Minggu, 16 Oktober 2016

Siip...., Sebanyak 975 PNS SMA/SMK di Boyolali dipindah ke Provinsi

Sebanyak 975 PNS di lingkungan sekolah tingkat SMA di Boyolali, statusnya akan diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), menyusul pengalihan kewenangan SMA/SMK dari kabupaten ke Pemprov.
Ratusan PNS tersebut saat ini tersebar di 72 sekolah tingkat SMA. Mereka menjabat mulai pengawas, kepala sekolah, staf hingga guru di sekolah dengan status sekolah negeri.

Dengan pengalihan kewenangan tersebut, salah satu implikasinya yakni sistem penggajian mereka pun akan ikut anggaran provinsi. joglosemar

Pasokan Turun, bulan Oktober ini Harga cabai naik diboyolali

Rendahnya pasokan dari petani menyebabkan harga cabai di pasar tradisional Boyolali melonjak naik.
Hari Wibowo, salah satu pedagang sayur di Pasar Boyolali Kota, Minggu (16/10/2016) mengatakan, saat ini harga cabai mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Untuk harga cabai merah besar yang dua hari lalu masih dijual Rp 33 ribu per kg, kini menjadi Rp 55 ribu.  Cabai merah kriting dari Rp 28 ribu menjadi Rp 55 ribu, cacai rawit merah dari Rp 26 ribu menjadi Rp 35 ribu, dan cabai rawit hijau dari Rp 28 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

Dia menjelaskan kondisi ini lantaran harga beli pedagang ke para tengkulak sudah tinggi dan pasokan cabai dari petani menurun. Ditambah kondisi cuaca selama selama ini membuat produktifitas petani cabai menurun.  
"Untung sekarang bukan musim hajatan, sehingga permintaan cabai stabil. Biasanya kalau musim hajatan dengan pasokan seperti sekarang ini tak akan mencukupi sehingga harganya bias lebih tinggi lagi,” kata Hari.

Senin, 10 Oktober 2016

2.200 Delegasi dan 40 Dubes Hadiri Hari Pangan Sedunia Boyolali

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 tingkat nasional yang akan dipusatkan di Boyolali, 28-30 Oktober mendatang, akan dihadiri 2.200 delegasi dari berbagai daerah dan negara tetangga.
Empat puluh delegasi di antaranya adalah duta besar dari berbagai negara. Kendati demikian, kehadiran 40 duta besar itu belum terkonfirmasi.

Hal itu disampaikan Bupati Boyolali Seno Samodro di sela-sela rapat besar persiapan pelaksanaan HPS di Pendapa Alit Rumdin Bupati Boyolali, Kamis (6/10/2016) sebgaiman dicopas dari solopos
Rapat besar itu dipimpin Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono dan dihadiri pelaksana tingkat nasional yakni Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) dan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).
Seno menjelaskan 2.200 delegasi itu juga berasal dari perwakilan seluruh kabupaten di Indonesia. Setiap kabupaten akan membuka stan produk unggulan termasuk mengirimkan petani-petani unggulan untuk berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi sudah mengonfirmasi kehadirannya dalam peringatan yang dipusatkan di beberapa lokasi di Boyolali, seperti Kompleks Pemkab Boyolali di Kemiri Mojosongo dan di lahan sawah Desa Trayu dan Tanjungsari Banyudono itu.
“Yang mengagetkan kami adalah Presiden menghendaki peringatan digelar sesederhana mungkin padahal kami sudah persiapkan berbagai event yang cukup megah,” kata Seno.
Seperti diketahui, dalam Peringatan HPS ini Balitbangtan dan BPTP akan memperkenalkan beragam teknologi baru di bidang pertanian yang akan dikembangkan dan diterapkan petani di seluruh Indonesia.
Beberapa teknologi pertanian yang sudah dipersiapkan antara lain sistem tanam jajar legawa super (jarwosuper) untuk tanaman padi. Sistem tanam ini diujicobakan pada lahan seluas 100 hektare di Desa Trayu dan Tanjungsari.
Selain itu, Balitbangtan juga memperkenalkan teknologi pestisida nabati dan hayati serta light trap untuk mengurangi organisme pengganggu tanaman.
Sedangkan pada demo plot tanaman hortikultura di area sekitar Kompleks Pemkab Boyolali, BPTP Jateng menerapkan sistem pengairan baru yang disebut irigasi tetes. Irigasi tetes dinilai cocok diterapkan di lahan kering yang banyak terdapat di wilayah Boyolali.
Di sela-sela rapat besar tersebut, tim dari Provinsi Jateng, Balitbangtan, dan BPTP meninjau demplot tanaman hortikultura tersebut.

Kamis, 06 Oktober 2016

Pilkada Jakarta 2017 : Kontestasi Plutokrat, Oligarkis, dan The Rest

dari nashihi masha (republika)
Dalam cerita dongeng tentang sihir, biasanya ada adegan ketika kekuatan sihir itu lenyap begitu saja. Tiba-tiba sapu tak bisa terbang, berubah ke wujud asli, tangan tak lagi bisa mengeluarkan kekuatan gaib, dan seterusnya.


Dalam kehidupan politik, sihir itu berupa narasi dan persepsi. Ketika persepsi dan narasi tertentu berhasil menyelubungi kehidupan politik maka sihir narasi dan persepsi itu menghipnotis seluruh konstituen dalam bahasa yang sama. Nah, setiap pihak yang bertarung akan membangun sihir masing-masing. Ada kalanya mereka berada dalam satu frekuensi, ada kalanya berbeda frekuensi.
Awalnya, pilkada DKI dipersepsikan bakal berada dalam satu tarikan napas dengan gelombang politik negatif seperti yang dilakukan Donald Trump: agresif, menyerang, frontal, dan masuk ke wilayah sensitif. Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama berada dalam frekuensi yang mirip dengan Trump. Dia agresif dan menyerang.


Secara kebetulan, Ahok beretnis Tionghoa dan beragama Kristen. Etnis Tionghoa sering dilihat secara pejoratif. Politik agresif dan ofensif itu dibalas lawan-lawannya dengan cara yang agresif dan ofensif juga. Tak hanya kebijakannnya –yang menguntungkan pengembang dan berdimensi fisikal serta nir-humanitiy-- yang diserang, tapi juga faktor agama dan etnisnya. Dua pihak berada dalam satu frekuensi dan berhadap-hadapan. Banyak yang khawatir pilkada bakal panas dan bisa ada insiden yang keras.

Karena itu, ada upaya untuk menarik PDIP agar tak ikut mendukung pencalonan Ahok. Hal ini selain cara mudah untuk mengalahkan Ahok juga sekaligus untuk mengurangi ketegangan politik dan sosial.
Jika PDIP tak ikut mendukung Ahok maka partai-partai yang mengusung calon penantang Ahok bisa keluar dari sihir konfrontasi yang berdimensi SARA. Namun upaya ini gagal. PDIP yang berkali-kali dikecewakan manuver Ahok – maju lewat independen dan menyerang partai serta menolak untuk mendaftar ke PDIP – akhirnya tetap ikut mendukung Ahok, dipasangkan dengan Djarot Saiful Hidayat. Dengan bergabungnya PDIP dalam koalisi pengusung Ahok maka kekhawatiran bahwa pilkada akan panas seolah menjadi tak terelakkan.

Benar saja. Dalam dua hari, setelah PDIP menyatakan dukungan ke Ahok, isu agresif mulai muncul. Partai pendukung Ahok dinilai sebagai partai pluralis – Hanura, Nasdem, Golkar, dan PDIP. Ahok disimbolkan sebagai figur pluralis. Sihir pluralisme akan dihadapkan dengan sihir “kafir dan Cina”. Klaim pluralisme melawan anti-pluralisme sebetulnya gegabah dan simplistis.
Namun politik adalah soal persepsi. Dan dalam konteks keindonesiaan, jelas sihir pluralisme yang akan menang. Namun kejutan itu datang. Upaya mencari lawan tanding Ahok yang tidak dalam frekuensi itu mendapat hasilnya. Susilo Bambang Yudhoyono memunculkan anaknya sendiri, Agus Harimurti Yudhoyono.

Agus yang masih berpangkat mayor pun harus pensiun dini dari TNI. Selain didukung Demokrat, Agus didukung PAN, PPP, dan PKB. Agus dipasangkan dengan Sylviana Murni. Sedangkan Gerindra dan PKS mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Figur Agus-Sylvi dan Anies-Sandi tentu tak bisa ditembak dengan isu anti-pluralisme. Karena itu sihir tersebut lenyap seketika. Lahirnya Agus dan Anies diharapkan bisa menghilangkan kekhawatiran bakal ada insiden pada pilkada pada Februari 2017 nanti.
Tak salah dengan penilaian bahwa pilkada DKI ini adalah pilkada rasa pilpres. Tak hanya DKI merupakan ibukota negara, tapi juga terjunnya semua kekuatan di sini.

Empat pusat gravitasi politik nasional ikut terjun langsung: Jokowi, Megawati, SBY, dan Prabowo. Ada upaya menarik pertarungan 2019 ke 2017. Tentu di luar empat gravitasi itu masih ada pusat-pusat kekuatan yang cair, yang bisa in and out ke dalam kelompok-kelompok adhoc. Mereka bisa dari mana saja: pengusaha, ormas, LSM, dan seterusnya. Dalam konteks ini, Anies dan Sandi lahir berkat adanya kelompok-kelompok adhoc yang secara persisten menolak Ahok. Mereka berasal dari civil society.

Kelompok itu tak mesti mengenal langsung, karena kuatnya dukungan terhadap Anies memang genuine dari masyarakat yang merasa tak cocok dengan Ahok. Sebetulnya, tak hanya kepada Anies, mereka juga berharap pada Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini. Namun Ridwan dan Risma batal untuk maju.

Dalam kontestasi ini, Anies dan Sandi bisa maju karena mewakili civil society. Tanpa adanya dukungan dari publik, Gerindra dan PKS tak akan mencalonkan mereka. Dalam konteks Indonesia yang masih patrimonial dan tingkat ketimpangan yang parah sulit sekali ada figur yang lahir tanpa dukungan patron.
Namun Anies dan Sandi masih bisa menghimpun dukungan civil society yang umumnya tak bisa menyatu. Sehingga ia bisa ditangkap Gerindra dan PKS, yang tentu ada dukungan dari sedikit pemodal. Mereka inilah the rest, yang tersisa. Civil society Indonesia memang tak ada yang mengurus. Semua bancakan sendiri. LSM yang sering disebut sebagai wakil civil society kini pun meninggalkan mereka.
Kini banyak aktivis LSM berada di Istana dan tersebar di BUMN. Tak ada lagi kegempitaan menolak penggusuran seperti di masa lalu. Selain itu, Anies-Sandi didukung oleh sedikit partai, setelah yang lain sudah lebih dulu beraliansi. Benar-benar the rest.
Sedangkan Agus-Sylvi benar-benar mewakili corak pemerintahan SBY di masa lalu: oligarkis, persekutuan elite. Agus bisa dicalonkan karena murni anak SBY. Namanya tak pernah disurvei. Sylvi juga bukan figur populer.

Satu-satunya kekuatan adalah karena dia birokrat tulen di Pemprov DKI. Tentu karena dia satu-satunya kandidat perempuan, Sylvi memiliki keunggulan dari aspek gender. Bisa dipastikan, kekuatan oligarkis – hal ini tecermin benar lewat figur ketua tim suksesnya, yakni Wisnu Wardana, pengusaha muda yang besar di masa SBY berkuasa -- akan berada di belakang Agus-Sylvi.
Faktor birokrasi dan militer akan ikut memengaruhi. Benar sekali bahwa figur Agus dan Sylvi punya potensi nilai jual. Namun bukan hanya itu yang utama.

Ahok sendiri merupakan tipikal pemerintahan Jokowi. Dia mewakili kaum plutokrat, persekutuan pemodal, terutama pengusaha properti.
Karena itu benar sekali yang dikatakan Ahok bahwa dia tak membayar partai, tak membayar teman Ahok, maupun tak membayar tim medsos. Itu bukan urusan Ahok. Kebijakan-kebijakannya memberikan keuntungan yang besar terhadap pengusaha properti.

Salah satu contoh nyata adalah reklamasi Teluk Jakarta. Tagline Agus-Sylvi – Jakarta untuk Rakyat -- jelas sekali terarah ke Ahok. Tagline itu bisa ditarik menjadi Jakarta bukan untuk pengembang, Jakarta bukan untuk orang kaya, dan seterusnya.
Pilkada nanti akan menjadi pertarungan kaum plutokrat, oligarkis, dan the rest. Kita saksikan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Rabu, 05 Oktober 2016

Cita-cita Pengembalian Ekosistem, Sungai Di Boyolali Akan Direstorasi

Upaya memulihkan ekosistem dan pengelolaan sungai berbasis mitigasi bencana akan digalakkan di sungai-sungai yang mengalir di wilayah Boyolali dengan gerakan restorasi sungai.

Hal itu terpapar dalam kegiatan Pembentukan dan Pengembangan Komunitas Sungai yang digagas Sekolah Sungai Boyolali dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Rabu (28/9). Agung Nugroho, relawan dari Sekolah Sungai menjelaskan, restorasi sungai akan dilakukan antara lain di Kali Gede, Kali Sungsang, serta Kali Pepe yang bermuara di Bengawan Solo dan menjadi salah satu pemicu banjir di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Pengembalian ekosistem sungai di wilayah Boyolali dirasa penting, sebab sungai tersebut menjadi hulu bagi sungai-sungai lain di wilayah dataran yang lebih rendah. Gerakan bisa dimulai dengan hal yang sederhana, semisal penanaman pohon serta tak membuang sampah di sekitar sungai.
"Untuk restorasi ini perlu dibentuk komunitas dan relawan sungai yang akan menjadi motor penggerak program," katanya.
Selain untuk mitigasi bencana, gerakan ini juga akan mendorong pemanfaatan wilayah aliran sungai untuk kegiatan positif, semisal untuk wisata dna penelitian. Menurut Agung, Kali Code di Yogyakarta bisa menjadi contoh dalam penataan sungai dan wilayah sekitarnya, termasuk dalam aspek kebersihan dan sebagainya.
"Di Boyolali sebenarnya banyak sungai yang bisa dimanfaatkan untuk aspek wisata atau kegiatan lainnya, namun belum dimaksimalkan," imbuhnya

Selasa, 04 Oktober 2016

Produk Boyolali : Diserang Kutu Putih, Harga Pepaya Anjlok

Hama kutu putih kembali merebak di sebagian wilayah Kecamatan Mojosongo dan Cepogo. Imbasnya, harga buah pepaya pun jatuh. Salah satu petani pepaya di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Darso Suparni (62) mengatakan, serangan hama kutu putih terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Hama menyerang buah dan daun pepaya.

Biasanya, serangan hama kutu putih hilang dengan sendirinya, saat musim hujan datang. Namun, meski beberapa hari terakhir sudah sering turun hujan, serangan hama kutu putih tidak juga mereda. Selain itu, petani juga sudah melakukan berbagai upaya. Termasuk berkoordinasi dengan petugas penyuluh dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali. Dia dan petani lainnya disarankan untuk menyemprot hama kutu putih tersebut dengan menggunakan air sabun. ”Tapi sudah disemprot, hama tak kunjung hilang,” katanya, Selasa (4/10) sebagaimana dicopas dari Suara Merdeka 

Ditambahkan, buah pepaya yang terserang hama kutu menjadi rusak. Meski kulit buah pepaya terlihat kemerahan tanda sudah matang, namun setelah dibelah, daging buahnya justru masih putih.
Tak Laku Dijual
Selain itu, rasa buah juga menjadi tidak manis. Imbasnya, buah pepaya yang terserang hama ini menjadi tidak laku dijual. Kalaupun laku, harganya pun menjadi anjlok. Biasanya laku Rp 3.000/ buah, namun kini hanya Rp 1.000-Rp 1.500/buah. ”Itu pun kalau laku dijual. Kalau tidak laku, ya terpaksa untuk pakan ternak sapi.” Kades Madu, Mardimin membenarkan merebaknya serangan hama kutu putih di desanya.
Padahal, Desa Madu merupakan salah satu sentra pertanian pepaya di wilayah Kecamatan Mojosongo. Petani hanya bisa pasrah, karena upaya yang dilakukan tak membuahkan hasil. ”Banyak buah pepaya yang rusak, sehingga tidak laku dijual. Bahkan, sebagian buah dibiarkan jatuh dan membusuk di ladang.” Serangan kutu putih juga dikeluhkan petani pepaya di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo. Di desa ini, hama kutu putih dikenal dengan nama hama luwu. Salah satu petani, Haryanto mengakui, hama ini sulit dibasmi, sehingga membuat resah petani. ”Kalau pepaya sudah habis, hama kutu putih tetap bertahan dan hidup di pohon waru.”

Nah ... Ini Susunan Tim Pemenangan untuk Pasangan Agus - sylvi

Pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni telah mendaftarkan nama-nama tim pemenangan ke KPUD DKI, 

Total ada 58 orang tim sukses pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP itu. Dipercaya sebagai ketua tim adalah Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli.
"Betul saya ketua, wakilnya dari tiga ketua (DPD DKI) partai sahabat," ujar pria yang akrab disapa Bang Nara 



Tiga partai sahabat yang dimaksudnya adalah pengusung Agus-Sylvi lainnya, yakni PAN, PPP dan PKB. Sementara posisi sekrertaris juga diisi politikus Partai Demokrat, yaitu Vike Very Ponto.
Belum dipastikan di mana lokasi markas dari tim sukses Agus-Sylvi ini. Dari berkas yang beredar, tercantum persetujuan dari pasangan calon. 

Adapan susunan struktur Tim Pemenangan Agus-Sylvi adalah sebagai berikut:

Ketua: Nachrowi Ramli

Wakil Ketua: Abdul Aziz, Hasbiallah Ulyas, Eko Hendro Purnomo

Sekretaris: Vike Very Ponto
Wakil Sekretaris: H Muallif ,Ichwan Zayadi, Husen, Raja Mantan Purba

Bendahara: Gatot M Suwondo
Wakil Bendahara: Dedi Kurnyawan, Moh Fauzi, Ariyanto, Erick Herlambang

Bidang Hukum and Advokasi
Ketua: Didi Irawadi Syamsudin
Wakil Ketua: Sanusi Maruf, Fauzi Thalib, Ferry Firman N, R Faisal

Bidang Logistik
Ketua: Anton Sukartono Suratto
Wakil Ketua: Sugeng Siswanto, Sukamta Wijaya, Helmi Azwary Simanjunt, Susilo Rs, Eka Putra

Bidang Saksi:
Ketua: Partoyo
Wakil Ketua: Nasri Samad, Ah. Fadli HS, Boy. Ade Muhamad, Krisna Salmun, Lazarus Simon Ishak

Bidang Media dan Jubir
Ketua: Imelda Sari
Wakil Ketua/Bidang Media: Dudi Franandes, Priyo Pamungkas, Oman Rakinda, Husni Thamrin

Juru bicara: Rico Rustombi, Ikhsan Modjo, Rachland Nasidik

Bidang LO dan Protokol: Anis Fauzan, Bambang Nurcahyadin, Wahyudi, Encer Ishak, Panji Purboyo, Tumi Rahmat Setiawan, Subhan Sanusi, Hendra Gunawan

Bidang IT: Roy Suryo, M Rifa'i Darus, Matnoor, Achmad M, Johan M, Ichwan Ridwan, Nur Hafizah
Nama Penghubung Pasangan Calon: Anis Fauzan, Bambang Nurcahyadin, Wahyudi, Encep Ishak.

jppn 

Catat....Ini Lhooo orang-orang yang ditugasi memenangkan Ahok - Djarot

Semua partai dan relawan pengusung bakal pasangan cagub dan cawagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, telah menetapkan tim pemenangan Ahok-Djarot untuk Pilkada DKI Jakarta 2017.

Daftar tim pemenangan itu telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, pada hari terakhir pemeriksaan kelengkapan administrasi cagub DKI, Selasa sore 4 Oktober 2016.
"(Susunan) tim itu hasil rapat Selasa siang, dan sore sudah dimasukkan (ke KPUD)," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP yang juga anggota dewan pengarah tim pemenangan Ahok-Djarot, Eriko Sotarduga, 


Dalam daftar tim pemenangan Ahok-Djarot, terlihat ada nama Ruhut Sitompul dan Sophia Latjuba di bagian juru bicara tim pemenangan.
Berikut susunan tim pemenangan Ahok-Djarot:
A. Dewan Pengarah Tim Pemenangan:
1. Ahmad Basarah

2. Eriko Sotarduga
3. Jefrri Darmadi
4. Effendy Choirie
5. Dadan Rusdiana
6. Agun Gunanjar Sudarsa
7. Fayakhun Andriadi
8. Gatot Sudariyanto


B. Ketua Tim Pemenangan:
Prasetio Edi Marsudi


C. Wakil Ketua Tim Pemenangan:
1. Dono Prasetyo
2. Mohammad Sangaji
3. Bambang Waluyo Wahab
4. Wibi Andrino


D. Sekretaris Tim Pemenangan:
TB Ace Hasan Syadzily


E. Wakil Sekretaris Tim Pemenangan:
1. Abdul Canter
2. Yuke Yurike
3. Virgie Baker
4. Michael Umbas

F. Bendahara Tim Pemenangan:
Charles Honoris


G. Wakil Bendahara Tim Pemenangan:
1. Baskara Sukarya
2. Nadya
3. Anies Hasan
4. Manuhara Siahaan
5. Joice Triatman


H. Juru Bicara Tim Pemenangan:
1. Ahmad Basarah
2. Komaruddin Watubun
3. Eriko Sutarduga
4. Sarifuddin Sudding
5. Miryam Yani
6. Very Yonnevil
7. Donny Tjahja Rimbawan
8. Taufik Basari
9. Bestari Barus
10. Sophia Latjuba
11. Ansy Lema
12. Raja Juli Antoni
13. Nevi Ervina
15. Jerry Sambuaga


I. Bidang Sumber Daya dan Kreatif Tim Pemenangan:
1. Mutiara Indah
2. Jhony Putra
3. Aria Bima
4. Soelchan Effendie
5. Franc Tumanggor


J. Bidang Data dan Informasi Tim Pemenangan:
1. Muhammad Omar Sjarif
2. Irvan Habibi Pulungan
3. Eva Sundari
4. Honey Annisa
5. Mohammad Pradana
6. Hariadhi
7. Kamilus Elu


K. Bidang Perlengkapan dan Rumah Tangga Tim Pemenangan:
1. Yovita Octaviani
2. Mahmudin Muslim
3. Budi Suprapti
4. Haritz Rahman Hakim
5. Budi Kurniawan
6. Agus Lomboan
7. Rendy Rizki Siregar
8. Sulistyani


L. Bidang Kampanye dan Sosialisasi Tim Pemenangan:
1. Merry Hotma
2. Nurmansyah Tanjung
3. Basri Baco
4. Slamet N Riyadi
5. Syarifuddin
6. Mulawarman Hanase
7. Bestari Barus
8. Guntur Romli


M. Bidang Penggalangan Massa Tim Pemenangan:
1. Arif Wibowo
2. Samsir Rambe
3. Andien Bachtiar
4. Hasan Basri Umar
5. Rendy Reinhart


N. Bidang Media Tim Pemenangan:
1. Martin Manurung
2. Charles Malkiansyah
3. Afriadi Rosdi
4. Gaya Kartasasmita
5. Clara Tampubolon


O. Bidang Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan:
1. Pantas Nainggolan
2. Tommy Sihotang
3. Sirra Prayuna
4. Gelora Tarigan
5. Taufik Basari
6. Ruddin Akbar Lubis
7. Rian Ernest
8. Abdul Qodir
9. M. Jaya Butarbutar
10. Jamaludin Lamanda
11. Andana Marpaung
12. Hilman Panjaitan


P. Bidang Khusus Tim Pemenangan:
1. Masinton Pasaribu
2. Tonny Tjahja Rimbawan
3. Jamaludin Kainubun
4. Latifah Al Anshori
5. Dipo Nusantara


Q. Bidang Keamanan Tim Pemenangan:
1. Audi Tambunan
2. Isyak Syah
3. M Ichsan
4. Umar Oetenan
5. Anwar Sjani
6. Alexander BS


R. Bidang Korda Jakarta Timur:
1. William Yani
2. Taufik Azhar
3. Top Sihombing
4. James Arifin Sianipar


S. Bidang Korda Jakarta Pusat:
1. Masinton Pasaribu
2. Farida Listuti
3. Rudin Akbar Lubis
4. Lathifah Al Anshori


T. Bidang Korda Jakarta Barat:
1. Darmadi Durianto
2. H Hamidi
3. Fathi R Sidiq
4. Abdul Aziz Muslim


U. Bidang Korda Jakarta Utara dan Kep Seribu:
1. Charles Honoris
2. Ramli Muhammad
3. Ahmad Sururi Afif
4. Ahmad Sahroni


V. Bidang Korda Jakarta Selatan:
1. Gembong Warsono
2. Michael Hidayat
3. Ruslan Amsari
4. M Soleh
5. Wibi Andrino

Polres Boyolali Dibantu 10 Motor Trail untuk Patroli ke Pegunungan

Polres Boyolali menerima bantuan 10 unit motor trail dari Polda Jateng. Bantuan diserahkan langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat melakukan kunjungan ke Mapolres Boyolali.

“Rawat dengan baik, gunakan sesuai fungsinya,” pinta Kapolda Irjen Pol Condro Kirono di hadapan anggota Polres Boyolali.

Dijelaskan, bantuan sepuluh unit motor trail ini sebagai penunjang pelayanan serta meningkatkan rasa aman kepada masyarakat. Kapolda meminta anggota bisa melakukan patroli hingga ke daerah-daerah terpencil, seperti wilayah pegunungan Merapi Merbabu. Terutama juga melakukan patroli di daerah-daerah rawan bencana yang sulit terjangkau alat transportasi.
“Kita juga berharap keberadaan motor trail ini bisa mengantisipasi gangguan Kamtibamas, terutama di jalan-jalan raya,” tandasnya. dari Timlo

Hmmm...Kisah 'Wonder Woman' dari Boyolali Promosi Kuliner hingga Meksiko

Jauh merantau dari kampung halamannya di Boyolali. Namanya Eni Sulistianingsih. Sudah tujuh tahun di Meksiko, membuka Warung Makan yang menyajikan khas segala macam masakan Indonesia.
Eni mengaku sudah kurang lebih tiga tahun usahanya Warung Makan ia kembangkan sendiri. Memiliki tiga karyawan, Eni mengaku bersyukur usahanya berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah. Usaha saya berjalan lancar. Saya  wonder women," ujarnya sumringah saat ditanya harus jauh dari kampung halaman.
Usaha makanan milik Eni diberi nama Warung Makan. Terletak di salah satu sudut jalan di Kota Meksiko. Tepatnya di Jalan Peubla antara jalan Gueladahara dengan Cozumel.
Resep masakan khas Indonesia ia sajikan. Rendang, Sate Ayam, tempe, dan berbagai resep masakan Indonesia ada di Warung Makan milik Eni.
Hampir semu orang Indonesia yang berkunjung ke Meksiko, mampir ke Warung Makan milik Eni.
Termasuk para delegasi parlemen Indonesia yang berkunjung ke Meksiko dalam rangka acara Muhibah, dipimpin Wakil Ketua DPR,Fadli Zon.
"Kebanyakan pelanggan saya adalah tamu asing yang pernah atau berkunjung ke Indonesia, merasakan masakan Indonesia," ungkap Eni.
"Mereka yang makan tamu yang berasal dari Eropa, Timur Tengah atau Asia. Orang Meksiko juga ada yang suka masakan khas Indonesia," Eni menjelaskan.
Keberaniannya membuka Warung Makan, Eni mengaku lantaran belum ada orang Indonesia yang berbisnis kuliner di Meksiko.
Ia tak memungkiri, cita rasa orang Meksiko agak sulit untuk bisa menikmati segala macam masakan khas Indonesia.
"Sambil berjalan dan alhamdulillah, sudah berjalan tiga tahun sampai sekarang," aku Eni seraya menjelaskan Rumah Makan miliknya mulai buka pada pukul 11.00 waktu setempat.
Sebelum menjalankan bisnis kuliner, Eni mengaku bekerja sebagai tim promosi dengan orang Indonesia lainnya. 
Mempromosikan berbagai macam khas Indonesia. Kerajinan tangan, mempromosikan batik dan lainnya. tribunnews

Ahok: Sandiaga Ikut "Tax Amnesty" Buktikan Dia Pengemplang Pajak

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tantangan bakal calon wakil gubernur Sandiaga Uno terhadap dia tidak sebanding.

Sandiaga sebelumnya menantang Basuki atau Ahok untuk melakukan pembuktian harta terbalik. Ahok mengaku telah memeriksakan hartanya sejak dia menjadi pejabat atau pada tahun 1999.


"Jadi seorang pejabat publik, ketika melaporkan LHKPN itu dilihat aparat dari gaya hidup, biaya hidup sama enggak uang yang dialaporin ini, mendekati betul enggak," kata Ahok, di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Ahok menyebut dirinya sudah teruji dalam hal pelaporan harta kekayaan. Ia rutin melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ahok menjelaskan, masyarakat non-pejabat tak perlu melaporkan harta kekayaannya, tetapi wajib melaporkan pajaknya. Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah menjalankan program tax amnesty atau pengampunan pajak.
"Tax amnesty ini untuk orang biasa yang tidak bisa membuktikan pajak yang dia bayar dengan gaya hidupnya. Dalam hal ini, Pak Sandiaga ikut (tax amnesty), berarti itu juga membuktikan Pak Sandiaga dulu tuh ngemplang pajak, enggak bayar pajak gitu ya, he-he-he," kata Ahok terkekeh.
Sandiaga sebelumnya mengajak Ahok dan keluarganya untuk melakukan pembuktian harta terbalik. Dia akan mendatangi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terlebih dahulu untuk menanyai bagaimana prosedur pembuktian harta terbalik.
Setelah itu, dia mengajak Ahok secara bersama-sama melakukan pembuktian harta secara terbalik.
"Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat dan pembuktian bahwa politisi itu jika berbicara harus dibuktikan dengan sebuah tindakan konkret. Kami tunggu bukti konkret dari ajakan beliau," kata Sandiaga.

kompas

Senin, 26 September 2016

Ini 101 Daerah yang Gelar Pilkada Serentak 2017 diseluruh Indonesia


Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak gelombang kedua pada 15 Februari 2017. Pilkada diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

"Kami telah membahas dengan seluruh anggota KPU di provinsi, kabupaten, kota dan akhirnya memutuskan bahwa yang menjadi patokan KPU dalam merancang program, tahapan dan jadwal Pilkada 2017 adalah pada 15 Februari,




Husni mengatakan, daerah yang akan menyelenggarakan pilkada tersebut terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Provinsi Aceh merupakan daerah yang akan paling banyak menggelar pilkada pada 2017, yakni satu pemilihan gubernur dan 20 pemilihan bupati dan wali kota.

Berikut daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2017 seperti dikutip dari Antara:


Provinsi (7):
1.  Aceh
2. Bangka Belitung
3. DKI Jakarta
4. Banten
5. Gorontalo
6. Sulawesi Barat
7. Papua Barat


76 kabupaten dan 18 kota

Kabupaten (76):
1. Mesuji
2. Lampung Barat
3. Tulang Bawang
4. Bekasi
5. Banjarnegara
6. Batang
7. Jepara
8. Pati
9. Cilacap
10. Brebes
11. Kulonprogo
12. Buleleng
13. Flores Timur
14. Lembata
15. Landak
16. Barito Selatan
17. Kotawaringin Barat
18. Hulu Sungai Utara
19. Barito Kuala
20. Banggai Kepulauan
21. Buol
22. Bolaang Mongondow
23. Kepulauan Sangihe
24. Takalar
25. Bombana
26. Kolaka Utara
27. Buton
28. Boalemo
29. Muna Barat
30. Buton Tengah
31. Buton Selatan
32. Seram Bagian Barat
33. Buru
34. Maluku Tenggara Barat
35. Maluku Tengah
36. Pulau Morotai
37. Halmahera Tengah
38. Nduga
39. Lanny Jaya
40. Sarmi
41. Mappi
42. Tolikara
43. Kepulauan Yapen
44. Jayapura
45. Intan Jaya
46. Puncak Jaya
47. Dogiyai
48. Tambrauw
49. Maybrat
50. Sorong
51. Aceh Besar
52. Aceh Utara
53. Aceh Timur
54. Aceh Jaya
55. Bener Meriah
56. Pidie
57. Simeulue
58. Aceh Singkil
59. Bireun
60. Aceh Barat Daya
61. Aceh Tenggara
62. Gayo Lues
63. Aceh Barat
64. Nagan Raya
65. Aceh Tengah
66. Aceh Tamiang
67. Tapanuli Tengah
68. Kepulauan Mentawai
69. Kampar
70. Muaro Jambi
71. Sarolangun
72. Tebo
73. Musi Banyuasin
74. Bengkulu Tengah
75. Tulang Bawang Barat
76. Pringsewu


Kota (18):
1. Banda Aceh
2. Lhokseumawe
3. Langsa
4. Sabang
5. Tebing Tinggi
6. Payakumbuh
7. Pekanbaru
8. Cimahi
9. Tasikmalaya
10. Salatiga
11. Yogyakarta
12. Batu
13. Kupang
14. Singkawang
15. Kendari
16. Ambon
17. Jayapura
18. Sorong

Selasa, 20 September 2016

Ingin Dalami Islam, Eks Pemain City Ingin Pensiun


Pemain Sheffield Wednesday Jeremy Helan diyakini bakal segera mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada usia 24 tahun. Eks pemain Manchester City itu ingin mendedikasikan hidup untuk agamanya.


Seperti dilansir Goal, Selasa (20/9), bek asal Prancis itu dikabarkan telah memberitahu klub terkait rencananya tersebut pada pekan lalu.

Helan adalah seorang muslim yang taat. Ia punya rencana terbang ke Arab Saudi guna memperdalam agamanya lebih jauh lagi. 

Kontrak Helan bersama Sheffield Wednesday baru bakal berakhir pada Juni 2017 nanti. Karena itu, klub Inggris ini akan berusaha untuk mempertahankan masa depan sang pemain di Hillsborough.

Sejauh ini, masih belum ada komentar dari kedua belah pihak terkait spekulasi yang sudah berkembang luas ini.

Helan bergabung ke Manchester City dari Rennes pada 2008. Tetapi, ia hanya bisa mencatatkan satu pertandingan saat berkarir di Etihad Stadium.