Rumah Terbalik Indonesia dikembangkan Gandung Sutriyono, pemuda 35 tahun asal Kelurahan Kemiri, Mojosongo, Boyolali. Dia menyulap lahan kosong berukuran 15 meter x 15 meter yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lahan parkir menjadi tempat yang lebih produktif.Minggu, 12 Februari 2017
Gandung Sutriyono sang Desainer Rumah Terbalik Boyolali
Rumah Terbalik Indonesia dikembangkan Gandung Sutriyono, pemuda 35 tahun asal Kelurahan Kemiri, Mojosongo, Boyolali. Dia menyulap lahan kosong berukuran 15 meter x 15 meter yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lahan parkir menjadi tempat yang lebih produktif.Kamis, 17 November 2016
Inilah daftar soto-soto enaak diboyolali


Inilah 7 Kuliner josss di Boyolali
![]() |
| daftar harga soto sedaap |
Inilah daftar Oleh-Oleh Khas Boyolali yang perlu Kamu Tau
Senin, 19 September 2016
Walau di Bandung, Menikmati Soto Boyolali untuk Makan Siang Cukup Rp 10.000
Cukup merogoh kocek Rp 10 ribu, Anda bisa menikmati satu porsi soto Boyolali di Soto Sedap Boyolali Hj Widodo. Kedai soto dari Jawa Tengah tersebut bisa dikunjungi di Jalan Trunojoyo No 25 Bandung.Rabu, 22 Juni 2016
Soto Mbok Giyem Boyolali berubah nama Menjadi Soto Segeer Hj Fatimah
Rabu, 25 Mei 2016
Apa Beda Tahu Lontong dan Kupat Tahu Boyolali?
Selasa, 02 Juni 2015
Makanan, Pengaruhi Perkembangan Buah Hati
SETIAP makhluk pasti akan menempuh proses pertumbuhan dan perkembangan. Jika pertumbuhan dapat kita ukur melalui alat lain halnya dengan perkembangan. Perkembangan biasanya tak dapat dihitung, melainkan terlihat dalam kehidupan nyatanya. Nah, salah satu faktor yang menjadi penentu perkembangan anak ialah makanan. Mengapa demikian?
Salah satu yang mempengaruhi perkembangan seseorang, khususnya buah hati ialah makanan. Makanan menjadi hal yang penting bagi perkembangan seseorang di usia muda. Bukan hanya makanannya, tetapi isinya yang cukup banyak mengandung gizi yang terdiri dari berbagai vitamin.
Vitamin inilah yang menjadi penguat perkembangan sang buah hati. Apabila kekurangan vitamin atau gizi yang baik, maka dapat menyebabkan gigi runtuh, penyakit kulit dan lain-lain.
Oleh sebab itulah, sebagai orang tua, kita harus memperhatikan pola makan sang buah hati. Jangan sampai, ia memakan makanan yang seharusnya tidak baik untuk dikonsumsi. Pola makan juga harus kita atur, dan biasakanlah agar anak melakukan hal itu.
Jika anak meminta untuk makan di luar, maka lihatlah apa yang dia inginkan itu. Perhatikan kandungan gizi dan vitaminnya. Apabila itu baik untuk anak, maka berikanlah. Namun sebaliknya, jika terlihat tidak baik untuk dikonsumsi, maka berikanlah pengertian kepada anak, dan tunjukkan makanan yang baik baginya
Kamis, 12 Maret 2015
Cuma Rp 50.000, Bisa Perah Susu Sapi dan Bawa Pulang Susu Segar, Mau?
Graha Solo Raya Lantai 1
Jl. Slamet Riyadi No. 1 Solo, Jateng
Telp. 0271-5843678 atau 0271-2144388
HP. 085702686068
Fax. 0271 635936
www.solocitytravelguide.com
www.sinergievent.com
e-mail: sinergi_solo@yahoo.com
Marketing: www.solocitytravelguide.com
Peternak sapi perah di Boyolali mulai melakukan diversifikasi usaha. Tidak hanya produksi susu maupun mengembangkan produk olahan susu, namun merambah bisnis pariwisata. Salah satu warga di Dukuh Salam RT 004/RW 003, Desa Samiran, Selo, Boyolali, Suharmin, 68, memiliki empat ekor sapi perah di kandangnya.
Satu di antara empat ekor sapi milik Suharmin tersebut adalah sapi betina. Kandang peternakan Suharmin sangat sederhana dan masih sangat tradisional. Meskipun sudah berlantai permanen, namun kandang itu belum memiliki tempat khusus untuk pakan dan minum sapi.
Namun, di kandang sederhana itu Suharmin sering menerima kedatangan tamu-tamu dari luar kota bahkan turis asing dari Amerika Serikat dan Prancis yang penasaran dengan budidaya sapi perah dan produksi susu sapi.
Saat berbincang dengan Solopos akhir pekan lalu, Suharmin menunjukkan setumpuk kartu nama milik biro wisata dan guide personal yang pernah datang ke rumahnya mengantarkan wisatawan. Ada yang dari Solo, Jogja, Semarang, dan sekitarnya.
“Biasanya orang datang ke sini ingin lihat peternakan sapi yang ada di kampung-kampung. Tapi kebanyakan ingin melihat pemerahan susu,” kata Suharmin. Tak hanya melihat, kata dia, kebanyakan wisatawan juga ingin tahu cara memerah susu. Oleh karena itu, wisatawan yang datang biasanya akan “menyewa” sapi miliknya untuk diperah sendiri oleh wisatawan.
“Nanti hasilnya bisa dibawa pulang. Cukup beli eceran Rp5.000 per liter,” imbuh Suharmin.
Destinasi ini cukup menarik dan potensial dikembangkan, karena Desa Samiran sudah berkembang menjadi desa wisata. Namun, untuk mengembangkan destinasi wisata susu sapi perah ini rupanya tidak mudah. Wisatawan tidak bisa datang sewaktu-waktu jika ingin ikut memerah susu sapi.
“Kalau ingin ikut memerah sapi harus datang tepat di waktu pemerahan, yaitu 06.00 WIB hingga 07.00 WIB dan sore pada pukul 17.00 WIB. Itu adalah jam-jam yang diseragamkan untuk pemerahan susu sapi di desa kami,” kata Suharmin.
Sapi tidak bisa diperah di waktu sembarangan karena akan merusak kualitas susu yang diperah. Beruntung, di Desa Samiran mulai bermunculan home stay atau penginapan yang bisa dimanfaatkan wisatawan. “Kalau ingin lihat pemerahan pada pagi hari bisa menginap di home stay.”
Kebetulan lagi, sapi perah milik Suharmin ini tidak “bandel”. Sapinya mau diperah oleh siapapun meski bukan oleh Suharmin. Menurutnya, memang ada sapi perah yang tak mau diperah oleh selain pemiliknya.
“Jadi kalau wisatawan yang tidak bisa memerah, akan saya bimbing dulu. Saya siapkan dulu air hangat untuk membersihkan sapinya. Nanti saya langsung yang mengajari.” Setelah wisatawan memerah susu, sesegera mungkin susu itu direbus. “Di sini juga kami sediakan fasilitasnya. Mau langsung direbus, diberi gula, kami sediakan.”
Untuk destinasi wisata perah susu ini, sebenarnya Suharmin tidak memberikan tarif. Salah satu keuntungannya adalah susu sapi bisa langsung dibeli dengan harga eceran. “Tapi biasanya kalau wisatawan itu dibawa biro wisata, biasanya ada tarif Rp50.000/wisatawan. Itu untuk fasilitas yang kami berikan di sini.”
solopos
Jumat, 06 Maret 2015
283 Kolam Lele Tanjungsari Kena Tol, Proyek Kawasan Wisata Jalan Terus
Rabu, 25 Februari 2015
Rahasia Buah dan Warna
Rahasia Buah dan Waran
Minggu, 15 Februari 2015
Manfaat Keju untuk Kesehatan
Kamis, 12 Februari 2015
Nikmatnya Jadah Bakar Selo Boyolali
Nama jadah bakar ini semakin populer sejak adanya jalur Solo ke Borobudur, bila dahulu jadah bakar ini hanya di nikmati oleh masyarakat selo saja sekarang
sesudah ada jalur tersebut para wisatawan yang akan naik ke Gunung Merbabu maupun Gunung Merapi telah menjadikan jadah bakar ini sebagai makanan yang patut di coba dan dinikmati.
Suasana dingin juga menambah keinginan para pengunjung untuk menghangatkan badan.
cocok ditemani dengan teh manis. Harganya pun cukup terjangkau yaitu Rp 2.500 per potong, benar-benar murah meriah. Selain enak jadah bakar juga sangat mengenyangkan.












