Senin, 19 September 2016

Nasional : Polda Riau Tetapkan 93 Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan


Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau dan jajaran Polres Riau telah menetapkan 93 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Januari hingga saat ini. Sebanyak  93 tersangka tersebut dua di antaranya merupakan korporasi.

"Dua korporasi itu PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI) dan PT Sontong Sawit Permai (SSP)," ujar Dirkrimsus Polda Riau Kombes Rivai Sinambela sebagimana dimuat Republika di Jakarta, Selasa (20/9).
Rivai memaparkan modus yang dilakukan PT WSSI yakni membakar lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar seluas 80 hektare. Sedangkan tanaman sawit terlihat tidak terbakar sama sekali.

"Ini yang membuat kita menduga perusahaan itu sengaja membakar lahan seluas 80 hektare," ujar Rivai. 

Sedangkan modus PT SSP yakni dengan membuat sekat dan memblok parit. Selanjutnya membuka lahan dengan cara membakar lahan seluas 40 hektare tersebut.

Ia mengatakan, Direktur Utama PT WSSI berinisial OA telah dipanggil dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan PT SSP, Rivai yakin akan memanggil Direktur Utama PT SSP dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat akan kita panggil dan tetapkan sebagai tersangka," ungkapnya.

Adapun rincian 91 tersangka perorangan dalam kasus Kahutla 2016, yakni Polres Dumai menetapkan 18 tersangka dan Polres Bengkalis 15 tersangka. Disusul Polres Rokan hilir 12 tersangka dan Polres Rokan hulu dua tersangka.

Selanjutnya Polres Pelalawan menetapkan 10 tersangka, Polres Siak delapan tersangka, Polres Indragiri hulu tujuh tersangka. Kemudian Polres Kepulauan Meranti sebanyak tujuh tersangka, Polresta Pekanbaru lima orang tersangka, dan Polres Kampar menciduk lima orang sebagai tersangka kasus karhutla.

"Dan Polres Indragiri Hilir menetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Rivai.

Rivai menambahkan sebanyak 46 perkara saat ini telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak kejaksaan. Kemudian sebanyak 16 perkara ditingkatkan menjadi proses penyidikan dan tujuh perkara masuk ke tahap satu.

Internasional : Clinton Tuding Retorika Trump Bantu Rekruitmen ISIS

CALON presiden AS dari partai Demokrat Hillary Clinton, menuduh saingannya dari Partai Republik Donald Trump membantu kelompok teroris ISIS dalam merekrut lebih banyak militan, AFP melaporkan.

Retorika anti-Islam Trump telah membahayakan keamanan nasional AS, kata Clinton kepada wartawan di White Plains, Westchester Senin kemarin (19/9/2016) menyusul insiden pemboman baru-baru ini di New York dan New Jersey.
Clinton mengatakan bahwa banyak retorika yang kita dengar dari Donald Trump telah menjadi inspirasi teroris, khususnya ISIS karena mereka membuat ini menjadi perang melawan Islam.

“Retorika dan bahasa Trump telah digunakan dalam memberikan bantuan dan kenyamanan kepada musuh kita,” klaim Clinton
Sebelumnya pada Minggu malam, perangkat bom meledak di dekat sebuah stasiun kereta api New Jersey pada saat penjinak bom FBI berusaha melucuti senjata dengan robot. Bom lainnya yang ditempatkan di tong sampah di Seaside Park meledak pada hari Sabtu.
Juga, sebuah bom meledak di kawasan Chelsea dari New York City pada Sabtu malam dan melukai 29 orang.
Dalam insiden lain pada Sabtu malam, penyerang bersenjatakan pisau, mengenakan seragam keamanan swasta, mengamuk di sebuah mall di Minnesota dan menikam 8 orang sebelum ditembak mati oleh seorang polisi yang sedang tidak bertugas. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan penusukan tersebut. copas dari islampos

Budaya Boyolali : Kisah Duta Seni Boyolali Memukau Moscow

Duta Seni Boyolali 2016 mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat Moskow dan wisatawan dari berbagai negara dalam acara Festival Indonesia 20-21 Agustus yang lalu. Acara ini  diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rusia dalam rangka Trade, Tourism, and Investment (TTI) Forum. Dan Duta Seni Boyolali menjadi salah satu penampil yang mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

duta seni tampilkan tarian topeng ireng
Saya turut mengabadikan momen-momen bagaimana terpukaunya penonton saat tarian dipentaskan, bagaimana antusiasnya penonton saat diminta menari bersama, dan menyaksikan begitu banyaknya penonton yang ingin berfoto bersama dengan para penari di balik panggung.

Yang saya sebut para penari ini adalah Duta Seni Boyolali 2016 yang terdiri dari 20 pelajar SMA/SMK berprestasi se-Kabupaten Boyolali. Mereka diseleksi secara ketat dari ratusan pendaftar tahun ini, kemudian digembleng selama 4 bulan, dan diberangkatkan ke Rusia serta Uni Emirat Arab, 19-26 Agustus 2016. Mereka berlatih beberapa tarian, dan digembleng tentang kepribadian, kedisiplinan, kekompakan, serta berbagai informasi mengenai perjalanan panjang ini.
Dari 20 pelajar ini, belum ada satu pun yang pernah bepergian ke luar negeri, bahkan sebagian besar belum pernah naik pesawat terbang. Ini salah satu hal yang menarik perhatian saya, karena saya pernah mendengar Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan : ”Boyolali memiliki bandara internasional besar, Adisumarmo. Tapi anak-anak saya, anak-anak Boyolali, banyak yang belum pernah melihat apalagi naik pesawat. Saya ingin memberi wawasan dan tambahan pengalaman kepada mereka sebagai bagian dari kemajuan Boyolali.”
Penulis dan penari

Ya..Pemerintah Kabupaten Boyolali memang telah melaksanakan program ini selama 4 tahun berturut-turut. Setiap tahun diseleksi 20 pelajar, mereka melawat ke negara-negara yang berbeda setiap tahunnya.Tahun 2013 ke Eropa, 2014 ke Amerika Serikat dan Kanada, 2015 ke Hong Kong, Tiongkok, dan Jepang. Tidak hanya mementaskan tarian, mereka juga mendapat kesempatan mempelajari banyak hal, termasuk mengunjungi beberapa universitas ternama seperti Harvard di Amerika Serikat.
Setelah menjalani latihan yang intensif, termasuk pemusatan latihan di Selo yang terletak di kaki Gunung Merapi yang cukup dingin, Duta Seni Boyolali 2016 berangkat ke Moscow tanggal  18 Agustus 2016 lalu. Inilah awal lawatan budaya ke 3 kota yang sedang banyak dikunjungi oleh wisatawan berbagai negara di musim panas ini. Selain Moskow, mereka mementaskan tarian juga di St.Petersburg dan Dubai.
Lima tarian dipersiapkan untuk lawatan budaya ini,  antara lain:  “Jaranan”,  “Sekar Merapi Boyolali”, dan “Topeng Ireng” yang menceritakan guyub dan bersatunya masyarakat kaki gunung Merapi dan Merbabu. Setelah melalui perjalanan belasan jam yang cukup melelahkan, dengan transit di Jakarta, Singapura, dan Dubai, kami sampai di Moskow tanggal 19 Agustus malam hari.
Saya cukup lega menyaksikan para pelajar ini sangat bersemangat dan tetap sehat. Rupanya pengalaman pertama melampaui berbagai proses pemeriksaan di bandara demi bandara justru membuat adrenalin mereka terpacu sehingga kelelahan tidak membuat mereka lemah.
Keesokan paginya mereka sudah siap mengenakan kostum tari Topeng Ireng dari hotel tempat kami menginap. Maka bikin hebohlah anak-anak Boyolali ini, karena tamu-tamu hotel yang ada di lobby berebut meminta foto bersama mereka. Saat berjalan menuju bus pun masih banyak yang ingin mendapat kesempatan mengambil gambar. Tapi kami harus segera menuju ke Gorky Park, tempat pementasan pertama, sebelum nanti mereka pentas di acara Festival Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI.
Gorky Park adalah taman terbesar di Moskow, tempat masyarakat berekreasi, berolah raga, dan menampilkan atau menyaksikan berbagai pertunjukan seni. Tari Topeng Ireng mendapat perhatian dari pengunjung yang kemudian ikut menari bersama dengan gembira. Sebagian mencoba mengenakan tutup-kepala para penari yang memang sangat atraktif.
Tanpa bisa berlama-lama, kami harus segera menuju ke Hermitage Garden, tempat berlangsungnya Festival Indonesia yang siang itu dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia di Rusia, Wahid Supriyadi. Begitu acara resmi dibuka, tari Topeng Ireng ditampilkan dan langsung menyedot penonton dari berbagai negara yang menjadi tamu KBRI dan masyarakat Moskow yang sedang menikmati Sabtu pagi di taman ini. Sangat atraktif, sehingga bidikan kamera fotografer begitu banyak, baik dari berbagai media yang hadir maupun sebagian besar penonton yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan tarian enerjik ini.
Tiga tarian ditampilkan siang sampai sore itu berselang seling dengan sajian budaya dari daerah lainnya. Dan kehebohan tetap berlangsung di belakang panggung saat penonton dan media berlomba ingin mengambil gambar para penari dengan kostum yang menarik ini. Meski hujan sempat turun, tapi penonton tak beranjak.
Duta Besar Republik Indonesia, Wahid Supriyadi memberikan apresiasi yang besar kepada Duta Seni Boyolali. Beliau mengatakan bahwa penampilan mereka luar biasa dan berharap dapat hadir kembali mengisi acara Festival Indonesia tahun depan.
Duta Seni Boyolali tampil kembali di hari ke-2 dalam Festival Indonesia dengan kehebohan yang tak kalah serunya. Beberapa media pun melakukan wawancara dan mengambil gambar sebelum dan setelah penampilan mereka. Tapi kami tidak bisa berlama-lama, karena perjalanan selanjutnya menanti...kami harus bergegas menuju stasiun kereta api dengan membawa berbagai properti yang sungguh tidak ringan. (Ninda Nindiani) copas from Kr Jogja

Seputar Boyolali : 440 Kecelakaan pelajar terjadi sepanjang tahun 2016 hingga september ini

Satlantas Polres Boyolali mencatat angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar tahun ini cukup tinggi. Tercatat selama Januari 2016- hingga 18 September 2016, dari 440 kasus kecelakaan dengan jumlah korban mencapai 564 orang, sebanyak 228 korban kecelakaan lalu lintas (pengendara) di antaranya adalah pelajar SD, SMP, dan SMA.

Sedangkan berdasarkan usia, ada 27 korban kecelakaan lalu lintas yang masih berusia 6-15 tahun, dan 72 korban untuk usia 16-20 tahun. Dari 564 korban sebanyak 75 di antaranya meninggal dunia sisanya mengalami luka berat dan luka ringan. Sementara dari 228 korban laka kalangan pelajar, 24 di antaranya meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah, melalui Kanitlaka Ipda Widodo, menjelaskan kepolisian tidak pernah berhenti melakukan penegakkan hukum terhadap pengendara sepeda motor yang masih berada di bawah usia 17 tahun.
Satlantas juga sering sosialisasi kepada pihak sekolah untuk menekan jumlah pelajar yang berkendara sepeda motor. “Imbauan kepada masyarakat orang tua untuk tidak mengizinkan anaknya membawa motor juga sudah. Sayangnya kesadaran masyarakat ini masih sangat kurang,” kata Widodo, saat ditemui, Sabtu (17/9/2016).
Kasus kecelakaan fatal yang menimpa siswa SMPN 2 Banyudono, pada Jumat (16/9), diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengurangi risiko kecelakaan pada pelajar. (Kebut-kebutan, Siswi SMP Tewas)
“Sepertinya memang sekolah perlu buat aturan khusus terutama SMP, agar melarang muridnya membawa motor ke sekolah. Tidak hanya itu, masyarakat sekitar sekolah juga perlu mendukung dengan tidak membuka tempat parkir bagi motor pelajar,” kata Widodo sebagaimana dicopas dari solopos
Yang selama ini terjadi, meskipun sekolah sudah melarang namun masyarakat sekitar sekolah justru membuka tempat penitipan sepeda motor sehingga siswa leluasa menitipkan kendaraannya kemudian ke sekolah masuk dengan jalan kaki. Bagi sekolah yang mampu juga diimbau membuka layanan antar jemput dengan kendaraan.

MPR : Setuju KPK ungkap kasus Korupsi Kecil, tetapi kasus besar Musti diungkap macam BLBI, Century dan Sumber Waras

Wakil Ketua MPRHidayat Nur Wahid menilai ada logika yang salah apabila menginginkan pembubaran institusi Dewan Perwakilan Daerah, pascapenetapan tersangka Ketua DPD Irman Gusman olehKPK, namun yang terpenting adalah penegakkan hukum secara jelas.
"Kalau ada anggapan, apabila ada masalah lalu lembaga negara itu dibubarkan, itu logika yang salah. Karena itu kalau ada masalah hukum maka hukum harus ditegakkan dengan jelas, bukan karena kriminalisasi atau fitnah," katanya di Jakarta, Senin(19/9).

Hidayat Nur Wahid mengatakan antara masalah Irman Gusman dengan DPD itu adalah dua masalah yang berbeda.
Dia mengatakan, semua pimpinan lembaga negara dan eksekutif hampir semua pernah punya masalah, namun tidak serta merta berimbas pada pembubaran institusi tersebut.
"Ada kepala daerah ditangkap KPK, ada Ketua MK ditangkap KPK, bahkan pimpinan KPK pun juga punya masalah hukum," ujarnya.
Politikus PKS itu menegaskan, dirinya setuju penangkapan yang bernilai Rp100 juta, namun kasus-kasus lain yang jumlah kerugian negaranya besar, jangan luput oleh KPK.
Menurut dia, yang penting ditegakkan oleh KPK kalau serius memberantas korupsi adalah harus mengusut kasus dugaan korupsi yang nilainya miliaran rupiah seperti kasus Sumber Waras, Suap Reklamasi, Pembelian Tanah di Cengkareng, Century, dan BLBI, juga harus dilakukan diusut dan diberantas.
"KPK terkesan lembek dalam kasus-kasus besar, KPK bahkan mengatakan kasus BLBI sudah tutup buku," ujarnya dicopas dari publicapos
Hal itu menurut Hidayat Nur Wahid tidak sesuai dengan semangat pemberantasan korupsi yaitu korupsi kecil diberantas begitu juga korupsi dengan nilai yang besar.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman (IG) dan dua lainnya yakni XSS dan MNI sebagai tersangka terkait dugaan korupsi kuota gula impor untuk wilayah Sumatera Barat.
KPK menetapkan status tersangka pada tiga orang yakni XSS, MNI dan IG terkait tindak korupsi pada penyelenggara negara," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9).
Dia menjelaskan kronologis dimulai ketika KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Jumat malam.
Kejadian bermula ketika XSS, MNI dan WS (adik dari XSS dan MNI) mendatangi rumah IG pada Jumat (16/9) pukul 22.15.
Kemudian sekitar Sabtu (17/9) pukul 00.30, ketiganya keluar dari rumah IG dan tim KPK menghampiri ketiganya ketika berada di dalam mobil yang masih parkir di halaman rumah IG.
"Petugas KPK kemudian meminta mereka untuk masuk kembali ke dalam rumah dan meminta agar IG menyerahkan bungkusan berisi uang yang berasal dari XSS dan MNI," ungkap Agus.
Bungkusan tersebut ternyata merupakan uang senilai Rp100 juta yang merupakan uang jasa rekomendasi untuk kuota impor gula wilayah Sumatera Barat.

Rabu, 14 September 2016

Rasul Saja Tidak Pakai Helm!

SUATU ketika, seorang polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Bapak itu hanya mengenakan peci berwarna putih sebagai penggantinya.

Tanpa pikir panjang, polisi meminta SIM dan STNK si bapak yang langsung ditolak dengan keras si bapak.
Polisi : (Mengeluarkan buku tilang) “Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK Anda?”
Bapak : “Sebutkan apa kesalahan saya.”

Polisi : “Anda tidak mengenakan helm.”
Bapak : “Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.”
Polisi : (Sedikit bingung) “Maksud Anda?”
Bapak : “Rasulullah saja tidak pakai helm. Jadi jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau.”
Polisi : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) “Begitu ya, Pak? Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor. Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, apakah Anda yakin Rasulullah tidak akan memakai helm?”
Bapak : (Tersentak dan terdiam seketika)
Polisi : “Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang Anda sukai seolah-olah Andalah penentunya. Alhamdulillah saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya.”
Bapak : “Apa maksud Bapak? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya?”
Polisi : “Benar. Bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala Anda akibat benturan, apakah keluarga Anda tidak akan menerima akibatnya? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan? Siapa yang nanti akan menafkahi mereka?”
Bapak : “Allah yang akan menafkahi mereka.”
Polisi : “Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberikan Allah seringkali lewat orang lain? Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda? Jika Anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi ‘ayah tiri anak-anak Anda’. Dan apakah Anda ikhlas dengan itu?”
Bapak : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)
Polisi : “Ini pesan saya buat Anda pak, melindungi diri Anda sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri Anda saat melihat kepala suaminya terlindungi. Dan jika Anda mencintai keluarga Anda, maka Anda pasti mengurangi risiko yang membahayakan Anda. Hari ini saya tak menilang Anda, anggaplah nasihat barusan sebagai surat tilang saya untuk Anda.”
Bapak : (tertegun) “Terima kasih, Pak Polisi. Saya minta maaf. Oh ya, nama Bapak siapa?”
Polisi : “Mukidi.” []

Hmm Kebutuhan Benih Lele di Boyolali masih Belum Terpenuhi

Petani lele Boyolali hingga saat ini masih terkendala dengan ketersediaan benih lele. Terkait ini, peternak lele meminta agar Pemkab Boyolali segera membangun Balai Benih Ikan (BBI) Terpadu.
Keluhan para peternak lele ini dibenarkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Bambang Jiyanto. Dijelaskannya, saat ini rata-rata kebutuhan benih lele di Boyolali mencapai 200.000 ekor per hari.

Jumlah tersebut sejauh ini belum bisa dikaver langsung dari lokal Boyolali, sehingga selama ini masih didatangkan dari daerah lain, terutama dari Jawa Timur. copas dari joglosemar

Lagi Bupati Boyolali, Janji Buat Kereta Gantung di Gunung Merbabu Merapi

Bupati Boyolali, Seno Samodro, bakal membangun proyek megah berupa kereta gantung di lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Proyek yang ditaksir menelan anggaran Rp100 miliar itu diklaim bakal menjadi satu-satunya objek wisata termegah di Jawa Tengah.
“Mohon izin Pak Gubenur, Boyolali ini sudah bikin masterplan mau bikin kereta gantung di Lereng Merapi Merbabu. Kereta ini akan jadi objek wisata termegah di Jateng. Mohon maaf, kalau Semarang belum punya [kereta gantung], Boyolali telah mendahului,” ujar Seno di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, disaksikan ratusan kepala desa (Kades) dari berbagai daerah di Nusantara di Hotel Gambir Anom, Boyolali, Selasa (30/8/2016).

Seno menjelaskan lokasi wisata kereta gantung berada di Desa Suroteleng, Kecamatan Selo. Pihaknya sudah meminta Kades setempat untuk menyiapkan lahan serta konsep ke depannya. Proyek ditaksir menelan anggaran senilai Rp100 miluar. “Lantas, dari mana anggaran itu?” tanya Seno retoris. “Dari dana desa dan investor,” ujarnya.
Seno mengklaim kereta gantung di lereng Merapi Merbabu akan menjadi satu-satunya objek wisata termegah di Jawa Tengah. Selama ini, kata dia, Jawa Tengah belum memiliki objek wisata sekelas impiannya itu. Dan dengan dana desa yang cukup besar serta masuknya sejumlah investor, kata dia, Desa Suroteleng, Kecamatan Selo, akan menjadi desa wisata dan mengangkat perekonomian warga.
Praktisi branding kota/daerah Soloraya, Irfan Sutikno, menilai program mercusuar dari Bupati Seno tersebut dilihat dari kacamata potensi daerah, masih sangat relevan. Bahkan, imbuhnya, jika hal itu benar-benar diwujudkan maka Boyolali akan menjadi ibu kota destinasi wisata di Soloraya.
“Boyolali ini secara lokasi masih sangat strategis, berada di antara Solo, Semarang, dan Jogja. Lahan juga masih sangat luas. Ada potensi wisata yang cukup besar di sana,” ujarnya.
Apalagi, sambung Irfan, wilayah Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) telah dikukuhkan menjadi satu di antara 10 destinasi wisata unggulan di Nusantara. Dengan mengusung branding “Java” sebagai merek wisata, maka program Seno itu sangat rasional. “Cuman, pertanyaannya apakah Pak Bupati benar-benar memperhitungkan secara matang teknis keuangannya? Kalau pakai dana APBD kan rasanya tak mungkin. Kalau investor, ya bisa saja itu,” paparnya.
Menurut Irfan, Soloraya masih minim destinasi wisata yang kuat. Minimnya destinasi wisata ini akan menjadi masalah jika daerah hanya mampu menggenjot branding, namun mengabaikan produk wisatanya. “Nah, kereta gantung ini jika benar-benar terealisasi, sangat luar biasa. Boyolali akan jadi ibu kota destinasi tourism. Saya berpikir positif semoga ini benar-benar terealisasi. Kalau tidak jadi, saya kasihan Pak Bupatinya,” ujarnya.

Kredibiltas Lembaga Survei yang mengatakan Kepuasan Masyarakat terhadap Presiden Perlu dipertanyakan?

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menilai kinerja pemerintahan Jokowi hingga saat ini belum dapat dikatakan baik. Sebab, masih terdapat berbagai permasalahan yang muncul dalam pemerintahan Jokowi, salah satunya masalah anggaran negara serta masalah dalam pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty).

"Tapi kalau dikatakan kinerja Pak Jokowi itu baik, saya kira agak sulit saya terima. Sekarang saja persoalan APBN  yang oleh Menkeu dikatakan tidak kredible tahun ini. Kan instrumen utama pemerintah APBN. Kalau APBN dalam dua tahun tidak kredibel, sulit mengatakan pemerintahan kita semakin baik," jelasnya di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (14/9).


Terkait masalah anggaran negara apabila target pengampunan pajak jauh meleset, Sohibul mengatakan pemerintah terpaksa harus kembali melakukan pemotongan anggaran belanja.
Dengan adanya masalah-masalah itu, ia pun menilai masyarakat harus mengetahui kredibilitas lembaga survei yang menyatakan adanya peningkatan kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah.
"Saya kira kalau masalah hasil survei karena kita bukan yang melakukan, maka kredibilitasnya harus kita tahu. Itu basisnya," ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei terakhir Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah Jokowi-JK meningkat. Pada Oktober 2015, kepuasan publik tercatat sebesar 50,6 persen, lalu naik menjadi 66,5 persen pada Agustus 2016.

Jumat, 26 Agustus 2016

Hmmm....500 Pembalap akan ramaikan Motorsport Drag Bike di Kompleks Kabupaten Boyolali

Sebanyak 500-an pembalap nasional bakal memeriahkan Pertamax Motorsport Drag Bike Championship putaran ke tiga di Boyolali. Lomba akan digelar Sabtu-Minggu (27-28/8) di jalan raya utama kantor Pemkab Boyolali di Kemiri, Mojosongo.

“Seri ketiga ini memang kita jadwalkan di Jateng. Kebetulan kita temukan di Boyolali. Sebelumnya kita kesulitan temukan lintasan yang representatif,” kata Ketua Panitia Pertamax Drag Bike Championship Seri III, Jamal Sungkar, Kamis (25/8) sebagaimana dikutip dari timlo.net
Dalam lomba tersebut, nantinya akan dilombakan 16 kelas, mulai dari kelas motor bebek, sport, dan matic. Selain itu juga ada kelas lomba supporting race untuk lokal Jateng, yang dikhususkan untuk kelas pemula.

“Pembalap kelas utama dilarang ikut dalam kelas pemula,” tambahnya.
Yang menarik, pihak panitia juga memberikan penghargaan kepada mekanik terbaik. Dimana hal ini belum pernah dilakukan dalam perlombaan dragbike. Tujuan pemberian penghargaan kepada mekanik, agar kalangan mekanik bisa lebih maju.
“Jadi tidak cuma pembalapnya yang kita tampilkan, tapi juga mekaniknya,” pungkasnya.

Kamis, 25 Agustus 2016

Fiqh Demonstrasi: Halalkah darah Demonstran Santun ? bagian III

Dalil-dalil menunjukkan bahwa mengingkari secara terang-terangan itu dilakukan selama kita mendapatkan maslahat, dan menghasilkan kebaikan serta menghilangkan keburukan. Nash-nash juga menunjukkan bahwa mengingkari itu dilakukan secara diam-diam jika dilakukan terang-terangan justru menambah keburukan dan tidak menghasilkan kebaikan.


Aku katakan kepada kalian: “Kesesatan yang terjadi pada umat ini tidaklah terjadi, kecuali karena mereka mengambil sebagian dalil saja, sama saja apakah itu dalam urusan aqidah, atau muamalah terhadap penguasa, atau muamalah kepada manusia, atau hal lainnya. Kami berikan contoh kepada kalian beberapa contoh agar lebih jelas bagi yang hadir dan pendengar. Misalnya: Khawarij dan Mu’tazilah. Mereka hanya melihat pada nash-nash yang berisi ancaman bagi pelaku dosa-dosa besar, mereka menjadikannya sebagai dalil nash-nash ini, tapi mereka melupakan nash-nash lain yang berisi janji Allah yang dengannya menghasilkan sikap raja’ (harap)….. ”


Lalu, Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah melanjutkan:

مسألة مناصحة الولاة، من الناس من يريد أن يأخذ بجانب من النصوص وهو إعلان النكير على ولاة الأمور، مهما تمخض عنه من المفاسد، ومنهم من يقول: لا يمكن أن نعلن مطلقاً، والواجب أن نناصح ولاة الأمور سراً كما جاء في النص الذي ذكره السائل، ونحن نقول: النصوص لا يكذب بعضها بعضاً، ولا يصادم بعضها بعضاً، فيكون الإنكار معلناً عند المصلحة، والمصلحة هي أن يزول الشر ويحل الخير، ويكون سراً إذا كان إعلان الإنكار لا يخدم المصلحة، لا يزول به الشر ولا يحل به الخير.
“Masalah menasehati penguasa, ada dari sebagian orang yang hendak berpegang dengan sebagian dalil yaitu mengingkari penguasa secara terbuka, walaupun sikap tersebut hanya mendatangkan mafsadah. Di sisi lain ada pula sebagian orang yang beranggapan bahwa mutlak tidak boleh ada pengingkaran secara terbuka, sebagaimana dijelaskan pada dalil yang disebutkan oleh penanya. Namun demikian, saya menyatakan bahwa dalil-dalil yang ada tidaklah saling menyalahkan dan tidak pula saling bertentangan. Oleh karena itu, 

BOLEH MENGINGKARI PENGUASA SECARA TERBUKA BILA DI ANGGAP DAPAT MEWUJUDKAN MASLAHAT, yaitu hilangnya kemungkaran dan berubah menjadi kebaikan. Dan boleh pula mengingkari secara tersembunyi atau rahasia bila hal itu dapat mewujudkan maslahat/kebaikan, sehingga kerusakan tidak dapat dihilangkan dan tidak pula berganti dengan kebaikan.” (Lihat: Liqaa Al Baab Al Maftuuh No. 62)

Sementara itu, Syaikh Abu Syuja’ Al Azhari –dalam Al Mukhtashar Al Mufidah Min Ahkamil Muzhaharat As Saliimah– menjelaskan tentang apa itu demonstrasi (Muzhaharah) dan bagaimana hukumnya, yang menurutnya adalah WAJIB. Tentunya fatwa wajib ini masih bisa didiskusikan lagi.

Berikut ini sebagian perkataannya:
المظاهرة: هي خروج الناس إلى الشّارع لقول كلمة حقٍّ، ونصر المظلومين، ومطالبة الحاكم برفع الظلم، وإحقاق الحقِّ. الحكم التكليفي الإجمالي للمظاهرة: المظاهرة في الأصل مشروعة؛ لأن الخروج إلى الشارع لا حرمة فيه، ومطالبة الحاكم بمطالب مشروعة هو أمر مشروع لا حرمة فيه، بل المظاهرات المعاصرة التي نراها اليوم هي فرض عين على كل مسلم قادر على الخروج.

Demonstrasi: itu adalah keluarnya manusia ke jalan untuk menyuarakan kebenaran, menolong orang yang dizalimi, menuntut hakim (pemimpin) untuk menghilangkan kezaliman, dan memunculkan kebenaran. Secara global hukum dari demonstrasi pada dasarnya adalah DISYARIATKAN, karena keluarnya manusia ke jalanan adalah tidak diharamkan, dan menuntut hakim dengan perkara-perkara yang disyariatkan itu juga hal yang disyariatkan, tidak ada keharaman padanya. Bahkan, demonstrasi masa kini, yang kita lihat hari ini merupakan FARDHU ‘AIN atas setiap muslim bagi yang mampu untuk keluar. (Selesai kutipan dari Syaikh Abu Syuja’, Beliau menyampaikan sembilan dalil tentang disyariatkannya demonstrasi damai)

Selengkapnya artikel dari Syaikh Abu Syuja’ Al Azhari akan kami lampirkan pada waktunya. Insya Allah

Berhati-hati Dalam Menghalalkan Darah Kaum Muslimin
Hendaknya kita hati-hati dalam urusan darah kaum muslimin, janganlah mengharamkan apa-apa yang Allah Ta’ala halalkan. Jangan berlebihan dalam mengobral kata-kata kafir, karena emosi dan hawa nafsu, tanpa dasar dan fiqih yang benar, yang berujung pada penghalalan menghilangkan nyawa seorang muslim. Ini perkara besar!

Allah berfirman:
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An Nahl: 116)

Jika shalat adalah hal pertama kali yang dihisab di akhirat dalam konteks hubungan manusia dengan Allah , maka urusan darah (pembunuhan) adalah yang pertama kali dihisab dalam hubungan sesama manusia.
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi bersabda:
أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ
Hal pertama yang diperkarakan di antara manusia pada hari kiamat nanti adalah urusan darah. (HR. Muttafaq ‘Alaih)


Demikian. Semoga kita bisa berpikir jernih, tidak bersikap keras dalam mengingkari dalam masalah yang masih diperdebatkan ulama, termasuk hukum demonstrasi ini, yang memang sebagian ulama melarang, sebagian lain membolehkan bahkan menganjurkan jika benar kondisi dan alasannya, atau juga bisa melarang dalam kondisi yang lain pula. Sikap keras dalam mengingkari hanyalah menjadi bukti betapa sering hawa nafsu dan lidah menjulur melebihi pemahaman dan akalnya. Wallahu a’lam (farid/dakwatuna)

sumber : dakwatuna 

Fiqh Demonstrasi: Halalkah darah Demonstran Santun ? bagian I

Miris saat melihat adanya seorang “Ustadz” bermudah-mudah dalam mengajarkan dan menganjurkan menumpahkan darah kepada kaum muslimin, hanya karena dia tidak setuju (atau tidak paham?) dengan aktivitas kaum muslimin tersebut. Seorang manusia, ketika sudah bersyahadat dan menjalankan shalat dan zakat, maka dia terjaga darahnya, haram menumpahkan darahnya. Tak seorang pun berhak menumpahkan darahnya, kecuali jika ada hak Islam yang dia langgar.

Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah bersabda:
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهَمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa Tiada ada Ilah kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka sudah melakukan itu, maka mereka telah aku berikan jaminan terjaga darahnya dan hartanya, kecuali karena hak Islam. Dan perhitungan atas mereka merupakan hak Allah . (HR. Al Bukhari No. 25, Muslim No. 35, 36)

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِيْ، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّاركُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ للجمَاعَةِ
Tidak halal darah seseorang muslim yang telah bersaksi tidak ada Ilah kecuali Allah dan aku sebagai utusan Allah, kecuali disebabkan salah satu di antara tiga hal: ats tsayyib az zaaniy (orang yang sudah nikah/janda/duda yang berzina), jiwa dengan jiwa (membunuh), orang yang meninggalkan agamanya dia memisahkan diri dari jamaah. (HR. Al Bukhari No. 6878, Muslim No. 1676)

Maka, tidak sepantasnya bermudah-mudah memfatwakan “bunuh”, “halal darahnya” kepada sesama umat Islam (termasuk demonstran muslim), tanpa hujjah yang benar dan kuat. Sebab, itu akan menjadi senjata dan alasan bagi para pelaku kezaliman untuk membunuh siapa saja yang tidak disukainya. Lebih tidak pantas lagi jika ini dianggap sebagai pendapat salaf, entah salaf mana yang diteladaninya? Wallahul Musta’an!

Demonstran = Bughat?
Demonstrasi atau unjuk rasa, merupakan salah satu cara menyuarakan hal-hal yang mereka inginkan; berupa hal yang mereka setujui atau tolak, menuntut hak, bahkan memperjuangkan hak-hak orang lain, bahkan membela negara sendiri dari ancaman negara lain. Cara seperti ini, di negeri ini diperkenankan bahkan dilindungi UU negara. Lalu, -dalam perspektif ini-, jika demonstrasi disamakan dengan bughat (pemberontakan), apakah mungkin negara memperkenankan pemberontakan, bahkan dilindungi UU yang mereka buat?
Ada pun bughat adalah upaya makar dengan melakukan pemberontakan kepada negara, dengan keluar dari ketaatan terhadap mereka dan angkat senjata untuk menggulingkannya. Jelas ini sangat berbeda dengan demonstrasi.

Ada sekelompok orang demonstrasi menuntut kenaikan upah kepada perusahaannya. Target demo-nya adalah perusahaannya sendiri, apakah pemimpin negara terancam?
Ada sekelompok orang demonstrasi menuntut ditutupnya lokalisasi perjudian dan pelacuran. Target demo-nya adalah kemaksiatan, apakah pemimpin negara terancam?
Ada sekelomok orang demonstrasi mengutuk serangan Zionis Yahudi kepada Palestina. Target demo-nya adalah Zionis, apakah pemimpin negara terancam? Dan masih banyak jenis demo-demo lainnya, sesuai hajat masing-masing pelakunya. Lalu, pada sisi mananya demonstrasi sama dengan memberontak kepada negara? Padahal negara aman-aman saja, pemimpin tidak terancam, bahkan kadang ada demonstrasi yang justru mendukung pemimpin sendiri dari ejekan negara lain.

Maka, menyamakan demonstrasi damai (muzhaharah saliimah) dengan pemberontakan terhadap negara atau menciptakan kerusakan dimuka bumi, tidak bisa diterima, dan sangat simplistis. Inilah yang dikritik oleh para ulama seperti Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Syaikh Abdul Mu’thi Al Bayumi, Syaikh Abdul Lathif Mahmud Al Mahmud, dan ulama lainnya, atas fatwa HARAM-nya demonstrasi mendukung Gaza dan mengutuk Zionis, pada serangan tahun 2009 silam, yang difatwakan ulama Arab Saudi, Syaikh Al Luhaidan. Menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili, fatwa pengharaman aksi demonstrasi dukungan kepada Palestina, adalah fatwa yang memalukan, sebagaimana dilansir hidayatullah.com.

Bughat dan Khawarij Wajib Diperangi
Ada pun memerangi Ahlul Bughah (pemberontak) dan Khawarij adalah wajib, dan tidak ada perselisihan para ulama. Ini pun menjadi sikap kami. Hal ini JIKA BENAR-BENAR bahwa mereka adalah pemberontak dan khawarij, bukan tuduhan. Yaitu pemberontakan dan perlawanan terhadap pemimpin yang adil, yang meletakkan syariat Islam sebagaimana mestinya, bukan pemimpin yang mencampakkan syariat Islam.
Sayangnya saat ini tuduhan khawarij begitu murah meriah ditembakkan ke sembarang orang, pemikir, ulama, dan gerakan da’wah. Dikira mereka, semua yang kontra dengan pemimpin dan kebijakannya adalah khawarij. Menasihati dan mengkritik penguasa secara terbuka, disamakan dengan pemberontakan, dan itu khawarij. Jelas ini adalah gagal paham tingkat paling menyedihkan. 


Memerangi pemberontak dan khawarij adalah wajib, namun para ulama menjelaskan bahwa itu mesti didahului peringatan dan pertanyaan kepada mereka, alasan apa mereka memberontak. Itulah yang dilakukan oleh Khalifah Ali Radhiallahu ‘Anhu, saat memerangi Khawarij, dengan mengutus Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma terlebih dahulu kepada mereka untuk mencari tahu alasan mereka melawan pemerintahan Ali Radhiallahu ‘Anhu, juga menasihati mereka, sebelum mereka di perangi di Nahrawan, ketika mereka tidak ada perubahan. bersambung 

sumber : dakwatuna 

Fiqh Demonstrasi: Halalkah darah Demonstran Santun ? bagian II

hanya ilustrasi
Memerangi pemberontak dan khawarij adalah wajib, namun para ulama menjelaskan bahwa itu mesti didahului peringatan dan pertanyaan kepada mereka, alasan apa mereka memberontak. Itulah yang dilakukan oleh Khalifah Ali Radhiallahu ‘Anhu, saat memerangi Khawarij, dengan mengutus Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma terlebih dahulu kepada mereka untuk mencari tahu alasan mereka melawan pemerintahan Ali Radhiallahu ‘Anhu, juga menasihati mereka, sebelum mereka di perangi di Nahrawan, ketika mereka tidak ada perubahan.


Imam An Nawawi Rahimahullah (w. 676) menjelaskan:
هَذَا تَصْرِيحٌ بِوُجُوبِ قِتَال الْخَوَارِج وَالْبُغَاة ، وَهُوَ إِجْمَاع الْعُلَمَاء ، قَالَ الْقَاضِي: أَجْمَعَ الْعُلَمَاء عَلَى أَنَّ الْخَوَارِج وَأَشْبَاهَهُمْ مِنْ أَهْل الْبِدَع وَالْبَغْي مَتَى خَرَجُوا عَلَى الْإِمَام وَخَالَفُوا رَأْي الْجَمَاعَة وَشَقُّوا الْعَصَا وَجَبَ قِتَالهمْ بَعْد إِنْذَارهمْ ، وَالِاعْتِذَار إِلَيْهِمْ

Ini merupakan petunjuk wajibnya memerangi khawarij dan para pemberontak dan ini merupakan ijma’ ulama. Al Qadhi berkata: “Para ulama telah ijma’ bahwa khawarij dan yang semisal mereka dari para ahlul bid’ah dan pemberontak, ketika mereka melakukan perlawanan kepada pemimpin dan menyelisihi pendapat jamaah umat Islam dan mereka memecah belah tongkat (persatuan), maka wajib memrangi mereka setelah mereka diberikan peringatan dan ditanyakan alasan mereka.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/169-170. Cet. 2, 1392H. Dar Ihya At Turats. Beirut)

Imam Abul Hasan Al Mawardi Rahimahullah (w. 450H) menjelaskan:
فَإِذَا قَلَّدَ الْإِمَامُ أَمِيرًا عَلَى قِتَالِ الْمُمْتَنِعِينَ مِنْ الْبُغَاةِ قَدَّمَ قَبْلَ الْقِتَالِ إنْذَارَهُمْ وَإِعْذَارَهُمْ ، ثُمَّ قَاتَلَهُمْ إذَا أَصَرُّوا عَلَى الْبَغْيِ كِفَاحًا وَلَا يَهْجُمُ عَلَيْهِمْ غِرَّةً وَبَيَاتًا.
Jika seorang pemimpin mengangkat seseorang menjadi komandan untuk memerangi para pemberontak, maka sebelum memerangi mereka hendaknya memberikan peringatan dahulu dan meminta mereka untuk minta maaf. Lalu, memerangi mereka jika mereka masih membangkang tapi tidak dibolehkan menyerang mereka secara mendadak. (Al Ahkam As Sulthaniyah, Hal. 100)

Bahkan, memerangi pemberontak termasuk bagian dari jihad. Imam Ash Shan’ani Rahimahullah berkata:
وَفِي الشَّرْعِ بَذْلُ الْجَهْدِ فِي قِتَالِ الْكُفَّارِ أَوْ الْبُغَاةِ.
“Secara syariat, jihad adalah berkorban secara sungguh-sungguh dalam memerangi orang kafir dan para pemberontak.” (Subulus Salam, 4/41)

Demikian ini dalam menyikapi khawarij dan para pemberontak atau ahlul bughah.
Demonstrasi (Mengkritik dan Menasihati Secara Terang-Terangan) Bukanlah Pemberontakan Apalagi Khawarij

Cukup banyak para ulama membolehkan bahkan menganjurkan menasihati pemimpin secara terang-terangan atau terbuka, secara damai, khususnya dalam konteks kesalahannya yang berdampak bagi orang banyak, rakyat, negara, bahkan agama, bukan dalam konteks kesalahan pribadinya yang berdampak pada pribadinya saja. Menasihati dan mencegah kemungkaran penguasa secara terbuka, seperti dengan demonstrasi, atau surat terbuka di media massa, bukanlah hal tercela jika memang tepat alasannya dan memiliki maslahat. Ingat, pembahasan kita tidaklah berkenaan demonstrasi anarkis yang memang merugikan banyak pihak, sebab jenis ini memang terlarang.

Berikut ini adalah fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah tentang hal itu, ketika Beliau ditanya tentang hukum menasihati pemimpin secara terbuka. Beliau tidak mengatakan “muzhaharah/demonstrasi”, tapi fatwa Beliau ini memiliki benang merah yang sama dengan demonstrasi, yaitu sama-sama menasihati secara terbuka.

Beliau Rahimahullah berkata:
ولكن يجب أن نعلم أن الأوامر الشرعية في مثل هذه الأمور لها مجال، ولا بد من استعمال الحكمة، فإذا رأينا أن الإنكار علناً يزول به المنكر ويحصل به الخير فلننكر علناً، وإذا رأينا أن الإنكار علناً لا يزول به الشر، ولا يحصل به الخير بل يزداد ضغط الولاة على المنكرين وأهل الخير، فإن الخير أن ننكر سراً، وبهذا تجتمع الأدلة، فتكون الأدلة الدالة على أن الإنكار يكون علناً فيما إذا كنا نتوقع فيه المصلحة، وهي حصول الخير وزوال الشر، والنصوص الدالة على أن الإنكار يكون سراً فيما إذا كان إعلان الإنكار يزداد به الشر ولا يحصل به الخير. وأقول لكم: إنه لم يضل من ضل من هذه الأمة إلا بسبب أنهم يأخذون بجانب من النصوص ويدعون جانباً، سواء كان في العقيدة أو في معاملة الحكام أو في معاملة الناس، أو في غير ذلك، ونحن نضرب لكم أمثالاً حتى يتضح الأمر للحاضرين وللسامعين.مثلاً: الخوارج و المعتزلة رأوا النصوص التي فيها الوعيد على بعض الذنوب الكبيرة فأخذوا بهذه النصوص، ونسوا نصوص الوعد التي تفتح باب الرجاء….


” Tetapi, kita wajib mengetahui bahwa perkara-perkara syar’i seperti perkara ini memiliki cakupan, kita harus menggunakan sisi hikmahnya. Jika kita melihat bahwa mengingkari secara terang-terangan bisa menghilangkan kemungkaran dan melahirkan kebaikan MAKA INGKARILAH SECARA TERANG-TERANGAN. Dan, jika kita melihat bahwa mengingkari secara terang-terangan tidak menghilangkan keburukan, tidak pula menghasilkan kebaikan, bahkan menambah bahkan menambah tekanan dari penguasa terhadap para pengingkar dan orang-orang baik, MAKA LEBIH BAIK ADALAH MENGINGKARINYA DIAM-DIAM. Inilah kompromi berbagai dalil-dalil yang ada.

sumber : dakwatuna