sebagian manusia. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui. Semua yang diperbuat Allah adalah nikmat dari-Nya. Hidayatullah

Kamis, 19 Januari 2017

Lukman Edy: Bendera Dicoret Bentuk Euforia Cinta Tanah Air

Sejumlah pihak meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan penodaan bendera Merah Putih, saat demo massa Front Pembela Indonesia di Mabes Polri, Senin 16 Januari kemarin.
Dalam demo itu, bendera Merah Putih yang berada di kerumunan massa FPI dicoret dengan tulisan Arab dan gambar silang pedang berwarna hitam.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy, menilai tindakan tersebut adalah bentuk euforia cinta akan Tanah Air dan agama.

"Kita positif saja. Saya kira, harus dikurangi gugat-menggugat seperti itu. Bendera Pancasila ada tulisan la ilaha ilallah itu euforia cinta Tanah Air dan cinta kepada agama," ujar Lukman di DPR, Kamis 19 Januari 2017.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, hal itu juga salah satu bentuk profil Islam Nusantara.
"Ini gaya-gaya Islam Nusantara. Karena ada euforia cinta Tanah Air, maka bawa bendera Merah Putih. Tapi, cinta juga kepada agama. Maka, ditulisi bendera Merah Putihnya," ujar dia.
Untuk itu, ia meminta masalah tersebut tak dipersoalkan lebih jauh. Contohnya dengan melaporkannya ke pihak Kepolisian.
"Saya kira, enggak ada persoalan. Jangan terlalu genit, sedikit-sedikit menggugat. Spirit-nya sama, spirit NKRI," lanjut dia

Ahmad Heryawan (Aher) mengapresiasi Peraturan Menteri ESDM No 37/2016 tentang Participating Interest 10 persen untuk daerah

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengapresiasi berlakunya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Participating Interest (PI) 10 persen di Wilayah Kerja Minyak Bumi dan Gas. Permen ini memberi kewenangan kepada daerah untuk menanamkan modal bersama dalam aktivitas eksplorasi migas.
“Permen ini memberikan angin segar bagi kepala daerah yang memiliki potensi minyak bumi dan gas untuk menanamkan modal bersama dalam aktivitas eksplorasi dan operasi migas,” kata Aher, yang juga menjabat Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Minyak Bumi dan Gas (ADPM) bidang Pembinaan BUMD dalam acara Sosialisasi Permen Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 di kantor Pusat SKK Migas Jakarta, Rabu, 18 Januari 2017.

Menurut dia, peraturan ini sebagai jawaban terhadap pelaksanaan participating interest oleh BUMD, khususnya atas beban pembiayaan yang selama ini menjadi persoalan. Dia menginginkan Jawa Barat menjadi daerah penghasil minyak bumi dan gas yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. “Industri migas harus menjadi pendorong pertumbuhan wilayah, termasuk pengembangan masyarakat di sekitarnya,” katanya.



Aher juga mengusulkan, dalam pelaksanaan Permen, daerah dilibatkan dalam proses penyiapan wilayah kerja dan pengadaan badan usaha, serta ikut menghadiri penandatanganan kontrak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Tak hanya itu, daerah juga harus dilibatkan secara aktif dalam pembahasan rencana kerja dan anggaran (RKAB), serta pengembangan aspek lingkungan masyarakat di sekitar wilayah operasi K3S. “Khusus untuk migas hilir, keberadaan daerah sangat penting, mengingat rentang kendali apabila terjadi masalah terkait dengan distribusi bahan bakar minyak dan gas. Jadi perlu ada sinergitas pusat dan daerah,” ucapnya.



Aher meminta pemerintah pusat membuka keran yang lebih luas bagi BUMD dalam mengelola industri migas hilir, tidak hanya dalam alokasi gas bumi, tapi juga dalam pengembangan usaha dan pemanfaatannya. “Pelibatan BUMD sangat strategis karena akan mendorong distribusi manfaat yang lebih besar kepada daerah dan masyarakatnya,” katanya.


Pemerintah pusat diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur gas dalam pemanfaatan gas untuk berbagai sektor pengguna di daerah. “Kami, pemerintah daerah, juga akan mendukung percepatan infrastruktur gas tersebut,” ujar Aher.




Menurut data dari SKK Migas, Provinsi Jawa Barat masuk 10 wilayah penyumbang lifting minyak terbesar hingga 2016. Blok Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu, yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ, memiliki kapasitas produksi mencapai 35.700 barel per hari.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan Permen 37 bertujuan meningkatkan peran serta daerah dan nasional melalui kepemilikan participating interest 10 persen dalam kegiatan usaha hulu minyak bumi dan gas.


Di dalam kontrak kerja sama migas, sejak rencana pengembangan lapangan yang pertama disetujui dan adanya wilayah kerja perpanjangan kontraktor kontrak kerja sama, BUMD setempat yang ditunjuk oleh Gubernur wajib ditawarkan participating interest 10 persen. “Ada beberapa hal yang sering menjadi kesalahpahaman antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat setempat, dan penegak hukum terkait dengan penerapan perizinan di daerah dan kegiatan usaha hulu migas yang sering dianggap sebagai kegiatan swasta,” ujar Amien.



Adapu dalam acara sosialisasi tersebut hadir Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Minyak dan Gas (ADPM), yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Awang Farouk Ishak, Wali Kota Bengkalis, Wali Kota Bontang, dan para kepala daerah lain yang tergabung dalam ADPM.

Selasa, 17 Januari 2017

Istana Batasi Pidato Menteri 7 Menit, Sejumlah Menteri Respons Positif


Sejumlah menteri menyambut positif penerbitan Surat Edaran Sekretariat Kabinet yang  mengatur agar menteri, kepala lembaga, Jaksa Agung, Panglima TNI dan Kapolri  hanya punya waktu masimal 7 menit saat berpidato dalam kegiatan yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Pembatasan waktu pidato ini tercantum dalam surat  B750/Seskab/Polhukam/12/2016 mengenai Ketentuan Sambutan Menteri/Pimpinan Lembaga pada Kegiatan yang dihadiri Presiden. Surat yang dikeluarkan pada 23 Desember 2016 ditandatangani Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.



Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Menteri Eko Putro Sandjojo memyambut baik surat edaran tersebut. Dia tidak melihat hal tersebut untuk membatasi melainkan agar acara yang dihadiri presiden bisa berjalan efektif. “Saya pikir baik. Supaya efektif. Kalau mau bicara panjang kan bisa di rapat cabinet,” terangnya, Selasa (17/1/2017).



Terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai pembatasan pidato menteri sesuai arahan Presiden Jokowi  tidak menjadi persoalan pelik karena dimaksudkan untuk efisiensi kerja."Karena Pak Presiden menghendaki kami bekerja efisien," kata Lukman usai rapat evaluasi di ruang Komisi VIII DPR RI, Jakarta, kemarin.



Karena itu, Lukman tidak terlalu mempersoalkan kebijakan tersebut. Dia justru berpandangan surat edaran tersebut memiliki tujuan yang baik, yakni akan mentgeri mengedepankan kinerjanya  ketimbang  pidato yang lama dan bertele-tele.’’Surat edaran itu menginatruksikan para menteri untuk lebih menggeber kinerjanya agar optimal. Hal itu lebih baik daripada menteri terlalu lama berpidato tetapi kinerjanya tidak berbanding lurus,’’ tandasnya.



Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan telah menerima salinan surat dari Sekretariat Kabinet mengenai tidak diperbolehkannya para menteri berpidato lebih dari tujuh menit. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Bambang S. Ervan menuturkan, pidato  Menteri Perhubungan selama ini hanya disusun berdasarkan poin per poin.   



"Kalau pidato panjang itu saya kira ketika bukan acara-acara resmi. Ada yang resmi namun sifatnya pengarahan dan pembinaan. Dan itu biasanya tanpa teks," pungkas dia.



Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto enggan mengomentari kebijakan tersebut. Menurut Wuryanto, TNI sebagai bagian dari pemerintah tentu menerima kebijakan itu. "Kita bagian dari pemerintah, otomatis menerima," ucapnya‎ 

KPK Akui Saksi Korupsi Jalan Sebut Nama Sekjen PDIP

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK membenarkan telah mendapat keterangan dari saksi terkait Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Sekretaris Fraksi PDIP di DPR Bambang Wuryanto dalam penyidikan salah satu tersangka suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut keterangan tersebut masih didalami penyidik.
"Dalam kaitan ini penyidik masih mendalami. Sepanjang itu bisa dipertanggungjawabkan bisa dikaitkan dengan Undang-Undang Pemberantasan Korupsi," kata Febri di Jalan  HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa petang, 17 Januari 2017.
Meski begitu, kata Febri, pihaknya masih memilah keterangan-ketarangan saksi yang saling berkaitan dan mendukung bukti-bukti yang ada sehingga bisa ditindak lanjuti lebih jauh. Oleh karenanya sampai saat ini, penyidik KPK belum menjadwalkan pemeriksaan Hasto dan Bambang dalam perkara tersebut.

"Jadi belum ada info terkait (pemeriksaan Hasto) itu. Tapi tentu keterangan semua saksi yang muncul baik dalam penyidikan, maupun penuntutan tidak akan dibiarkan," kata Febri.
Sebelumnya, dalam kasus dugaan suap program aspirasi yang direalisasikan melalui proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR yang ditangani KPK, ternyata bukan awal mula kasus tersebut. Berdasarkan keterangan saksi yakni Bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan, kasus itu justru berawal dari pengangkatan Amran Hi Mustary selaku Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) milik Rudy di KPK, Rudy mengaku mengenal Amran sejak tahun 2008. Ketika itu Amran menjabat Kepala Dinas PU Provinsi Malut dan Rudy selaku Wabup Halmahera Timur. Namun keduanya baru menjadi dekat pada tahun 2015.
"Karena dikenalkan oleh Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Prov Malut (Ikram Haris). Waktu itu awal 2015, Pak Amran Hi Mustary, Ikram Haris dan Pak Imran Djumadil beberapa kali menemui saya dan meminta tolong agar Pak Amran Hi Mustary direkomendasikan PDIP melalui Fraksi PDIP di DPR dan DPP PDIP untuk menjadi Kepala BPJN XI Maluku dan Malut," kata Rudy dalam BAP miliknya di KPK.
Djumadil sendiri dikenal sebagai Politikus PAN dan pernah menjabat Ketua DPW PAN di Malut.
Rudy melanjutkan, ketika itu ia berpikir karena Amran adalah asli orang Malut dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan. Alhasil diakomodasi permintaannya.
Setelah dipresentasikan mengenai latar belakang Amran, kata Rudy, Bambang dan Hasto akhirnya merespons setuju untuk mencoba membantu Amran. Rudy sendiri mengaku sengaja minta kepada kedua orang itu lantaran memiliki jaringan ke Kementerian PUPR.
"Saya sampaikan permintaan Pak Amran ke Pak Bambang karena saya menganggap Fraksi PDIP punya hubungan dengan Kementerian PUPR lewat Komisi V sehingga siapa tahu bisa direkomendasikan," kata Rudy.
Sedangkan soal penyampaian Amran ke Hasto, sambung Rudy, dianggap pendekatan politik karena selaku pejabat PDIP di daerah, ia harus berkoordinasi juga dengan DPP PDIP selain Fraksi PDIP di DPR. Viva

Senin, 16 Januari 2017

Inilah Tips Agar Hati Kita Selalu Ikhlas

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan kita. Setan akan senantiasa menggoda dan merusak amal-amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba. Seorang hamba akan terus berusaha untuk melawan iblis dan bala tentaranya hingga ia bertemu dengan Tuhannya kelak dalam keadaan iman dan mengikhlaskan seluruh amal perbuatannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang dapat membantu kita agar dapat mengikhlaskan seluruh amal perbuatan kita kepada Allah semata.


Banyak Berdoa

Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa:

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

Nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Inilah dia, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat besar dan utama, sahabat terbaik setelah Abu Bakar, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah, “Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.”

Menyembunyikan Amal Kebaikan

Hal lain yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas adalah dengan menyembunyikan amal kebaikannya. Yakni dia menyembunyikan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan (seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain). Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” (HR Bukhari Muslim).

Apabila kita perhatikan hadits tersebut, kita dapatkan bahwa di antara sifat orang-orang yang akan Allah naungi kelak di hari kiamat adalah orang-orang yang melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain. Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya sebaik-baik shalat yang dilakukan oleh seseorang adalah shalat yang dilakukan di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah menyatakan bahwa sebaik-baik shalat adalah shalat yang dilakukan di rumah kecuali shalat wajib, karena hal ini lebih melatih dan mendorong seseorang untuk ikhlas. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadush Sholihin menyatakan, “di antara sebabnya adalah karena shalat (sunnah) yang dilakukan di rumah lebih jauh dari riya, karena sesungguhnya seseorang yang shalat (sunnah) di mesjid dilihat oleh manusia, dan terkadang di hatinya pun timbul riya, sedangkan orang yang shalat (sunnah) di rumahnya maka hal ini lebih dekat dengan keikhlasan.” Basyr bin Al Harits berkata, “Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu.”

Seseorang yang dia betul-betul jujur dalam keikhlasannya, ia mencintai untuk menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekannya. Maka dari itu wahai saudaraku, marilah kita berusaha untuk membiasakan diri menyembunyikan kebaikan-kebaikan kita, karena ketahuilah, hal tersebut lebih dekat dengan keikhlasan.

Memandang Rendah Amal Kebaikan

Memandang rendah amal kebaikan yang kita lakukan dapat mendorong kita agar amal perbuatan kita tersebut lebih ikhlas. Di antara bencana yang dialami seorang hamba adalah ketika ia merasa ridha dengan amal kebaikan yang dilakukan, di mana hal ini dapat menyeretnya ke dalam perbuatan ujub (berbangga diri) yang menyebabkan rusaknya keikhlasan. Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang ia lakukan, maka akan semakin kecil dan rusak keikhlasan dari amal tersebut, bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang sia-sia. Sa’id bin Jubair berkata, “Ada orang yang masuk surga karena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amal kebaikannya”. Ditanyakan kepadanya “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”. Beliau menjawab, “seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap adzab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu, sedangkan ada seseorang yang dia beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka.”

Takut Akan Tidak Diterimanya Amal

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al Mu’minun: 60)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah mereka yang memberikan suatu pemberian, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut ( Tafsir Ibnu Katsir ).

Hal semakna juga telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Aisyah ketika beliau bertanya kepada Rasulullah tentang makna ayat di atas. Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan ayat, “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” adalah orang yang mencuri, berzina dan meminum khamr kemudian ia takut terhadap Allah?. Maka Rasulullah pun menjawab: Tidak wahai putri Abu Bakar Ash Shiddiq, yang dimaksud dengan ayat itu adalah mereka yang shalat, puasa, bersedekah namun mereka takut tidak diterima oleh Allah.” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih )

Ya saudaraku, di antara hal yang dapat membantu kita untuk ikhlas adalah ketika kita takut akan tidak diterimanya amal kebaikan kita oleh Allah. Karena sesungguhnya keikhlasan itu tidak hanya ada ketika kita sedang mengerjakan amal kebaikan, namun keikhlasan harus ada baik sebelum maupun sesudah kita melakukan amal kebaikan. Apalah artinya apabila kita ikhlas ketika beramal, namun setelah itu kita merasa hebat dan bangga karena kita telah melakukan amal tersebut. Bukankah pahala dari amal kebaikan kita tersebut akan hilang dan sia-sia? Bukankah dengan demikian amal kebaikan kita malah tidak akan diterima oleh Allah? Tidakkah kita takut akan munculnya perasaan bangga setelah kita beramal sholeh yang menyebabkan tidak diterimanya amal kita tersebut? Dan pada kenyataannya hal ini sering terjadi dalam diri kita. Sungguh amat sangat merugikan hal yang demikian itu.

Tidak Terpengaruh Oleh Perkataan Manusia

Pujian dan perkataan orang lain terhadap seseorang merupakan suatu hal yang pada umumnya disenangi oleh manusia. Bahkan Rasulullah pernah menyatakan ketika ditanya tentang seseorang yang beramal kebaikan kemudian ia dipuji oleh manusia karenanya, beliau menjawab, “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin.” (HR. Muslim)

Begitu pula sebaliknya, celaan dari orang lain merupakan suatu hal yang pada umumnya tidak disukai manusia. Namun saudaraku, janganlah engkau jadikan pujian atau celaan orang lain sebagai sebab engkau beramal saleh, karena hal tersebut bukanlah termasuk perbuatan ikhlas. Seorang mukmin yang ikhlas adalah seorang yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia ketika ia beramal saleh. Ketika ia mengetahui bahwa dirinya dipuji karena beramal sholeh, maka tidaklah pujian tersebut kecuali hanya akan membuat ia semakin tawadhu (rendah diri) kepada Allah. Ia pun menyadari bahwa pujian tersebut merupakan fitnah (ujian) baginya, sehingga ia pun berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya dari fitnah tersebut. Ketahuilah wahai saudaraku, tidak ada pujian yang dapat bermanfaat bagimu maupun celaan yang dapat membahayakanmu kecuali apabila kesemuanya itu berasal dari Allah. Manakah yang akan kita pilih wahai saudaraku, dipuji manusia namun Allah mencela kita ataukah dicela manusia namun Allah memuji kita ?

Menyadari Bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka

Sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari bahwa orang-orang yang dia jadikan sebagai tujuan amalnya itu (baik karena ingin pujian maupun kedudukan yang tinggi di antara mereka), akan sama-sama dihisab oleh Allah, sama-sama akan berdiri di padang mahsyar dalam keadaan takut dan telanjang, sama-sama akan menunggu keputusan untuk dimasukkan ke dalam surga atau neraka, maka ia pasti tidak akan meniatkan amal perbuatan itu untuk mereka. Karena tidak satu pun dari mereka yang dapat menolong dia untuk masuk surga ataupun menyelamatkan dia dari neraka. Bahkan saudaraku, seandainya seluruh manusia mulai dari Nabi Adam sampai manusia terakhir berdiri di belakangmu, maka mereka tidak akan mampu untuk mendorongmu masuk ke dalam surga meskipun hanya satu langkah. Maka saudaraku, mengapa kita bersusah-payah dan bercapek-capek melakukan amalan hanya untuk mereka?

Ibnu Rajab dalam kitabnya Jamiul Ulum wal Hikam berkata: “Barang siapa yang berpuasa, shalat, berzikir kepada Allah, dan dia maksudkan dengan amalan-amalan tersebut untuk mendapatkan dunia, maka tidak ada kebaikan dalam amalan-amalan tersebut sama sekali, amalan-amalan tersebut tidak bermanfaat baginya, bahkan hanya akan menyebabkan ia berdosa”. Yaitu amalan-amalannya tersebut tidak bermanfaat baginya, lebih-lebih bagi orang lain.

Ingin Dicintai, Namun Dibenci

Saudaraku, sesungguhnya seseorang yang melakukan amalan karena ingin dipuji oleh manusia tidak akan mendapatkan pujian tersebut dari mereka. Bahkan sebaliknya, manusia akan mencelanya, mereka akan membencinya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang memperlihat-lihatkan amalannya maka Allah akan menampakkan amalan-amalannya “ (HR. Muslim)

Akan tetapi, apabila seseorang melakukan amalan ikhlas karena Allah, maka Allah dan para makhluk-Nya akan mencintainya sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia akan menanamkan dalam hati-hati hamba-hamba-Nya yang saleh kecintaan terhadap orang-orang yang melakukan amal-amal saleh (yaitu amalan-amalan yang dilakukan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya ). (Tafsir Ibnu Katsir).

Dalam sebuah hadits dinyatakan “Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata: wahai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi. Dan sesungguhnya apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata : wahai Jibril, sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia. Maka Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah membenci fulan, maka benciilah ia. Maka penduduk langit pun membencnya. Kemudian ditanamkanlah kebencian padanya di bumi.” (HR. Bukhari Muslim)

Hasan Al Bashri berkata: “Ada seorang laki-laki yang berkata : ‘Demi Allah aku akan beribadah agar aku disebut-sebut karenanya’. Maka tidaklah ia dilihat kecuali ia sedang shalat, dia adalah orang yang paling pertama masuk mesjid dan yang paling terakhir keluar darinya. Ia pun melakukan hal tersebut sampai tujuh bulan lamanya. Namun, tidaklah ia melewati sekelompok orang kecuali mereka berkata: ‘lihatlah orang yang riya ini’. Dia pun menyadari hal ini dan berkata: tidaklah aku disebut-sebut kecuali hanya dengan kejelekan, ’sungguh aku akan melakukan amalan hanya karena Allah’. Dia pun tidak menambah amalan kecuali amalan yang dulu ia kerjakan. Setelah itu, apabila ia melewati sekelompok orang mereka berkata: ’semoga Allah merahmatinya sekarang’. Kemudian Hasan al bashri pun membaca ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Tafsir Ibnu Katsir)/


Ikadijateng

Terkait Suap di Klaten, Bupati Seno: Boyolali Aman, Saya Tak Pernah Terima Setoran

Bupati Boyolali, Seno Samodro, memberikan perhatian khusus terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Klaten, Sri Hartini, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada penghujung tahun 2016. Seno memastikan Boyolali aman, karena dirinya tak pernah terima setoran dan proyek.
Yang jelas terungkapnya kasus Klaten ini sangat saya sesalkan. Dia sahabat saya, teman ngobrol. Sebetulnya orangnya baik lebih dari orang lumrah. Tapi saya harapkan tidak ada lagi bupati dan walikota yang terkena kasus serupa. Ini menyedihkan sekali,” tutur Seno, saat berbincang dengan Solopos.com, seusai Pelantikan dan Pengukuhan 967 ASN di Balai Sidang Mahesa, Minggu (1/1/2017).
Sesama kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan, Seno prihatin atas kasus yang menjerat Sri Hartini. “Ibunya yang kena masalah, anaknya juga ikut kena dampaknya hlo itu. Seluruh rekeningnya katanya sampai diblokir, anak dan keluarganya mau makan saja susah sekarang. Apalagi anaknya Bu Sri juga anggota DPRD Klaten, tentu akan jadi beban mental, berat sekali saya kira.”
Selain ungkapan prihatin, Seno berharap kasus suap sampai terkena OTT tidak terjadi di Boyolali. Sedianya, dalam Pelantikan dan Pengukuhan 967 ASN di Balai Sidang Mahesa Minggu kemarin Seno akan membrifing seluruh PNS secara khusus terkait dengan terungkapnya kasus Klaten.
“Begini, saya sudah tahu sebenarnya seluruh tim KPK sudah disebar ke daerah-daerah tak terkecuali di Boyolali. Tapi saya pastikan Boyolali aman, masalahnya saya tidak pernah terima setoran, tak pernah mengurusi proyek. Hla kok nampa setoran, dijajake SKPD wae wegah.”

Sebagai esensinya, Seno mengingkatkan seluruh PNS agar berhati hati. “Terutama masalah obat dan dokter. Ini yang paling bikin saya khawatir. Tahu sendiri kan, dokter itu sponsornya banyak sekali. Next time akan saya briefing khusus, kalau selama ini saya hanya bisa mengingatkan lewat kepala rumah sakit atau kepala dinas kesehatan.”
Terkait pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, Seno tak takut dengan maraknya intelijen dan tim KPK yang tersebar di daerah-daerah karena dia mengklaim tidak ada hal yang menyalahi aturan.
Ketua DPRD Boyolali, S.Paryanto, juga menyesalkan terungkapnya kasus suap Bupati Klaten, Sri Hartini. “Kasus suap itu menyangkut perubahan OPD dan semua daerah mengalami hal itu. Tapi semestinya harus ada transparansi dan menempatkan birokrasi secara profesional, jangan sampai akhir dari urusan administrasi itu justru jadi masalah hukum,” tutur Paryanto.
Paryanto tak memungkiri kasus Klaten ikut mencoreng nama daerah di sekitarnya termasuk Boyolali. “Jadi semua harus hati-hati. Tidak hanya masalah suap menyuap jual beli jabatan, saya harapkan seluruh proyek klir dari urusan suap menyuap.” Harian Jogja