Tampilkan postingan dengan label Kerusakan dan penyakit sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerusakan dan penyakit sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2016

Petani di Boyolali Diminta Waspadai Pupuk Palsu

Petani Boyolali di wilayah lumbung padi diminta meningkatkan kewaspadaan dengan penyebaran pupuk palsu.
ilustrasi saja
Meski sampai detik ini belum ada laporan atas okunum yang melakukan praktik ilegal itu. Namun, kehati-hatian atas kecurangan itu agar ditingkatkan. Pasalnya, pada masa pemupukan saat ini, ada saja oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan ”Pada masa sekarang, saya minta petani waspada dengan pihak-pihak yang mencoba menjual pupuk palsu,” kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi, yang dihubungi, kemarin.

Dikatakan, pada umumnya model penyebaran pupuk palsu ini dilakukan secara tertutup. Oknum memanfaatkan celah dengan mendatangi petani di lapangan yang tanaman padinya memasuki masa pemupukan. Petani langsung ditawari pupuk dengan harga murah.
Pasokan Stabil
Lebih lanjut, Bambang memastikan pasokan pupuk di wilayah Boyolali stabil. Sampai Desember 2016 ini, persediaan pupuk dari berbagi jenis cukup. ”Stok pupuk baik jenis urea, ZA, Phonska, SP36 maupun pupuk organik di gudang dan pengecer, masih mencukupi hingga akhir Desember,” katanya.
Data Dispertanbunhut menyebutkan, pada 2016 mendapat kouta pupuk untuk jenis pupuk urea sebanyak 27.000 ton, pupuk SP36 (7.220 ton), phonska (13.220 ton), ZA sebanyak 8.630 ton, dan pupuk petroganik (4.760 ton). Legi (56), petani di Sindon, Ngemplak, mengatakan, dirinya mengaku kapok membeli pupuk yang dijual tidak di toko atau koperasi. Meski murah, pupuk yang dibelinya itu malah mendatangkan kesialan. ”Padi saya langsung terkena hama usai disebar pupuk murahan,” katanya. Ia akhirnya memilih membeli pupuk di agen atau pengecer pupuk yang asli. Dan tak mau lagi membeli pupuk dari pedagang keliling. SM

Senin, 05 Desember 2016

Woow 80 Warga Boyolali Meninggal akibat mengidap HIV/AIDS

Perilaku seks menyimpang menjadi penyebab utama penularan HIV/AIDS. Karena saat ini belum ada obat untuk penyakit HIV/AIDS sehingga beban para pengidapnya sangat berat‎, masyarakat diimbau untuk tak mengucilkan para pengidapnya.
Diketahui dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali, terhitung sejak tahun 2005 hingga 2016, total pengidap HIV/AIDS yang sudah meninggal sebanyak 80 orang dan saat ini masih terdapat 300an pengidap HIV/AIDS yang tersebar di 19 kecamatan di Boyolali. Pengidap paling banyak yakni di Kecamatan ‎Boyolali Kota sebanyak 29 orang, disusul Ampel 25 orang, serta kecamatan Mojosongo dan Banyudono masing-masing 19 orang. Wilayah paling sedikit yakni Kecamatan Selo sebanyak 2 orang. Sementara mayoritas pengidap HIV/AIDS didominasi kaum pria sebanyak 61 persen.

Dalam peringatan Hari AIDS di Panti Marhaen, Kamis (01/12/2016), praktisi kesehatan, dr Budiyanto menjelaskan, perilaku seks menyimpang semisal perilaku homoseksual, menjadi salah satu faktor yang cukup tinggi dalam kasus penyebaran HIV/AIDS. Indikasi tersebut bisa dilihat dari jumlah pengidap yang berobat di RSUD Pandanarang, Boyolali. Selain homoseksual, pekerja seks komersial (PSK) juga sangat rentan penularan penyakit tersebut.
Dandim 0724/Boyolali, Letkol Arh Nova Mahanes Yudha selaku penggagas kegiatan tersebut megimbau pada masyarakat untuk mencegah makin berkembangnya penularan HIV/AIDS, dengan menghindari perilaku seksual yang beresiko. "Cara yang paling baik menghindari penyakit tersebut adalah dengan setia pada satu pasangan dan setia pada keluarga," katanya.
Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat menambahkan, karena penyakit ini belum ada obatnya, ia meminta masyarakat untuk sedikit meringankan beban mereka, diantaranya dengan tak mengucilkan mereka sebagai salah satu bentuk dukungan moril untuk meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. Kr

Jumat, 10 Juni 2016

Penderita HIV/AIDS di Boyolali didominasi Laki-Laki

Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Boyolali setiap tahun mengalami peningkatan. Saat ini tercatat ada 285 penderita. Mayoritas penderita didominasi kaum laki-laki. Penyakit HIV/ AIDS pertama kali muncul di Boyolali tahun 2005 dan hingga kini tercatat ada 82 penderita meninggal dunia.


“Boyolali penderita HIV/AIDS masih sangat tinggi, di Jawa Tengah masuk peringkat 9,” kata pengelola program Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Boyolali, Esti Purnaning Widiasih, Selasa (7/6). dikutip dari timlo


Dijelaskan, untuk Kabupaten Boyolali, penderita terbanyak di wilayah Kecamatan Boyolali Kota tercatat ada 29 penderita, Kecamatan  Ampel sebanyak 25 penderita, Kecamatan Mojosongo dan Banyudono sebanyak 19 penderita dan Kecamatan Selo sebanyak 2 penderita. Sedangkan untuk penderita laki-laki sebanyak 61 % dan wanita sebanyak 39 %. Rata-rata penderita merupakan usia produktif, yakni usia 29-30 tahun.

“Mirisnya, untuk penderita wanita kebanyakan adalah ibu rumah tangga dan tertular dari suami,” lanjutnya.

Ditegaskan, meski penyakit HIV/AIDS menular, namun penderita tidak boleh dikucilkan. Hal ini dikarenakan penularan penyakit HIV/AIDS  ini berbeda dengan penyakit Hepatitis maupun TBC yang mudah menular dari air liur atau sarana udara. Penyakit HIV/AIDS ini hanya menular melalui darah dengan kondisi luka terbuka, hubungan seks, atau air susu.

Senin, 18 Januari 2016

Terduga Teroris Thamrin pernah belajar di Ponpes di Boyolali

Jejak Fajrin Bin Selan alias Fajrun, satu di antara 12 tersangka yang dibekuk Densus 88/Antiteror di Balikpapan, dalam rangkaian bom di Thamrin, terlacak sampai ke Tenggulun, Solokuro, Lamongan. Fajrin berasal dari Ponpes Al-Islam yang merupakan tempat asal tiga serangkai kasus bom Bali 2002 Ali Ghufron alias Mukhlas, Amrozi, dan Ali Imron.
Hal ini dikatakan pengajar pondok yang juga mantan anggota wakalah Jamaah Islamiah (JI) Jawa Timur Ali Fauzi. "Fajrin itu lulusan Ponpes Darus Syahadah Boyolali. Dia dulu sekitar 2011-2013 ditugaskan mengajar di Al-Islam dan tiap hari bersama saya main bola, main futsal," aku Fauzi 

Senin, 28 Desember 2015

Dari 35 Kab/kota se Jateng Boyolali peringkat ke 9 dalam Penularan HIV/Aids

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali masuk peringkat kesembilan penularan HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Jateng. Pekerjaan sopir masuk risiko tinggi paling rawan tertular penyakit mematikan tersebut.
Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Boyolali, Basuki, mengatakan tahun ini peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) secara nasional diketuai Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara di tingkat daerah diketuai Dishubkominfo.
“Peringatan HAS di Boyolali melibatkan Organda [Organisasi Angkatan Darat] dan sopir angkutan kota dan angkudes,” ujar Basuki saat membuka acara peringatan HAS di Terminal Sunggingan, Selasa (22/12/2015).
Basuki mengatakan pekerjaan sebagai sopir masuk peringkat tujuh risiko tinggi terlular penyakit HIV/AIDS. Peringkat pertama sudah pasti paling berisiko tertular adalah pekerja seks komersial (PSK).
“Berdasarkan teori ada tiga kategori yang mempunyai risiko tinggi penyakit mematikan itu yakni 3 M [Men, Mobile, dan Money]. Laki-laki paling paling mendominasi tertular penyakit itu,” kata Basuki.
Basuki mengatakan dari data KPA Provinsi Jateng dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Boyolali masuk peringkat sembilan tertinggi kasus HIV/AIDS dengan jumlah 81 kasus. Perinciannya 44 kasus HIV dan 37 AIDS data Januari-September 2015. Pekerja sopir paling banyak mendominasi tertularnya penyakit mematikan itu.
“Kami sudah berusaha keras meminta agar pengusaha bus, angkudes, dan angkutan kota memberi pemahaman kepada sopirnya agar tidak sembarangan ‘jajan’ di pinggir jalan,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris KPA Boyolali, Titik Sumartini, mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS di Boyolali mulai 2005-2015 sebanyak 270 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 74 orang meninggal dunia.
“Kami selalu berusaha menekan angka kasus HIV/AID di Boyolali dengan menggelar sosialisasi dari tingkat kota hingga desa,” ujar Titik.
KPA Boyolali, kata dia, tidak membuat tempat khusus untuk menampung semua penderita HIV/AIDS karena dikhawatirkan justru akan menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Ia mengaku sampai sejauh ini masyarakat Boyolali dalam pemahami kasus HIV/AIDS sudah sangat baik sehingga tidak sampai ada kasus penderita HIV/AIDS dikucilkan oleh masyarakat seperti yang terjadi di Solo.
“Sebanyak puluhan sopir mengikuti tes HIV dan VCT [Voluntary Counseling Test] hasilnya untuk sementara negatif,” ujar Titik.

Solopos

Kamis, 14 Mei 2015

Kenapa Tak Boleh Ghibah? By Kazuhana El Ratna Mida

Tahukah kita tentang ghibah? Ialah hal sepele, namun bisa menimbulkan banyak bencana. Saat kita berghibah, jika yang dighibahi mengetahui ulah kita, maka akan terjadi salah paham, bahkan bisa jadi saling benci. Jadi, bukankah dengan ghibah malah merusak persaudaraan? Padahal Allah tidak suka dengan hamba-Nya yang memutus tali persaudaraan.
Dari Anas Ra, Nabi Saw bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, saling hasud, saling membelakangi dan saling memutuskan tali persaudaraan, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim tidak diperbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR Bukhari dan Muslim)
Kita juga menyakiti korban ghibah-yang bisa jadi-dia tak pernah melakukan apa yang kita katakan. Berarti hal itu fitnah. Dan, tahukah kita bahwa Fitnah lebih kejam dari pembunuhan? Na’udzubillahi min dzalik.

“Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.” (QS al-Baqarah [2]:191)
Kata ghibah adalah satu akar kata dengan ghaib yang artinya tidak terlihat atau tersembunyi.
Rasulullah Saw pernah mengajukan pertanyaan kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan gunjingan?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Lalu Rasulullah pun menjelaskan, “Menggunjing adalah membicarakan tentang saudaramu (orang lain) apa yang tidak disenanginya.”
Tanya seorang sahabat, “Apabila keadaan orang itu memang seperti itu, apakah juga dinamai menggunjing?”
“Ya, itulah ghibah (menggunjing dan mengumpat). Sebab seandainya kejelekan yang dibicarakan tidak terdapat pada orang yang dibicarakan itu, maka yang ia lakukan adalah buhtan (kebohongan besar)”
Dari pengertian di atas ada yang berpendapat, disebut ghibah bila orang yang sedang dibicarakan kejelekannya tidak hadir di tengah-tengah pembicaraan.
Jadi bila orang tersebut ada, hal itu dinamakan syatam—memaki atau mencaci. Sebaliknya, jika tidak jelas nama dan orangnya, maka tidak dinamai ghibah, kecuali yang namanya disamarkan tapi terbatas, misalnya “Ketua Umum Parpol atau Kepala Kejaksaan Tinggi di sebuah Propinsi”, maka ini tetap ghibah karena orang dengan sendirinya akan mengetahui siapa yang dimaksud.
Ghibah sudah meluas di lingkungan sehari-hari. Misalnya, saat berkumpul dengan teman-teman dalam suatu tempat, kadang kita menggunjingkan sesuatu. Pun dengan maraknya pemberitaan infotainment—gosip juga salah satu dari ghibah. Namun, anehnya, ketika kita tidak up-date tentang gosip, kita malah dianggap tidak mengikuti zaman. Jangan bilang bergosip adalah mode zaman sekarang. Sebab ghibah sejatinya haruslah dijauhi.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12).
Di mana dalam surat ini dijelaskan kita tidak boleh menggunjing karena saat kita menggunjing—ghibah kita disamakan dengan memakan daging saudara sendiri. Astagfirullah hal adzim. Bukankah sama saja kita menggunjing diri sendiri? Jadi hanya orang yang sehat akalnya-lah yang tidak mungkin mau memakan bangkia saudaranya. Perbuatan ghibah sudah pasti perbuatan yang keji.
Rasulullah saw bersabda : “Jauhilah menggunjing, karena ia lebih jahat dari pada zina. Rasululullah ditanya : “Bagaimana bisa seperti itu?” Rasulullah menjawab : Seseorang yang berzina kemudian bertaubat—dengan benar—maka Allah akan mengampuni, tetapi menggunjing, Allah tidak akan mengampuninya, hingga orang yang digunjing itu memberi manfaat kepadanya. (HR. Bagihaqi dan Tabrani dalam Irsyadul Ibda :68)
Karena itu dalam sebuah kitab (الالا تنال العلم إلا بستّة إلخ …) dari مكتبة محمّد بن أحمد صهان واولاده
Menjelaskan dalam sebuah syair agar kita senantiansa menjaga lisan.
يَمُوْتُ الْفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ مِنْ لِسَانِهِ * وَلَيْسَ يُمُوْتُ الْمَرْءُ مِنْ عَثْرَةِ الرّجْلِ
مَاتِىَنى وَوعْ سَبَبْ كَفَلَيْسَيْتْ لِسَانِى * اَوْرَا كُؤْمَاتِنَى سَبَبْ كَفَلَيْسَيتْ سِيْكِيْلَىْ
فَعَثْرَتُهُ مِنْ فِيْهِ تَرْمِىْ بِرَأْسِهِ * وَعَثْرَتُهُ بِاالرِّجْلِ تَبْرَى عَلَى الْمَهْلِ
دَيْنَى مَلَيْسَيْتَىْ لِسَانْ نَكَأْكَيْ بَلاَعْ اَنْدَاسْ * دَيْنَيْ مَلَيْسَيْتَيْ سِكِيْل سُوَى۲بِيْصَاوَرَاسْ
Di mana artinya adalah seseorang itu tidak mati karena terpeleset kakinya, tapi dia meninggal karena terpeleset lisannya. Karena terpelesetnya kaki itu lama-kelamaan bisa pulih kembali. Sedang terpeleset lisannya akan mendatangkan balak (cobaan) hingga kelak di akhirat.
Berangkat dari beberapa keterangan yang ada, maka ulama bersepakat bahwa ghibah atau menggunjing itu hukumnya haram bahkan ada yang mengatakan dosa besar. Keharaman menggunjing tidak terbatas pada pelaku saja, tapi juga pada siapapun yang mendengar dan membiarkan ghibah berlanjut padahal dia bisa mengingatkan.
Bahkan menggunjing ternyata tidak hanya dengan lisan dan ucapan saja, tetapi juga bisa dengan tulisan, gerakan dan bahasa isyarat lainnya. Seperti menggunjing yang diarahkan pada badan adalah menyebut keterangan seseorang pendek, tinggi, hitam, juling dan lain sebagainya. Atau dengan mengucapkan nasab seseorang seperti bapaknya orang fasiq, pembohong, pencuri.
Jadi sudah tahukan, kenapa kita tidak boleh ghibah. Semoga kita terlindungi dari sikap ghibah, mari saling mengingatkan untuk kebaikan bersama. Aamiin.

Bobol Konter Handphone, Pria Boyolali Diamuk Massa

Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja/Reuters)Warga Dukuh Dibal Lor, Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali, Jamal Zaini, 37, babak belur dihajar massa, Rabu (13/5/2015) dini hari, karena kedapatan mencuri di konter seluler di Dukuh Wangkis, Desa Dibal.
Dari informasi yang diterima Solopos.com, Jamal membobol konterhandphone milik Sutrisno, 31, warga Dukuh Kojen, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, sekitar pukul 02.00 WIB, dengan membobol atap konter. Pelaku naik ke atap konter dengan menggunakan tangga.
“Pelaku membuka genteng dan merusak sebagian reng kayu, kemudian turun menggunakan dua kain jarik,” jelas Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, melalui Kapolsek Ngemplak, AKP Ahmad Nadiri, Rabu.

Jamal menggasak barang-barang yang ada di dalam konter seperti 15 baterai handphone, 43 kartu perdana, handphone merek Asiafone, Evercoss, dan Venera masing-masing dua unit. Dia juga mengambil satu buah powerbank dan uang tunai Rp96.000.
Warga memergoki aksinya saat hendak kabur. Pelaku berhasil ditangkap dan akhirnya dimassa. Beruntuk aparat Polsek Ngemplak segera sampai di lokasi. Jamal mengalami luka sobek pada bagian kepala dan tangan kiri retak. “Karena mengalami luka yang cukup parah, akhirnya kami bawa dia ke Puskesmas Ngemplak untuk perawatan.” Saat ini, Polsek Ngemplak masih mengembangkan kasus tersebut.

Senin, 11 Mei 2015

Lengkap : nama artis dan model bookingan dengan tarifnya

Inilah nama artis dan model bookingan lengkap dengan tarifnya - Bisnis prostitusi online Robbi Abbas - Ilustrasi prostitusi online yang melibatkan artis dan model sebagai PSKSetelah menangkap dan memeriksa AA, seorang model panas sekaligus artis di sebuah hotel berbintang di Jakarta dalam kasus dugaan prostitusi online, Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya menetapkan sang mucikari, Robbi Abbas, sebagai tersangka.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan Robbi Abbas melakukan bisnis prostitusi online dengan koleksi sekitar 200 wanita cantik yang nyambi jadi PSK. Namun tak semuanya dari kalangan artis dan model. “Dari penuturan tersangka RA, tarif ratusan PSK koleksinya berkisar Rp 80-200 juta. Calon pelanggan yang ingin kencan harus membayar dulu DP 30 persen pada H-2,” terangnya.

Fakta mengejutkan adalah adanya belasan nama artis dan model yang sering main di sinetron maupun film panas dalam daftar PSK milik Robbi Abbas yang bisa dibooking lengkap dengan tarifnya.
Berikut inisial nama artis dan model yang kabarnya bisa dibooking;
1. TB Rp 200 juta
2. JD Rp 150 juta
3. RF Rp 60 juta
4. CS Rp 60 juta
5. MT Rp 55 juta
6. KA Rp 55 juta
7. SB Rp 55 juta
8. CW Rp 50 juta
9. PUA Rp 45 juta
10. NM Rp 40 juta
11. CT Rp 40 juta
12. UJ Rp 35 juta
13. LM Rp 35 juta
14. DL Rp 30 juta
15. BS Rp 30 juta
16. AA Rp 25 juta
17. FNP Rp 20 juta
Untuk bisa menembus jaringan prostitusi online yang melibatkan artis dan model ternyata bukan perkara mudah. Syarat pertama, pelanggan harus menjamin kerahasiaan artis. Harga fantastis itu belum termasuk tiket dan hotel. Jadwal `kencan` diatur sang artis dan harga yang dipatok cuma untuk sekali kencan. 

Tertangkapnya artis AA dan mucikari RA menguak fakta-fakta baru dalam bisnis prostitusi artis dan model top nasional. Yang terbaru, muncul daftar nama artis PSK kelas atas di Indonesia lengkap dengan tarifnya yang bisa mencapai ratusan juta. Siapa saja artis yang terlibat dalam prostitusi online tersebut?
Dari informasi yang beredar, setidaknya ada 17 inisial nama artis papan atas yang disebut-sebut kerap menemani pria hidung belang. Untuk mem-booking artis-artis top ini, pelanggan tak hanya harus membayar mahal, tapi juga harus memenuhi syarat lain, salah satunya harus menajaga kerahasiaan identitas si artis.
Ini dia daftar inisial artis beserta tarifnya yang diduga berasal dari sebuah forum dunia malam:
  1. TB – Rp 200 juta
  2. JD  – Rp 150 juta
  3. RF – Rp 60 juta
  4. CS – Rp 60 juta
  5. MT – Rp 55 juta
  6. KA – Rp 55 juta
  7. SB – Rp 55 juta
  8. CW – Rp 50 juta
  9. PUA – Rp 45 juta
  10. NM – Rp 40 juta
  11. CT – Rp 40 juta
  12. UJ – Rp 35 juta
  13. LM  – Rp 35 juta
  14. DL – Rp 30 juta
  15. BS – Rp 30 juta
  16. AA – Rp 25 juta
  17. FNP – Rp 20 juta
Selain fakta bahwa pelaku prostitusi online adalah artis-artis terkenal tanah air, hal lain yang juga cukup mengejutkan adalah tarif yang dipasang. Dari 17 nama yang beredar, tarif termurahnya saja bisa mencapai 20 juta untuk sekali kencan. Tentu saja, tarif tersebut belum termasuk hal-hal lain seperti biaya tiket maupun hotel.
Berbicara soal inisial, kira-kira siapa 17 artis yang terlibat prostitusi online tersebut? Terkait hal ini, netizen rupanya sudah memiliki tebakan masing-masing.
Di forum Kaskus misalnya, beberapa Kaskuser (sebutan member Kaskus) memberikan tebakan yang mungkin bisa mengejutkan banyak orang. Contohnya saja TB yang mungkin adalah artis TamaraBleszynski, JD (Jennifer Dunn), RF (Roro Fitria/Ratu Felisha), SB (Shinta Bachir), CW (Catherine Wilson), NM (Nikita Mirzani), LM (Luna Maya), CT (Cut Tari), atau BS (Bella Shofie).
Namun tentu saja semua itu baru sebatas tebakan, karena baik si mucikari maupun pihak kepolisian belum terang-terangan mengungkap siapa saja artis yang diduga terlibat prostitusi online.
Sementara itu, 17 inisial artis yang beredar ternyata hanyalah sebagian kecil dari deretan wanita yang ‘diasuh’ oleh mucikari RA. Kepada polisi, RA mengaku menangani setidaknya 200 wanita, dan tidak semuanya berprofesi sebagai artis atau model.
Hal ini semakin menegaskan bahwa prostitusi online rupanya sudah begitu marak di Indonesia, dan mungkin sudah ratusan atau bahkan ribuan pria yang menjadi pelanggannya.

sumber: lensa, sidomi 

Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Rp 31,94 Miliar Diselidiki


dok.timlo.net/nanin

Kejaksaan Negeri Boyolali mulai melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan dana hibah 2014 sebesar Rp 31,94 miliar. Dana hibah ini diduga tidak menyasar ke kelompok atau masyarakat. Sementara dalam laporan Dokumen Pelaksanaan Anggaran, beberapa nama warga tercantum tapi setelah dilakukan pengecekan ternyata bantuan tidak sampai.
“Dugaanya seperti itu, setelah kita lakukan pengecekan ke masyarakat ternyata mereka mengaku tidak menerima dana tersebut,” ungkap Kasi Pidsus Kejari, Agus Robani, Jumat (8/5).
Diakui, dugaan penyimpangan penyaluran dana hibah ini berasal dari pengaduan sejumlah masyarakat ke kejari. Kejaksaan sendiri sudah membentuk tim dan melakukan pengecekan ke nama-nama masyarakat atau kelompok yang namanya tercantum dalam dokumen pelaksanaan anggaran.

Seperti disampaikan warga RT 001/RW 011, Dukuh Kabonan, Desa Jenengan, Sawit, Joko Sriyono (46), dalam DPA, RT 001 tercantum sebagai penerima dana hibah untuk ternak kambing senilai Rp 3 juta. Namun ternyata, yang
bersangkutan tidak mendapatkan bantuan tersebut.
“Saya pernah klarifikasi ke Pak RT tetapi RT juga tidak tahu. Bantuan itu yang mengusulkan siapa dan diterima siapa kami juga tidak tahu,” kata Joko.
Sementara itu, Kamis (7/5), kepala desa se-Kecamatan Banyudono memenuhi panggilan Kejari Boyolali untuk dimintai klarifikasi mengenai dana hibah tahun 2014. Selain seluruh kepala desa, Camat Banyudono Rita Puspita
Sari juga hadir dalam agenda klarifikasi tersebut. Klarifikasi dilakukan sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore.
“Sementara Banyudono dulu, kecamatan lain menyusul,” imbuhnya.

Kamis, 12 Maret 2015

Jalani rekonstruksi , Pmbuang Bayi akui penyesalannya

rekonstruksi tersangka saat baru melahirkan di kamar mandi
Petugas Polres Boyolali dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Boyolali merekonstruksi kasus pembuangan bayi dengan tersangka. SLN (Siti Lailatun Ni’mah, 20) warga Desa Sumberagung Klego, Selasa (10/3/2015).
Reka ulang digelar di perkampungan sebelah barat Polres setempat.
Dengan pengawalan ketat petugas, tersangka memperagakan sekitar 14 adegan. Dimulai dari kamar tempatnya tidur hingga bayi malang tersebut diletakkan di sungai belakang rumah tersangka. Selama mengikuti adegan itu SLN didampingi pengacara dan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali.
Kasus itu diketahui Kamis (12/2/2015)pagi setelah warga sekitar lokasi menemukan bayi tergeletak di sungai desa setempat. Selang dua hari kemudian. SLN dibekuk petugas Polsek Klego.

Dalam rekonstruksi itu adegan-demi adegan dilakukan sesuai petunjuk penyidik dari Polres Boyolali.
Sebelum bayi tersebut diletakkan di tepi sungai, tersangka sempat membungkus bayi hasil hubungan gelapnya dengan kain korden, kemudian dibawanya ke pinggir sungai.
Tersangka diketahui dijerat Pasal 341 /342 KUHP Tentang Kejahatan Terhadap Jiwa Seseorang yang Sedang atau Tidak Antara Lama Dilahirkan dengan ancaman 7 tahun penjara.
Hanya saja, Budi Sularyono penasehat hukum tersangka mengatakan pasal yang disangkakan pada tersangka dinilai kliru.
Sebab, bayi ketika lahir sudah dalam kondisi tidak bernyawa. “Maka dari itu pasal yang tepat adalah 181 KUHP tentang penelantaran mayat bukan pasal 341 KUHP dan atau 342 KUHP,” katanya seusai rekonstruksi.
Berdasarkan fakta dilapangan setelah rekontruksi diketahui Siti tidak membunuh bayinya. Ketika lahir bayi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selain itu, bayi juga lahir prematur.
”Seharusnya tidak menggunakan pasal pembunuhan namun menelantarkan mayat yang hukumannya maksimal 9 bulan penjara,” kata Budi. Usai rekonstruksi SLN sempat menyatakan penyesalan telah melakukan perbuatan itu. Dia mengaku melakukan tindakan itu karena kalut, takut dan malu.
”Saat ini orang tua saya tidak ada yang marah. Saya waktu itu kalut dan takut ketahuan jadi nekat membuang bayinya,” pungkasnya.

Pemancing di Waduk Cengklik Takut Gunakan Gethek

dok.timlo.net/nanin
Sejumlah pemancing di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, mengaku enggan memancing ke tengah waduk apalagi menggunakan gethek. Mereka mengaku trauma dengan kejadian yang menimpa dua pemancing yang tewas tenggelam di Waduk Cengklik, pekan lalu.

“Saya cukup di pinggir saja, kalau mau ke tengah pikir-pikir dululah,” ungkap Totok (49) warga Kartasura, Selasa (10/3).
Menurut pengakuan Totok, sebelum musibah tenggelamnya dua pemancing pekan lalu, dirinya biasanya memancing ke tengah waduk menggunakan gethek. Namun sejak peristiwa itu, Totok mengaku trauma. Lokasi yang menjadi favoritnya adalah di sisi selatan waduk. Di tempat itu, terdapat tembok penguat waduk yang nyaman untuk duduk bagi para pemancing.

Pemancing lain, Sentot (50) warga Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali menuturkan, dirinya jarang naik gethek saat memancing. Justru dia menyukai memancing dengan langsung masuk ke perairan waduk.
“Kalau naik gethek, paling hanya dua kali, lebih senang berendam di tempat yang dangkal,” imbuhnya.
Menurut dia, naik gethek di tengah waduk sangat beresiko, apalagi bila tidak bisa berenang. Bila tidak tenang, gethek mudah terguling.  Bila
panik, biasanya pemancing bisa terjatuh dan tenggelam.  Apalagi bila, dayung batang bambu menancap di dasar waduk. Saat menarik batang bambu, justru tangan terlepas karena batang bambu licin. Akibatnya pemancing terdorong maju dan kepala terbentur gethek hingga pingsan.

Dijelaskan, kasus meninggalnya dua pemancing, warga Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Muhammad Arifin dan Andri Wiranto pada Kamis (19/2/2015) masih menjadi perbincangan hingga sekarang. Para pemancing pun sebagian besar enggan memancing ke tengah waduk dengan naik gethek.

Minggu, 08 Maret 2015

Longsor Jembatan Samiran Semakin Melebar

Hujan yang terus menguyur wilayah lereng Gunung Merapi Merbabu, mengakibatkan longsor susulan di jembatan Samiran, Selo, Jumat (06/03). Longsoran bertambah disisi timur atau arah areal pemakaman.
dok.timlo.net/naninKepala seksi (Kasi) Jembatan BPT Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Surakarta Ukit W Indrajaya menjelaskan, longsoran tidak berpengaruh besar. Saat hujan, potensi longsor di jembatan Samiran sangat tinggi. Pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan di lokasi.
“Longsoran terjadi di sekitar badan jalan jadi tidak berdampak,” ungkapnya.
Sementara untuk perbaikan, diakui hingga saat ini belum bisa dilakukan mengingat cuaca belum mendukung. Selain itu, pekerja juga belum berani memperbaiki dan memperkuat tebing longsor lantaran berisiko tinggi. Dikhawatirkan, saat dikerjakan bisa terjadi longsor dan pekerja akan menjadi korban.

“Ini dilema mau mengerjakan masih takut longsor,” jelas Ukit W.
Senada, Camat Selo Wurlaksono menjelaskan, memang terjadi longsor beberapa waktu yang lalu. Namun, longsor tidak besar dan tidak berdampak. Dia menjelaskan, saat ini belum ada progres dari pembangunan jembatan Samiran.
Namun,dia menjelaskan saat ini truk sudah tidak berani melintas. Diakui memang saat awal-awal sosialisasi soal truk tidak boleh melintas, masih ditemukan satu dua yang nekat melintas.
“Sekarang sudah berkurang, pemilik truk sudah sadar dan tidak berani melintas,” katanya.

Rabu, 25 Februari 2015

Dua Pemancing Yang Hilang Di Waduk Cengklik Ditemukan Tewas

Dua Pemancing yang Hilang di Waduk Cengklik Ditemukan Tewasim SAR gabungan menemukan dua pemancing yang tenggelam di Waduk Cengklik Dusun Alang-alangan, Desa Senting, Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (20/2) sekitar pukul 20.45 WIB.

Menurut Komandan SAR BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo di Boyolali, Sabtu, dua korban tenggelam yakni Muhammad Arifin (23) dan Andri Wiranto (25) keduanya warga Kalicebong RT 01 RW 13 Kragilan Mojosongo Boyolali. 

Kurniawan menjelaskan petugas SAR pertama menemukan jazad Andri Wiranto sekitar 100 meter arah timur lokasi tenggelam korban dengan kedalaman air sekitar tiga meter. Korban kedua ditemukan sekitar lima meter dari jasad Andri.


"Kedua jasad korban kemudian dievakuasi ke pinggir waduk untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis bersama anggota Polsek Sambi, Kepolisian Resor Boyolali, kemudian diserahkan kepada keluarganya," katanya.

Kurniawan menjelaskan, tim SAR yang melakukan penyelaman sempat menghentikan pencarian pada Jumat (20/2) sekitar pukul 18.00 WIB dan kemudian melanjutkan kembali sekitar pukul 19.00 WIB.

Tim SAR dengan menggunakan perahu karet berputar-putar di dekat lokasi tenggelamnya kedua korban sehingga air waduk kelihatan seperti diaduk-aduk dengan harapan jazad korban muncul ke permukaan air.

Kepala Polsek Sambi AKP Bambang Rusito mengatakan pada kedua tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. 

Andri Wiranto dan Muhammad Arifin dilaporkan tenggelam di Waduk Cengklik, Sambi Boyolali, pada Kamis (19/2) pukul 14.00 WIB. Korban diketahui memancing sampai ke tengah waduk.

Korban Andri saat sampai ke tengah waduk dan akan mengambil galahnya yang menancap ke dasar malah tercebur. Korban lain Arifin panik dan berusaha menolong Andri, tetapi keduanya justru tenggelam ke dasar waduk yang kedalamannya sekitar tiga hingga empat meter. 

kabarbisnis

6 Juta Orang Meninggal setiap Tahun akibat Rokok

Memperingati hari kanker internasional, badan kesehatan dunia (WHO) merilis data yang mengejutkan tentang penyebab nomor satu penyakit kanker di dunia. 

Kanker saat ini disebabkan oleh budaya merokok dan industri tembakau yang tidak terkontrol, dan 2014 menjadi tahun yang menandai tingginya angka kematian disebabkan kanker paru-paru.


WHO mencatat, dari 8,2 juta orang yang meninggal karena kanker setidaknya 1,6 juta atau sekitar 20 persen dari 8,2 juta mati karena prilaku merokoknya. WHO juga memperkirakan setidaknya akan ada 6 juta orang yang akan meninggal tahun ini akibat penyakit yang disebabkan oleh merokok. Penyakit tersebut antara lain, kardivaskular, penyakit paru kronis, dan kanker.



Seperti yang kita ketahui saat ini Industri tembakau menghabiskan puluhan miliyar dolar setiap tahunnya untuk iklan, promosi, dan sponsor. Maka untuk melawan budaya negative tersebut sebuah negara harus berkomitmen untuk menerapkan dan mensosialisasikan bahaya merokok pada masyarakatnya, maka biaya untuk membeli rokok tersebut bisa memenuhi kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan secara gratis.

WHO memperkirakan kematian yang disebabkan oleh tembakau akan meningkat. mereka memperkirakan 2030 ada 8 juta orang yang akan meninggal disebabkan merokok jika hal tersebut tidak segera di atasi .

Nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda:

"Tidak boleh memudharati (mencelakai) diri sendiri dan orang lain ". (HR. Ibnu Majah)

Makna hadist ini yaitu bahwa semua hal yang bisa memudharati seseorang bagi agama maupun dunianya adalah diharamkan, baik rokok maupun selainnya.

Allah ta'ala berfirman, artinya "Janganlah kalian menjerumuskan diri kalian dalam kebinasaan" (QS. Al-baqarah : 195)

Maka para dokter dan para ustadz  sudah selayaknya terus mengingatkan manusia tentang bahaya rokok ini.

Islamedia

6 Juta Orang Meninggal setiap Tahun akibat Rokok

Memperingati hari kanker internasional, badan kesehatan dunia (WHO) merilis data yang mengejutkan tentang penyebab nomor satu penyakit kanker di dunia. 

Kanker saat ini disebabkan oleh budaya merokok dan industri tembakau yang tidak terkontrol, dan 2014 menjadi tahun yang menandai tingginya angka kematian disebabkan kanker paru-paru.


WHO mencatat, dari 8,2 juta orang yang meninggal karena kanker setidaknya 1,6 juta atau sekitar 20 persen dari 8,2 juta mati karena prilaku merokoknya. WHO juga memperkirakan setidaknya akan ada 6 juta orang yang akan meninggal tahun ini akibat penyakit yang disebabkan oleh merokok. Penyakit tersebut antara lain, kardivaskular, penyakit paru kronis, dan kanker.



Seperti yang kita ketahui saat ini Industri tembakau menghabiskan puluhan miliyar dolar setiap tahunnya untuk iklan, promosi, dan sponsor. Maka untuk melawan budaya negative tersebut sebuah negara harus berkomitmen untuk menerapkan dan mensosialisasikan bahaya merokok pada masyarakatnya, maka biaya untuk membeli rokok tersebut bisa memenuhi kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan secara gratis.

WHO memperkirakan kematian yang disebabkan oleh tembakau akan meningkat. mereka memperkirakan 2030 ada 8 juta orang yang akan meninggal disebabkan merokok jika hal tersebut tidak segera di atasi .

Nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda:

"Tidak boleh memudharati (mencelakai) diri sendiri dan orang lain ". (HR. Ibnu Majah) 

Makna hadist ini yaitu bahwa semua hal yang bisa memudharati seseorang bagi agama maupun dunianya adalah diharamkan, baik rokok maupun selainnya.

Allah ta'ala berfirman, artinya "Janganlah kalian menjerumuskan diri kalian dalam kebinasaan" (QS. Al-baqarah : 195)

Maka para dokter dan para ustadz  sudah selayaknya terus mengingatkan manusia tentang bahaya rokok ini.

Islamedia

Sampah Overload, Boyolali akan Bangun 4 TPS

dok.timlo.net/naninDinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali berencana menambah empat lokasi tempat pembuangan sementara (TPS), menyusul sudahoverloadnya tampungan sampah di TPS yang ada. Saat ini, di Boyolali ada 54 TPS yang tersebar di seluruh wilayah, seperti di pasar-pasar tradisional.
Kasi Kebersihan DPU ESDM Boyolali, Suwarno mengungkapkan, seiring dengan banyaknya masukan masyarakat serta kurangnya tempat pembuangan sampah, pihaknya akan menambah 4 TPS tahun ini.  “Harapan kami dengan bertambahnya TPS akan menampung sampah yang jumlahnya terus bertambah,” ungkapnya, Selasa (24/2).

Dijelaskan, pertumbuhan masyarakat berdampak meningkatnya volume sampah di masyarakat. Akibatnya, kebutuhan TPS di lingkungan masyarakat yang padat juga meningkat. Sampah-sampah tersebut setelah ditampung di TPS, akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Winong, Boyolali.
Sementara itu,  untuk memupuk kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya, DPU ESDM juga melakukan sosialisasi pengelolaan sampah secara tepat. Sosialisasi dilakukan dengan melibatkan pakar pengelolaan sampah dari Semarang.
“Sosialisasi meliputi tatacara pengelolaan sampah mulai dari pemilihan dan pemilahan sampah hingga  pembuangan TPS dan TPA,” terangnya.
Sosialisasi tersebut melibatkan RT dan RW di wilayah Kecamatan Boyolali Kota. Menurutnya, keberadaan RT dan RW ini cukup vital sebagai ujung tombak penyadaran masyarakat. Diharapkan dengan sosialisasi ini, pengelolaan sampah di masyarakat dapat diterapkan dengan baik.

Kasus PNS Selingkuh, Bupati dan BKD Beda Pendapat

dok.timlo.net/naninKasus perselingkuhan oknum  PNS yang menjabat salah satu Kabid di DPKKAD Pemkab Boyolali, telah melalui sidang disiplin pegawai. Hanya saja, Bupati dan BKD memiliki persepsi yang berbeda terkait hasil sidang perselingkuhan tersebut.
Bupati Seno Samudro menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali membebaskan pejabat yang sebelumnya dituduh selingkuh karena kedapatan ngamar dengan seorang janda. Pembebasan ini sendiri dilakukan berdasarkan surat keterangan bermaterai dari ketua RT setempat yang menyatakan tidak ada penggropyokan.
Ada surat ketua RT yang mengatakan tidak ada penggropyokan, ketua RW juga begitu. Kasus ini tidak layak dilanjutkan,” tandas Bupati Boyolali, Seno Samudro, Selasa (24/2).

Menyikapi hal ini, Bupati meminta ada pembersihan nama untuk oknum Kabid tersebut. Terkait pemeriksaan yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah mengklarifikasi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk kepada pejabat yang bersangkutan. Dari pemeriksaan tersebut, diketahui ada upaya dari lawan politiknya yang telah menghembuskan isu bahwa pejabat tersebut telah berselingkuh dan digeropyok warga.
“Ternyata itu dari lawan politik yang membuat berita bohong. Saya sudah sampaikan kepada BKD untuk membersihkan nama pejabat yang bersangkutan,” imbuhnya.
Di sisi lain, pernyataan Bupati ini justru dibantah Kepala BKD Boyolali, Karsino. Menurut Karsino, saat ini penanganan kasus tersebut masih dalam proses. Bahkan, saat ditemui di kantornya, Karsino menyampaikan belum memberikan laporan kepada Bupati terkait hasil sidang yang digelar Rabu (18/2) lalu.
“Belum selesai. Masih kami proses. Tunggu hasilnya dulu, nanti kami sampaikan,” kata Karsino.
Saat disinggung mengenai pernyataan Bupati yang menyebutkan bahwa kasus tersebut hanya fitnah dan dibuat oleh lawan politik, Karsino enggan menanggapinya. “Saya kan belum laporan ke Bbupati,” elaknya.
Sebelumnya, seorang PNS dengan jabatan kepala bidang (Kabid) di salah satu SKPD di Pemkab Boyolali harus menghadapi pemeriksaan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) karena dituduh berselingkuh saat jam kerja.