Senin, 23 Mei 2016

Keren Persebi Boyolali Lolos Penyisihan Grup A Liga Nusantara Jateng 2016

Persebi Boyolali menggenggam satu tiket ke babak kedua penyisihan grup Liga Nusantara Jateng 2016. Skuad lereng Merapi-Merbabu tersebut lolos penyisihan Grup A setelah mengalahkan Persis Muda, 2-0 dalam pertarungan di Stadion Pandan Arang, Senin (23/5).

Laga itu merupakan duel tunda, karena pertarungan Minggu (22/5) malam tak bisa digelar. Hujan deras membuat genangan merata di seluruh lapangan rumput. Hasil itu sekaligus mengandaskan langkah tim muda Kota Bengawan yang baru sekali menang dan empat kali kalah dalam lima pertandingannya.
”Kami bersyukur bisa lolos penyisihan awal. Meski masih ada satu pertandingan tandang lawan Persekat Kabupaten Tegal (25/5), tapi hasilnya tak berpengaruh,” kata pelatih Persebi, Sriyatno sebagimana di copy Suara Merdeka
Laskar Pandan Arang menempati klasemen sementara dengan mengemas total 12 poin. Posisinya dibuntuti Persik Kendal dengan sepuluh poin, setelah menang 2-0 atas tamunya Persekat di Stadion Kebondalem, Minggu (22/5). Peringkat tiga dan empat ditempati Persekat (empat poin) dan Persis Muda (tiga poin).
Duel keras bertensi tinggi terjadi saat Persebi menjamu tamunya di lapangan becek. Tim Boyolali yang berambisi memastikan satu tiket lolos Grup A, bermain menekan. Sementara Zakariyya Anwar dkk yang tak ingin peluangnya tertutup, bertarung mati-matian.
Gol pertama kemenangan Persebi terjadi menit 14. Bola rebound kiper Persis Muda Fahmi ”Sogol” Adam, dimanfaatkan Aris Sugiyanto untuk membobol gawang lawan. Tertinggal, awak tim tamu yang dibesut Agus ”Atek” Pratikto, berupaya mengejar. Namun mereka justru kebobolan lagi menit 92 melalui tendangan Rizki Kurniawan, hingga skor menjadi 2-0.
Berkali-kali terjadi pelanggaran keras. Wasit Gino Saputro mengeluarkan dua kartu merah. Satu untuk pemain Persis Muda Deni Kusnanto menit 72, setelah mendapat kartu kuning kedua. Hal yang sama diberikan bagi pemain Persebi, Yudi Setiawan menit 90.
Tapi kepemimpinan sang pengadil juga disorot kedua tim. Persis Muda bahkan sempat ”mogok main” sekitar menit 75, saat hanya memberi kartu kuning kepada pemain Persebi Pedhi Arpiyanto yang mengganjal keras striker Adha Nur Rokhim dari belakang. ”Sebenarnya performa tim mulai lebih berkembang, tetapi terganggu kepemimpinan wasit,” ujar Atek.

Wow....Boyolali bakal pasang 1000 CCTV senilai 5 Milyard

dari TImlo.com, Pemkab Boyolali melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) menargetkan pemasangan 1000 unit CCTV bakal selesai ditahun 2017. Tahun ini, setidaknya sudah terpasang lima unit CCTV di beberapa titik.

“Lima sudah terpasang di Simpang Lima, Boulevard dan sejumlah perempatan,” kata Kepala Dishubkominfo Boyolali, Bonny Paseo Bandung, Senin (23/5).

Saat ini, lanjut Bony, pihaknya sedang merancang kebutuhan anggaran untuk membeli 1000 unit CCTV tersebut. Berapa anggaran yang dibutuhkan, pihaknya belum bisa . Namun, harga CCTV yang memiliki kualitas cukup bagus  berkisar Rp 5 juta/unit. Jadi, anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp 5 miliar.
“Tapi itu belum termasuk perangkat lainnya, baru hitungan kasar saja,” tambahnya.
CCTV tersebut nantinya akan dipasang di sepanjang jalan milik kabupaten dengan panjang mencapai 560 kilometer. CCTV akan dioperasikan selama 24 jam untuk memonitor seluruh aktivitas masyarakat. Pemasangan CCTV ini sendiri sebagai langkah Pemkab Boyolali dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Sekaligus bagian dari proyek Small City yang dikembangkan Bupati Boyolali selama lima tahun ke depan,” tandasnya

Salim A. Fillah : Kemana Ilmu Membawa Kita?


Apakah mengaji ini membawa kita pada perasaan "Ana khairun minhu, saya lebih baik daripada dia", hingga kita merasa paling berada di atas kebenaran, paling berhak atas ridhaNya dan Surga.


Oleh: Salim A Fillah

 BETAPA agungnya ilmu, betapa hebatnya belajar, dan betapa mulianya mengajar.
“Menuntut ilmu karena Allah adalah bukti ketundukan padaNya”, ujar Sayyidina Mu’ad ibn Jabal. “Mempelajarinya dari seorang guru adalah ibadah. Melangkah menuju majelisnya adalah pembuka jalan surga. Duduk di tengah kajiannya adalah Taman Firdaus. Membahasnya adalah bagian dari jihad. Mengajarkannya adalah tasbih. Menyampaikannya kepada orang yang belum tahu adalah shadaqah. Mencurahkannya kepada orang yang berhak menerimanya adalah qurbah.”

Tapi di setiap jalan keluhuran manusia, syaithan juga berjaga-jaga. Maka pada perkara seindah mengajipun, kita sewajibnya waspada. Mari berhenti sejenak untuk bertanya, ke mana buku yang kita baca, kajian yang kita cerna, dan ilmu yang kita telaah ini membawa?
Apakah mengaji ini membawa kita pada perasaan “Ana khairun minhu, saya lebih baik daripada dia”, hingga kita merasa paling berada di atas kebenaran, paling berhak atas ridhaNya dan Surga, lalu menganggap diri lebih utama dan memandang sesama remeh dan hina?
Subhaanallaah; yang seperti ini ada pendahulunya, dengan ibadah yang tak tertandingi di mayapada, tapi ujungnya terlaknat sepanjang masa.
قَالَ أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ
Berkata Iblis, ‘Aku lebih baik daripada dia..” (QS: Al A’raaf: 12)
Ataukah mengaji ini membawa kita pada perasaan “Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa.. Duhai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri..”, lalu kita kian menginsyafi aneka kekurangan diri, merasa betapa lemahnya kita, betapa mudah jatuh dalam alpa, serta betapa faqir akan ampunan dan rahmatNya?
Masyaallaah; yang seperti ini ada pendahulunya, dimuliakan di atas para malaikat, dipilih di antara semesta, menjadi bapak yang membawa keturunannya mewarisi bumi dunia. Dia bermaksiat, tapi bertaubat, menjadikan cinta Allah padanya berlipat-lipat.
قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Berkata Adam dan Hawa, ‘Duhai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Andainya Kau tak mengampuni dan mengasihi kami, niscaya kami termasuk mereka yang rugi.” (QS: Al A’raaf: 23)
Lalu apakah mengaji ini membawa kita pada perasaan, “Innamaa utiituhu ‘alaa ‘ilmin ‘indii..Aku diberi segala kelimpahan ini karena ilmu yang ada padaku”; hingga kita menyangka kitalah makhluq paling utama, dengan titian hidup paling gemerlap, dan sesama dengan berbagai deritanya adalah karena dosa mereka yang lebih banyak atau ibadah yang lebih cekak?
Subhaanallaah, yang seperti ini ada pendahulunya, dengan perbendaharaan yang kunci-kuncinya tak dapat dipikul orang-orang perkasa, tapi terbenamnya dia ke bumi menjadikan namanya abadi sebagai sebutan untuk harta temuan yang tergali.
قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي
“Berkata Qarun, ‘Sesungguhnya aku diberi segala kelimpahan ini disebabkan oleh ilmu yang ada padaku..” (QS: Al Qashash: 78)
Ataukah mengaji ini membawa kita pada keinsyafan, “Haadzaa min fadhli Rabbi, liyabluwani a asykuru am akfur.. Ini semata-mata adalah karunia dari Rabbku; untuk menguji diriku apakah aku mampu bersyukur ataukah justru akan kufur”; bahwa bertambahnya nikmat adalah juga kenaikan jenjang ujian yang membuat kita harus kian peka menyembahkan kehambaan?
Masyaallaah yang seperti ini ada pendahulunya, dialah raja dunia yang tak hanya berkuasa atas manusia, tapi juga hewan, burung, jin, serta angin; tapi kerendahan hatinya pada Sang Pencipta membuatnya menjadi buah bibir sejarah.
هَذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ
Berkata Sulaiman, “Ini semata-mata adalah karunia dari Rabbku; untuk menguji diriku apakah aku mampu bersyukur ataukah justru akan kufur.” (QS: An Naml: 40)
Juga, apakah mengaji kita membuat kita ingin diakui dan disebut-sebut dalam gelar megah, seperti ucapan, “Innii Anal ‘Aziizul Kariim.. Sungguh aku ini orang perkasa lagi mulia”?
Subhaanallaah, yang seperti ini ada pendahulunya. Lelaki yang tak menyangkal kejujuran Rasul mulia, yang tahu benar kebenaran di pihak siapa, namun demi kepentingan dan harga diri lebih memilih membutakan hati, memusuhi, dan binasa dalam api, hingga Allah memuaskan siksa itu baginya dengan gelar yang dipilihnya. Pada Abu Jahl dikatakan:
ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ
“Rasakan ‘adzab ini, sungguh engkau lelaki perkasa lagi mulia!” (QS Ad Dukhaan: 49)
Ataukah mengaji ini membuat kita kian merasa berhajat pada Allah, bersangka baik padaNya, dan bersandar sepenuhnya hingga berkata, “Rabbii innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap apa yang Kauturunkan di antara kebaikan amat sangat memerlukan”?
Masyaallaah; yang inipun ada pendahulunya, seorang yang sejatinya sungguh perkasa, tepercaya, lagi mulia, yang di tengah takut, lelah, dan laparnya masih bisa menawarkan bantuan pada sesama lagi sama sekali tak meminta terimakasih dan balasan dari mereka. Cukup Allah baginya.
فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Berkata Musa, ‘Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap apa yang Kauturunkan di antara kebaikan amat sangat memerlukan.” (QS Al Qashash: 24)
Kemudian apakah mengaji ini membuat kita terjangkit keinginan menyingkirkan,“Layuhrijannal a’azzu minhal adzall.. Sungguh orang mulia ini akan mengeluarkan orang hina..”; sebab kita merasa lebih berhak atas apa-apa, mana-mana, atau sesiapa di dalam perlombaan yang semu maupun yang nyata?
Subhaanallaah; yang inipun ada pendahulunya, bagai pokok kayu tersandar, memikat bicaranya, mempersaksikan isi hatinya dengan sumpah bermadah, tapi sebenarnya hatinya luka, penyakit tumbuh di sana, permusuhan dinyalakan apinya, kejahatan dibalut sutra, dan dia mengira tiap teriakan keras ditujukan padanya.
يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Berkata ‘Abdullah ibn Ubay ibn Salul dan pengikutnya, ‘Jika kita kembali ke Madinah, maka sungguh orang mulia ini pasti akan mengeluarkan orang hina itu.” (QS Al Munafiqun: 8)
Ataukah mengaji menjadikan cita kita sederhana tapi penuh kerendahan hati, “Tawaffanii musliman, wa alhiqnii bish shaalihiin.. Ya Allah, wafatkan aku sebagai seorang muslim yang berserah diri, dan himpunkan aku bersama orang-orang yang shalih”; merasa tak pantas menjadi orang shalih, hanya karena rahmat Allah maka teranugerahi nikmat dihimpun bersama mereka.
Masyaallaah, yang inipun ada pendahulunya, seorang bernasab terbaik, yang lika-liku hidupnya dalam Al Quran dikisahkan sebagai cerita terbaik, dengan pengisahan terbaik.
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنُيَا وَالآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“Berkata Yusuf putra Ya’qub putra Ishaq putra Ibrahim, ‘Ya Allah, wafatkan aku sebagai seorang muslim yang berserah diri, dan himpunkan aku bersama orang-orang yang shalih.”(QS: Yusuf: 101)
Dan apakah mengaji ini menjadikan kita suka berkata, “Maa uriikum illaa maa araa, wa maa ahdiikum illaa sabiilar rasyaad.. Aku tidak mengemukakan kepadamu melainkan apa yang kupandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”; sebab ilmu yang dikhazanahi membuat kita merasa mengetahui segala hal padahal ia nafsu diri?
Subhaanallaah; yang seperti ini ada pendahulunya, abadi sebagai puncak kesombongan manusia, menjadikan diri sebagai tuan maha tinggi, lalu menganggap dia berhak memaksakan mana yang benar dan mana yang batil.
قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ
“..Berkata Fir’aun, ‘Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.” (QS: Ghaafir: 29)
Ataukah mengaji ini membuat kita mampu menghargai bahkan si kecil dalam perintah Allah yang mutlak sekalipun, “Ya Bunayya, innii araa fil manaamii annii adzbahuka fanzhur madzaa taraa.. Duhai putraku, kulihat dalam mimpi perintah Allah untuk menyembelihmu, cobalah kemukakan apa yang jadi pandanganmu”; yakni sepenuh hati memahami bahwa agama harus tegak di atas pemahaman dan tiada manfaat untuk memaksakan pengertian kita yang sungguh keshahihannya jauh dibanding mimpi di atas.
Sungguh inipun ada pendahulunya, seorang Kekasih Ar Rahman yang lulus terus dalam berlapis-lapis ujian cinta. Dia meyakini perintah Rabbnya, tapi betapa berharganya musyawarah dengan siapapun yang terdampak perintah itu.
قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى
Berkata Ibrahim, ‘Duhai putraku, kulihat dalam mimpi perintah Allah untuk menyembelihmu, cobalah kemukakan apa yang jadi pandanganmu.” (QS: Ash Shaaffaat: 102)
Semoga Allah membimbing ilmu kita, belajar kita, mengajar kita; agar mengaji ini membawa kita menyusuri jalan cahaya Adam, Sulaiman, Musa, Yusuf, serta Ibrahim; bukan lorong gelap Iblis, Qarun, Abu Jahl, ‘Abdullah ibn Ubay, serta Fir’aun.
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْماً
“Dan katakanlah hai Muhammad, ‘Duhai Rabbku, tambahkanlah padaku ilmu.” (QS Thaaha: 114).*
Sumber: FB Salim A Fillam dan twitter @Salimafillah

Inilah Jejak Islam di Eropa: Bantuan Turki Utsmani Saat Kelaparan Melanda Irlandia

Dunia tak akan lupa dengan kejadian ‘The Great Irish Famine’, sebuah bencana hebat, kelaparan dahsyat yang melanda Irlandia sepanjang tahun 1845, yang mengakibatkan kematian lebih dari satu juta orang. Salah satu negara yang akhirnya tergerak membantu kelaparan adalah Kekhilafahan Islam, Negara Islam Turki Utsmani melalui Sultan Abdulmajid menyatakan niatnya untuk mengirim 10.000 sterling kepada para petani Irlandia, tapi Ratu Inggris hanya meminta agar Sultan mengirim 1000 sterling.


Ternyata Sultan tak hanya mengirim 1.000 sterling tetapi juga diam-diam mengirim 3 kapal penuh makanan. Pengadilan Inggris dikabarkan telah mencegah kapal-kapal Negara Islam memasuki pelabuhan dari Cork City dan Belfast, tetapi mereka akhirnya berhasil berlabuh diam-diam di pelabuhan kecil Drogheda dan memberikan makanan.
Peimipin Irlandia akhirnya mengirim surat berikut dengan ucapan syukur kepada Khalifah Negara Islam Turki Utsmani:


"Kami para bangsawan, tuan-tuan dan penduduk Irlandia ingin mengekspresikan terima dan terima kasih atas bantuan murah hati Sultan Turki Utsmani."

"Karena bencana kelangkaan. Hal ini tidak dapat dihindari bagi kita untuk menarik bantuan dari negara-negara lain untuk diselamatkan dari ancaman abadi kematian dan kelaparan. Kemurahan hati Sultan untuk memenuhi panggilan bantuan ini menampilkan contoh untuk Eropa Serikat. Masyarakat merasa lega dan diselamatkan dari kebinasaan melalui tindakan ini yang sangat tepat waktu. Kami mengucapkan terima kasih atas nama mereka dan berharap bahwa Sultan Turki Utsmani dan kekuasaannya akan diselamatkan dari penderitaan yang menimpa kita." 

Pada tahun 1853, pendeta Kristen Rev. Henry Natal
menulis sebagai berikut tentang insiden tersebut dan tentang Sultan Abdulmajid, Khalifah negara Islam:

“… Selama tahun kelaparan di Irlandia, Sultan mendengar penderitaan yang ada di negara bahagian; ia segera menyampaikan kepada Duta Besar Inggris keinginannya untuk membantu dalam bantuan nya, dan ditenderkan untuk tujuan sejumlah besar uang..”

Pada kunjungan oleh mantan Presiden Irlandia, Mary McAleese ke Turki, dia membuat pernyataan selama pertemuan dengan koleganya dari Turki, ia mengungkapkan kata-kata terima kasih dari orang-orang Irlandia untuk bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Kekhalifahan Utsmani.

Hari ini, sebuah klub sepak bola Irlandia bernama Drogheda United FC menggunakan logo sabit dan bintang Utsmani dalam peringatan bantuan Turki Utsmani yang disampaikan ke kotanya.
The Westcourt Hotel yang terletak di sebelah ruang di mana pelaut Utsmani dikatakan tinggal di sana setelah memberikan makanan ke kota, menampilkan sebuah plakat yang menyatakan:

“The Great Irish Famine 1847 – Untuk mengenang dan pengakuan atas kemurahan hati Rakyat Turki terhadap orang Irlandia.”
Kekhalifahan Islam Turki Utsmani sendiri berlangsung lebih dari 600 tahun dan menguasai wilayah geografis yang luas termasuk Palestina, Irak dan Suriah, melanjutkan suksesi negara-negara Islam dari zaman Nabi Muhammad (saw). Dan sejarah menjadi saksi keadilan dan kemanusiaan yang ditemukan dalam kekhalifahan. Khalifah akan memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial masyarakat – yang baik Muslim dan non Muslim – dan memungkinkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan seni untuk berkembang. Begitulah sejarah mengajarkan…Portal piyungan

Muhammadiyah Mengecam Vonis Ringan Bagi Cukong Pemerkosa 58 Anak

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan vonis kasus pencabulan terhadap terdakwa Sony Sandra alias Koko (63 tahun) melukai keadilan karena ganjaran hukuman tidak setimpal dengan perilaku kejahatan seksual yang dilakukan.
“Vonis itu melukai keadilan karena terlalu ringan,” kata Mu’ti saat ditemui usai jumpa pers “Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan” di kantornya Jakarta, Jumat (20/5).
Menurut dia, Koko sudah mengakui perbuatan dan fakta persidangan sudah kuat sehingga vonis kurungan sembilan tahun bagi kontraktor itu terlalu ringan. Jumlah korban pelecehan seksual terhadap anak itu sendiri berjumlah 58 korban.

Hukum, kata dia, tidak boleh tunduk oleh nama besar Koko yang memiliki jaringan kuat dengan birokrasi dan berbagai relasi.
“Janganlah hukum dipengaruhi karena dia punya posisi. Hukum tidak boleh tunduk pada nama besar,” ucapnya, menegaskan.
Soal kejahatan seksual terhadap anak, kata dia, penegak hukum harus mengambil keputusan seberat-beratnya. Tujuannya, agar ada efek jera dan menjadi contoh bagi masyarakat mengenai beratnya hukuman terhadap perilaku kejahatan seksual terhadap anak.
Diberitakan, Pengadilan Negeri Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/5) menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara dan denda 250 juta rupiah subsider enam bulan kurungan terhadap Sony Sandra, terdakwa kasus pemerkosaan anak di bawah umur.
Vonis terhadap Koko lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum, yang menuntut pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak ini dengan hukuman 13 tahun penjara.

Minggu, 22 Mei 2016

Inilah mengapa Padi Rojolele sudah jarang dibudidayakan oleh Petani Boyolali

Padi jenis Rojolele mulai langka ditanam petani. Di wilayah Banyudono, padi Rojolele dulu banyak ditanam petani di Desa Jembungan, Jipangan, Sambon dan Kuwiran. Sifat sifat khas mengapa  tanaman ini sudah jarang dibudidayakan antara lain :


1. Kurang tahan Hama

Dari lahan seluas 3.000 meter persegi dan 2.500 meter persegi, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 10 juta untuk beras giling pecah sedangkan untuk varietas lain paling maksimal hanya bisa mendapatkan Rp 6 – Rp 7 juta,

2. Pemeliharaannya terlalu Rumit

Meskipun Harga jual padi Rojolele masih tinggi dibanding jenis lain. Saat ini, harga beras Rojolele perkilogram mencapai Rp 12.500, tapi pemilharaan jenis ini cukup rumit

3. Umurnya panjang.

Masa panen jenis ini lebih lama dibanding jenis lain, yaitu 4 bulan, sedangkan jenis lainnya berkisar 3 bulan.

4. Pasar sudah jarang menjual bibit Jenis ini

Menurut salah satu petani Rojo Lele Suratno, sebagimana diwrtakan timlo" ia mengaku sudah puluhan tahun bertahan menanam padi yang beroma wangi ini. Meski demikian, pemeliharaan padi Rojolele ini lebih sulit dibandingkan jenis lain. Selain . Namun, keuntungan yang didapat lebih menjanjikan. ” jelasnya.

Meski begitu, selain rentan serangan hama, kendala yang dihadapi saat ini adalah kesulitan mencari bibit padi jenis Rojolele. Pasalnya, toko pertanian sudah jarang menjual bibit Rojolele, karena sebagian besar petani memilih menanam jenis lain.

“Terpaksa tiap kali panen, saya sisakan untuk bibit,” imbuhnya.



Film ”Prenjak” Menangi Festival Film Cannes 2016

 Film “Prenjak” karya sutradara muda Wregas Bhanuteja mendapatkan penghargaan Leica Cine Discovery Prize sebagai film pendek terbaik Semaine de la Critique Festival Film Cannes 2016.
“Teruntuk semua saudara, sahabat, dan keluarga kami di Indonesia. KAMI MENANG!,” tulis Wregas melalui akun media sosial Instagram miliknya @wregas_bhanuteja dikutip di Jakarta, Jumat.
Prestasi tersebut bersejarah karena merupakan yang pertama kalinya diraih oleh film Indonesia.

Sutradara Joko Anwar melalui akun media sosialnya menyampaikan harapan agar kemenangan “Prenjak” mampu mendorong pembuat film Tanah Air untuk eksplorasi dengan berani.
“Jargon-jargon usang seperti ‘film harus mendidik’, ‘harus punya pesan moral’, harus ditinggalkan karena tiap film berikan pelajaran hidup. Seperti buku, film memperluas cakrawala berpikir, apapun yang dibicarakannya. Untuk bisa membebaskan pikiran, film juga harus terbebaskan,” tulis Joko Anwar di akun Twitter miliknya, @jokoanwar.
Sebelumnya, film pendek berjudul “Prenjak” berhasil menjadi salah satu film terpilih dalam kategori bergengsi Semaine De La Critique Festival Film Cannes 2016, mengungguli 1.500 pendaftar.
Wregas, yang pernah belajar di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, menggarap film tersebut bersama kru yang sebagian besar merupakan teman-temannya ketika bersekolah di SMA Kolese de Britto, Yogyakarta, seperti Yohanes Budyambara dan Hosea Hatmaji yang menjadi aktor di film tersebut.
Film “Prenjak” bercerita tentang Diah (Rosa Winenggar) yang mengatakan kepada rekan kerjanya, Jarwo (Yohanes Budyambara), bahwa dia sedang membutuhkan uang Rp100 ribu.
Diah menawarkan kepada Jarwo satu batang korek api seharga Rp10 ribu. Dengan batang korek api tersebut, Jarwo diperbolehkan untuk melihat bagian tubuh Diah.
Selain “Prenjak”, film Indonesia lain yang pernah lolos Semaine de la Critique pada 2015 adalah “The Fox Exploits the Tiger’s Might” karya Lucky Kuswandi.
Film karya sutradara Garin Nugroho juga tercatat pernah menapaki Festival Film Cannes, yaitu “Daun di Atas Bantal” dalam kategori Un Certain Regard tahun 1998.

Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark Wahana Air Terbesar di Indonesia telah Ada di Jogjakarta

Bagi yang suka aktivitas outdoor atau bermain air dengan segala bentuk wahana permainan yang seru dan menarik, Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark Yogyakarta bisa menjadi pilihan bagi Anda sekeluarga. Sedikitnya 12 ragam wahana dan tujuh restoran tersedia di dalamnya.

Konon, taman wisata air Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark yang ada di Maguwoharjo, Sleman ini diklaim sebagai yang terbesar, tercanggih dan tentu saja terlengkap di Indonesia


Dengan masing-masing bentuk dan karakteristik permainan air yang berbeda satu sama lain. Tiga wahana terbesar di antaranya bakal dibuka untuk umum pada Februari 2016 mendatang. Yakni Memo Racer dengan ketinggian menara hingga 26 meter (m), Volcano Coaster dan Bekti Adventure yang masing-masing memiliki panjang hingga 26 m.



"Ada 12 wahana air dan tujuh restoran yang kami persiapkan. Untuk menghibur siapa saja dengan berbagai pengalaman bermain air yang seru. Selain beberapa wahana air yang sudah dibuka, tiga wahana besar bakal dibuka pada Februari 2016. Yakni Memo Racer, Volcano Coaster, dan Bekti Adventure," ujar Deputy Head of Marcomm & Sales Division PT Taman Wisata Jogja Anggita Adellia selaku pengelola Jogja Bay kepada Sindonews, Selasa (19/1/2016). 

Tak hanya tiga wahana besar tersebut, yang menjadikan wahana permainan air ini berbeda dibandingkan lainnya, yakni penerapan dan pemahaman edukasi bencana tsunami maupun gempa bumi kepada para pengunjung khususnya anak-anak. Program yang dipadukan dengan sejumlah wahana ini digelar bersama tim Search and Rescue (SAR).

Untuk diketahui, destinasi wisata air yang hadir sejak 20 Desember 2015 lalu ini dibangun di atas lahan seluas 7,7 hektar (ha). Banyaknya ragam wahana permainan yang disediakan, menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Terutama bagi yang ingin menghabiskan waktunya untuk liburan bersama kerabat maupun keluarga. 

Dengan rata-rata 7.000 pengunjung setiap harinya. Untuk bisa menjajal wahana ini, anda cukup merogoh kocek sebesar Rp60.000,- untuk tiket anak-anak. Dan Rp90.000,- untuk tiket orang dewasa. Sudah termasuk ban dan lifevest, namun belum termasuk di dalamnya sewa loker seharga Rp30.000,- dan handuk besar seharga Rp20.000,-. Bagi anak-anak di bawah usia dua tahun dan lanjut usia (lansia) gratis untuk tiket masuk

Mukmatar ke-10, An-Nahdah Tunisia Tinggalkan Label 'Parpol Islam'

Pada 19 Mei 2016, Rasyid Ghannouchi (الشيخ راشد الغنوشي), pemimpin partai Ennahda Tunisia, mengumumkan bahwa partai Ennahda akan menjauh dari label ‘islam politik.’ Dalam sebuah wawancara dengan Le Monde, dia menyebut bahwa “Kami muslim demokrat yang tak lagi mengklaim islam politik.” Ghannouchi menyebut bahwa pergeseran ini merefleksikan kesuksesan transisi demokrasi di Tunisia, tapi ia juga menyebut pentingnya menjauhkan partai dari kelompok-kelompok ekstrimis.


Pada 20 Mei, Ennahda menggelar konferensi nasional partai yang kesepuluh di Rades, Tunisia. Dalam laman facebook resminya, partai menyadari bahwa konferensi ini “digelar dalam konteks evolusi bagi Partai Ennahda, dimana ia memperbaharui visi dan programnya untuk memperkuat identitasnya sebagai sebuah partai politik yang demokratis dan terbuka berdasarkan nilai-nilai islam.”


Ennahda muncul sebagai kekuatan dalam politik Tunisia setelah musim semi arab (Arab Spring) pada 2011, memenangkan suara terbanyak pada pemilu 2011. Saat Tunisia kembali menggelar pemilu pada 2014, Ennahda berada di nomor dua setelah partai sekuler Nidaa Tounes. Tapi pada januari 2016, Ennahda kembali menjadi partai terbesar di parlemen setelah beberapa anggota Nidaa Tounes mengundurkan diri karena perpecahan internal.

Berikut ini adalah transkrip dari wawancara Ghannouchi dengan Le Monde dan kutipan-kutipan penting dari pidatonya dalam konferensi partai ke-10.

“Ennahda adalah partai politik yang sipil dan demokrasi berdasarkan nilai-nilai peradaban islam dan modern. Dasar ini merupakan salah satu yang ditemukan dalam konstitusi 2014 yang merefleksikan penggabungan ini, pengertian ganda dari modernitas dan identitas. Kami bergerak maju dari sebuah partai yang khusus berspesialisasi pada aktivitas politik.”

“Kami butuh menekankan perbedaan antara aktivitas politik (siyasi) dan agama (da'awi). Tempat untuk aktivitas politik bukan di masjid. Masjid adalah tempat bagi orang untuk berkumpul bersama, jadi tak ada alasan untuk menggunakannya sebagai sarana beraktivitas sebuah partai tertentu. Kami ingin agama menjadi sumber persatuan, bukan perpecahan bagi masyarakat Tunisia. Karena inilah, kami tak ingin seorang imam untuk memimpin, atau bahkan menjadi anggota dari partai apapun. Kami ingin sebuah partai yang membicarakan masalah kehidupan sehari-hari, mengenai kehidupan para keluarga dan individu, dan bukan partai yang yang berbicara pada mereka mengenai hari akhir, surga dan sebagainya. Kami ingin aktivitas keagamaan yang terpisah dari aktivitas politik. Ini bagus bagi politik karena tak akan ada lagi tuduhan memanipulasi agama demi mencapai tujuan politik. Dan juga sangat bagus bagi kami agar agama tak menjadi tawanan bagi politik, dimanipulasi oleh politik.”

“Kami percaya bahwa islam politik, meski kami memiliki keberatan atas penggunaan istilah (yang berasal dari) barat ini, adalah reaksi atas dua hal. Yang pertama adalah terhadap kediktatoran. Lalu terhadap ekstrimisme sekuler. Revolusi 2011 mengakhiri tak hanya kediktatoran, tapi juga ekstrimisme sekuler. Tunisia sekarang hidup didalam demokrasi. Konstitusi 2014 menerapkan batas yang sama menghadapi ekstrimisme agama maupun sekuler. Tunisia sekarang hidup didalam demokrasi. Tak ada lagi pembenaran atas islam politik di Tunisia. Lebih lanjut, konsep islam politik telah dihancurkan oleh ekstrimisme yang digunakan oleh al-Qaeda dan Daesh (ISIS). Karena itu butuh ditunjukkan secara jelas perbedaan antara demokrasi muslim yang kami klaim dan islam jihadis ekstrimis yang kami ingin jauhi.”

“Kami meninggalkan islam politik untuk memasuki demokrasi islam. Kami adalah demokrat muslim yang tak lagi mengklaim islam politik.”

“Kami menyadari bahwa demokrasi didalam periode transisi memiliki mekanismenya sendiri dari mereka yang bukan demokrasi dalam periode stabilitas. Dan kami membayar mahal atas penemuan yang terlambat ini. Demokrasi dalam periode stabilitas hanya butuh mayoritas sederhana, sementara demokrasi dalam transisi membutuhkan mayoritas sebesar mungkin, lebih besar dari mayoritas sederhana (simple majority). Mayoritas ini menanggung polarisasi dan perpecahan ideologis dengan penuh kesulitan”.

“Kami belajar untuk mengelola kepentingan yang berbeda, khususnya dalam sebuah Negara seperti Negara kami yang dalam waktu lama hanya mengenal monopoli dalam pengambilan keputusan. Karena itu kami butuh belajar bagaimana untuk saling berdampingan, untuk hidup dengan perbedaan."

“Mereka yang berfokus pada pertanyaan pemisahan antara politik dan agama harus menempatkan ini dalam konteks evolusi gerakan ini dari tahun 70an hingga hari ini.”

“Ini merupakan puncak dari evolusi bersejarah dimana politik dan agama dipisahkan dalam prakteknya dalam gerakan kami.”

“Kami ingin menjaga agama jauh dari pertentangan politik, dan kami meminta masjid untuk netral, jauh dari perselisihan politik dan instrumentalisasi partisan.”

portal piyungan

Ini Profil Binali Yildirim, Kandidat Ketua AKP dan PM Turki Pengganti Ahmet Davutoglu

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang memiliki mayoritas (kursi) di parlemen, sekarang bersiap untuk menempatkan orang keempatnya sebagai Perdana Menteri (PM) Turki.


Abdullah Gul, sang presiden Turki ke-11, merupakan PM yang pertama dari AKP setelah menang di Pemilu 2002, menjabat sebagai perdana menteri selama periode pendek sebelum hak politik Recep Tayyip Erdogan dibersihkan (Erdogan pernah dicabut hak politiknya karena membaca puisi yang dinilai menyerang sekulerisme). Setelah hak politik Erdogan pulih, Erdogan lalu menjabat sebagai PM Turki sebanyak 3 periode selama lebih dari 11 tahun (14 Maret 2003 – 28 Agustus 2014) sebelum ia terpilih dan diangkat sebagai presiden ke 12 turki.


Tiga periode harus digarisbawahi, karena AKP telah memberikan batas pada para anggotanya untuk menjabat sebanyak maksimal 3 kali. Tetapi, aturan ini dicabut dari AD/ART partai di era kepemimpinan Ahmet Davutoglu, yang menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 2 tahun.

Setelah pengunduran diri Davutoglu pada 5 Mei kemarin, orang-orang mulai menebak-menebak siapa yang akan menjadi ketua partai selanjutnya dan juga membentuk kabinet pemerintahan Turki selanjutnya. Saat nama Binali Yildirim diumumkan sebagai kandidat tunggal Ketua Umum AKP pada hari Kamis (19/5), ini sama sekali tidak menjadi kejutan.

Yildirim dikenal baik sebagai menteri Transportasi, Kemaritiman dan Komunikasi dan telah mengemban jabatan itu sejak kabinet pertama AKP dibentuk pada tahun 2002. Transportasi telah menjadi salah satu faktor penting yang menolong AKP memenangkan pemilu. Yildirim merupakan salah satu aktor strategis besar dibalik perkembangan pesat Turki di abad ke 21.

Yildirim lahir pada 20 desember 1955 di desa Refahiye di Erzincan, sebuah provinsi timur. Desanya juga dinamakan “Kayi,” salah satu nama suku Turki Usmani. Nama ayahnya adalah Dursun, sementara nama ibunya adalah Bahar.

Yildirim pernah mendeskripsikan tahun-tahunnya di desa: “Saya ingin kabur dari bekerja di ladang dengan ayah saya, dan saya senang memperhatikan pesawat yang lewat, membayangkan bahwa saya merupakan salah satu dari mereka yang ada di pesawat-pesawat itu dan menjelajahi dunia.” Saat seorang jurnalis bertanya apakah mimpinya ini telah menjadi kenyataan, ia membalas: “lebih dari menjadi kenyataan.”

Binali muda awalnya disekolahkan di desanya. Dia akan pergi ke sekolah pada musim dingin, dan bekerja dengan ayahnya yang merupakan seorang petani dan pedagang ternak pada musim semi. Setelah sekolah dasar, ayahnya mengirim Binali kepada saudaranya di Istanbul demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Ia mengikuti sekolah menengah dan atas di Istanbul. Binali bekerja sambilan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya sebagai siswa. Di sekolah menengah atas, ibunya (Bahar) meninggal di desa mereka; tetapi, keluarganya menyembunyikan hal ini darinya, khawatir bahwa bila ia tahu maka ia akan terpukul atas kematian ibunya dan tak bisa melanjutkan sekolahnya.

Insinyur 

Yildirim lulus dan mendapatkan gelar masternya dari Fakultas Arsitektur Kelautan dan Teknik Maritim di Universitas Teknik Istanbul. Dia bekerja sebagai seorang asistan dan periset di fakultas yang sama. Setelahnya, ia menjadi seorang insinyur dan manajer pada berbagai level pada Camialti Shipyard di Halic (Golden Horn), Istanbul dari 1978 hingga 1993.

Saat menjabat berbagai posisi manajerial di Direktorat Jendral Industri perkapalan Turki dan Camialti Shipyard, dia mendapatkan pelatihan spesialisasi di Maritime Safety and Environmental Protection dari World Maritime University milik International Maritime Organization di Swedia. Saat di World Maritime University, ia menghabiskan 6 bulan bekerja dengan berbagai profesional di bidang administrasi maritime di berbagai pelabuhan Eropa dan Skandinavia.

Setelah lulus, Yildirim menjadi Direktur Jendral Istanbul Fast Ferries Company (IDO) dari tahun 1994 hingga 2000 saat Erdogan menjadi walikota Istanbul. Untuk memperluas penggunaan transportasi laut untuk meringankan kepadatan transportasi di Istanbul, Yildirim mendirikan rute ferry dari Istanbul-Yalova dan Istanbul-Bandirma dan juga membangun 29 terminal ferry, peluncuran 22 ferry penumpang dan 4 ferry kendarraan, menjadikan IDO sebagai perusahaan transportasi maritime komersil terbesar pada zamannya. Pada 1999, ia menerima sebuah medali kualitas dari Skal International Group atas kontribusinya dalam modernisasi industry pariwisata dan transportasi maritime.

Saat Erdogan meninggalkan Partai Refah (RP) untuk mendirikan partai AKP, Yildirim merupakan salah satu dari teman-teman yang mengikutinya. Yildirim juga berada dalam dewan pendiri AKP. Dia terpilih sebagai anggota parlemen dari Istanbul pada 2002.

Yildirim bergabung dengan Perdana Menteri Abdullah Gul pada kabinet Turki yang ke-58 sebagai menteri transportasi. Dia juga menjabat di posisi ini dalam Kabinet-kabinet bentukan Erdogan, sampai 2013 dimana ia digantikan oleh Lutfi Elvan untuk 2 tahun.

"Penyihir" Transportasi

Yildirim dikenal karena berbagai megaproyek transportasinya. Ia dilihat sebagai konseptor transportasi dan komunikasi Turki. Selama masa jabatannya, transportasi Turki telah memperbaharui penampilannya secara total, menjadi sebuah transportasi Negara modern dan salah satu pusat logistik dunia dalam dekade terakhir.

Diantara berbagai megaproyek yang dipimpin oleh Yildirim, Marmaray merupakan pencapaian yang luar biasa. Menggabungkan nama laut Marmara dan ‘ray’ (rel dalam bahasa Turki), Marmaray adalah jalur kereta yang menggabungkan sisi Eropa dan Asia Istanbul dengan sebuah terowongan dibawah selat Bosporus. Disaat upacara pembukaan untuk Marmaray, Erdogan berkata: “Marmaray bukanlah sebuah proyek khusus untuk Istanbul. Ini adalah sebuah proyek untuk kemanusiaan.” Ini bukanlah omong kosong belaka karena Marmaray merupakan sebuah bagian dari proyek Jalur Kereta Silk Road yang menghubungkan Eurasia –dari Cina hingga Inggris.

Harga Diri dan Ketenangan

Yildirim menjabat sebagai anggota parlemen mewakili Istanbul pada masa parlemen ke 22, mewakili Erzincan pada masa parlemen ke 23, dan mewakili Izmir pada parlemen ke 24 dan 26 dari AKP. Pada 2014, ia merupakan kandidat AKP dalam pemilukada kota Izmir dimana ia kalah, meski ia meningkatkan suara partainya menjadi 36%. Setelahnya, ia menjadi penasihat untuk presiden Erdogan.

Yildirim kembali ke jabatannya sebagai Menteri Transportasi, Kemaritiman dan Komunikasi setelah pemilu November 2015.

Setelah pengunduran diri Perdana Menteri Davutoglu, Yildirim diumumkan sebagai calon tunggal ketua umum AKP dalam Kongres Luar Biasa (yang akan digelar hari ini, 22 Mei 2016). Setelah terpilih sebagai ketua umum, ia akan segera diminta oleh presiden Erdogan untuk membentuk kabinet ke-65.

Yildirim menikahi Semiha Yildirim, seorang pensiunan guru sekolah dan juga relawan publik. Pasangan Yildirim ini telah menikah selama 41 tahun, memiliki dua anak laki-laki bernama Erkan dan Ahmet serta seorang anak perempuan bernama Busra.

Yildirim fasih berbicara dalam bahasa inggris dan perancis. Dia dikenal santun dan memiliki selera humor yang baik. Dia berasal dari rakyat. Dia pernah berkata, “rakyat dari beberapa wilayah seperti jagung. Bila mereka dipanaskan di api, mereka meledak seperti berondong jagung. Tapi, rakyat Turki seperti gandum. Bila anda memanaskan mereka dengan api, mereka akan terbakar, tapi mereka akan tetap menjaga harga diri dan ketenangannya.”

Yildirim akan menjadi Perdana Menteri Turki yang ke 27.

Portalpiyungan

Sabtu, 21 Mei 2016

Mencegah Kekerasan terhadap Anak adalah Tanggung Jawab Bersama Keluarga, Masyarakat dan Negara

di copas dari Islampos dengan judul : Kejahatan Seksual Anak: Tanggung Jawab Bersama Keluarga, Masyarakat dan Negara oleh Oleh: Anah Annisa S. Pd. I, (E mail saptanisa@yahoo.co.id)
INDONESIA makin tidak aman dan tak ramah untuk perempuan, khususnya anak-anak. Mereka terus diintai kejahatan seksual. Baru-baru ini publik dikejutkan oleh tragedi kejahatan seksual disertai pembunuhan yang menimpa seorang remaja putri di daerah Rejang Lebong, Bengkulu. 
Kisah mirip diatas juga terjadi di Surabaya, delapan pelajar cabuli sisiwi SMP. Yang membuat hati miris, peristiwa pencabulan terjadi sejak korban masih kecil demi sebutir pil koplo. Belum selesai kasus-kasus tersebut ditangani kembali kita digegerkan dengan pembunuhan sadis dan bejat di Tangerang, pembunuhan yg melebihi binatang. Dan yang menyayat hati adalah ternyata otak di belakang pembunuhan sadis ini adalah bocah yang masih duduk dibangku SMP.

Kasus kejahatan seksual pada anak ibarat fenomena gunung es, dimana kasus yang terjadi jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan. Menurut survey Komnas HAM, setiap hari sekitar 17 anak perempuan mengalami kekerasan seksual, terutama pemerkosaan. Maraknya beragam kasus pemerkosaan yang kian sadis menghadirkan pertanyaan besar di benak kita, ada apa dengan generasi negeri ini? Mengapa kekerasan seksual dan seks dini bisa terjadi?
Banyak faktor yang membuat angka kejahatan seksual dan seks dini semakin meningkat. Salah satu faktor pemicu adalah membludaknya konten pornografi melalui berbagai media. Pornografi bisa mendatangi anak-anak kita melalui internet, ponsel, TV, DVD, komik, bahkan games. Melalui ponsel, dengan sekali klik, video seks dan gambar porno dapat dengan mudah diakses anak.
Melalui program TV, anak disuguhi berbagai tayangan yang mengandung unsur kekerasan dan seks bebas. Melalui games, anak bahkan bisa belajar sekaligus menjadi “actor utama”, karena games menampilkan gambar yang lebih realistis dimana pemain bisa memilih karakter apa saja yang diinginkan. Bahaya games ini jangan dianggap sebelah mata, karena pada faktanya ada games action yang berisi permainan tembak-tembakan, namun ternyata jika anak berhasil mencapai level akhir, bonus akhir levelnya adalah ML dengan PSK.
Ada juga games berjenis role playing yang inti permainannya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik”. Dengan kursor berbentuk tangan, anak bisa memilih perempuan model apa yang diinginkan –si perempuan tidak berbusana-, bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali, dan seterusnya. Bila anak terus digempur dengan berbagai content pornografi, lama-lama anak bisa terangsang untuk melakukan tindakan asusila.
Bagaimana pola asuh dan pendidikan dikeluarga turut pula menyumbang dekadansi moral remaja. Selama ini telah terjadi kesalahan budaya karena ada pemahaman bahwa mengasuh dan mendidik anak adalah tugas ibu. Tugas ayah hanya mencari nafkah. Padahal, pendidikan anak adalah tanggungjawab bersama antara ayah dan ibu. Selain itu, kesibukan kedua orangtua bekerja menyebabkan perhatian keluarga sangat lemah dalam menanamkan agama dan kasih sayang. Anak dipercayakan kepada pembantu. Orang tua kurang menghabiskan waktu dengan anak dan hanya menjadi weekend parent.
Akibatnya, komunikasi yang terjalin adalah komunikasi yang kaku, kurang bersahabat dan penuh intimidasi. Pertanyaan orang tua ke anak hanya sebatas ‘Bagaimana les-nya tadi? Nilaimu berapa, Nak? Kamu nggak bolos kan? Kamu bisa ngerjain ujian hari ini?’ Akibatnya, anak-anak merasa kurang dihargai sehingga menjadi tertekan dan stress.
Dalam hal pendidikan agama, orang tua merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama, tanpa memberikan tauladan yang benar. Orang tua menyuruh anak shalat tepat waktu, sementara orang tua mengulur-ulur pelaksanaannya. Orang tua berpakaian tertutup, tetapi anaknya dibiarkan keluar rumah hanya memakai rok mini dan tanktop. Anak disuruh les mengaji, padahal orang tuanya sibuk menonton televisi.

Orangtua juga terkadang latah mengikuti trend. Kecanggihan tekhnologi dan perkembangannya telah menginspirasi orang tua menjadikan perangkat tekhnologi sebagai bagian dari gaya hidup anak. Orang tua membelikan anak perangkat teknologi (gadget, iPod, Play Station, dll), tanpa peduli dampak negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan untuk anak. Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah depan komputer, games, ponsel dan TV. Padahal, perangkat tekhnologi bisa menjadi alat “cuci otak” yang ampuh bagi anak bila tanpa disertai pengawasan dan aturan yang ketat, terlebih bila orangtua pun tenyata gaptek alias gagap tekhnologi.
Sampai kapan ini akan berakhir? Apakah kita akan menunggu hingga satu persatu generasi penerus bangsa ini bergelimpangan terpapar virus pornografi? Apakah kita terus menunggu hingga anak kita sendiri yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan sadis, baru akan terbuka mata, telinga, dan hati kita bahwa Indonesia darurat kejahatan seksual pada anak?
Saatnya kita peduli. Mulailah dengan memperbaiki pola pengasuhan. Libatkan kedua-belah pihak. Awali dengan membangun kembali hubungan dekat dengan anak-anak kita. Jalin komunikasi hangat, bicara dari hati ke hati, buat anak merasa dihargai. Bekali anak dengan pendidikan agama, sehingga memiliki keimanan yang teguh, ibadah yang konsisten serta akhlak yang mulia. Bimbing anak agar bisa mandiri dan bertanggung jawab pada Allah, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Ketika orangtua ingin memberikan fasilitas pada anak harus disertai persyaratan dan aturan ketat. Untuk menangkal pengaruh negatif yang datang melalui komik, games, internet, dan TV, orangtua hendaknya mengecek jenis bacaan anak, bila perlu mendiskusikannya sesekali bersama anak. Secara berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur anak, guna mengantisipasi adanya majalah ataupun komik porno yang disembunyikan anak.
Perhatikan letak komputer/video games di rumah, jangan pasang komputer/video games menghadap dinding sehingga apa yang dibuka dan dimainkan anak akan terpantau dengan jelas. Buat kesepakatan dengan anak tentang berapa kali dalam seminggu boleh bermain games dan internet, kapan waktu yang tepat untuk main, games/situs apa yang boleh dibuka dan dimainkan, serta sanksi apa yang diberlakukan jika anak melanggar.
Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno). Secara berkala cek situs apa saja yang telah dibuka anak di komputer. Selain itu Atur jam menonton TV, dampingi dan diskusikan tentang program TV yang baik dan buruk kepada anak.
Pendidikan anak tidak semata-mata tanggungjawab keluarga, mengingat saat ini kejahatan seksual pada anak telah menjadi tragedi kemanusiaan. Ada banyak tantangan, yang keluarga tidak mampu untuk mengatasinya, semisal lingkungan pergaulan yang buruk, maraknya peredaran miras dan narkoba, serta derasnya tayangan pornografi dan kekerasan. Oleh karenanya butuh dukungan dan kerjasama dari masyarakat dan negara.
Dalam pandangan Islam negara adalah satu-satunya institusi yang dapat melindungi anak dan mengatasi persoalan kejahatan anak ini secara sempurna. Negara membentengi aqidah dan akhlak anak dengan melarang peredaran miras, narkoba, serta berbagai produk yang bermuatan pornografi dan kekerasan. Negara juga menjamin pendidikan berkualitas bagi anak dan seluruh warga untuk membentuk aqidah, kepribadian dan karakter keilmuan berlandaskan Islam.
Tidak hanya tindakan preventif, negara juga menerapkan hukum pidana Islam sebagai tindak represif. Dengan penerapan tegas hukum-hukum ini, setiap muslim yang sudah baligh terkena sanksi saat melakukan tindak kriminal. Fungsi hukum yang seperti ini adalah mencegah jatuhnya korban dan sekaligus membentengi setiap warganegara untuk tidak melakukan kejahatan ketika imannya sedang menurun.
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam mencegah munculnya kasus kejahatan anak. Mereka berkewajiban melakukan kontrol sosial, baik kepada individu anggota masyarakat maupun mengoreksi kesalahan negara.
Dengan tegak dan saling bersinerginya tiga pilar ini, yakni keluarga, masyarakat dan negara, maka masalah kejahatan anak, bahkan seluruh warganegara, dapat teratasi. Terbentuklah masyarakat yang bertaqwa, berakhlak mulia, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan Islam ke seluruh dunia.
Wallahu a’lam bisshowab.
*bahasa sudah diperhalus.....