Sabtu, 13 September 2014

83 Km Jalan di Boyolali Rusak Berat


Dok.Timlo.net/ Nanin

Pembangunan infrastruktur, terutama jalan rusak menjadi prioritas pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Hanya saja dari data saat ini, setidaknya sebanyak 83 kilometer jalan mengalami rusak berat atau mencapai 15,19 persen, sisanya masuk dalam kategori rusak sedang dan ringan. Sementara alokasi pembangunan jalan baru mencapai 28 km.
Kepala DPU ESDM, M Qodri membenarkan hal itu. Dijelaskan, data kerusakan jalan merupakan data akhir 2013 lalu. Sementara di 2014 ini, alokasi pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali mencapai 28 kilometer.
“Pembangunan jalan rusak tetap menjadi prioritas kami. Selain di dinas kami, alokasi pembangunan jalan rusak juga dialokasikan ke Satker (satuan kerja) lain,” tandas M Qodri, Rabu (10/9).
Dijelaskan, alokasi pembangunan infrastruktur di DPU ESDM 2014 ini mencapai Rp 74,18 miliar. Hanya saja alokasi anggaran itu selain untuk pembangunan jalan, sebagian besar juga diperuntukkan bagi pembangunan jembatan, talut maupun gorong-gorong.
Sejumlah ruas jalan sulit diperbaiki, yakni jalur Randusari-Kopen, Kecamatan Teras. Jalur ini menjadi lintasan truk pasir, khususnya saat sore hingga malam hari. Akibatnya, kondisi jalan pun semakin rusak, terutama di sisi Barat dilintasi truk bermuatan.
Dibandingkan dengan 2012, kondisi jalan di Boyolali lebih baik. Pada akhir 2012 silam, kondisi jalan rusak berat di Boyolali mencapai 87,260 kilometer, rusak sedang hanya 71,390 kilometer dan kategori rusak sekitar 48,840 kilometer.

SATU TAHUN MENGENANG TRAGEDI PEMBANTAIAN R4BIA


Judul      : R4BIA; 55 Kisah di Balik Tragedi Rabia
Penerbit    : Era Adicitra Intermedia, Solo
Penulis     : Tim Redaksi Era Intermedia
Tebal buku  : 360 (Hard Cover)
Ukuran buku : 13 x 19 cm
Harga     : Rp62.000
ISBN     : 978-602-1680-08-7




“Orang-orang bertanya kepada kami mengapa harus menuliskan cerita ini. Maka di sini kami katakan bahwa kami menuliskan cerita ini karena ini bukan sekadar tentang suami, ayah, saudara atau anak-anak kami. Kami menulisnya karena ini adalah permasalahan umat dan permasalahan kita semua.

Demi Allah, dengan ini kami sama sekali tidak mengharap belas kasihan untuk diri dan anak-anak kami. Tidak sama sekali. Bagaimana kami harus merasa dikasihani, sedangkan Allah telah memuliakan kami dan anak-anak kami dengan kemuliaan besar?

Agar semua orang tahu, kami tulis cerita ini supaya umat bangkit dan tersadar, mengapa suami, saudara, dan anak-anak kami memilih jalan kematian. Sungguh kami tidak bersedih hati karena setiap tetes darah yang mengalir dari suami, saudara atau anak-anak kami beserta ribuan syahid yang lain tidak akan sia-sia …”

(Istri Asy-Syahid Muhammad Ashr)

Membaca kisah-kisah yang ada di dalam buku ini seperti membaca kisah fantasi. Kisah yang sangat sulit kita bayangkan ia benar-benar terjadi di dunia, dan saat ini. Lihatlah misalnya, kisah Saad Abdul Karim Yunus. Remaja yang belum genap berusia 15 tahun itu menghadang maut di bawah hujan tembakan militer. Dalam kondisi seperti itu dia menyempatkan diri berkirim SMS kepada ayahnya dan berkata, “Sudah jatuh korban syahid 300, dan doakan aku agar menjadi yang ke 301!”

Apa yang dilakukan oleh sang ayah mendengar harap dari putranya itu?

Dengan mantap sang ayah berdoa, “Ya Allah, karuniailah anakku kebaikan di mana pun dia berada, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui.”

Doa sang ayah terkabul, dan putranya benar-benar menjadi syahid yang ke 301! (lihat R4BIA, hlm. 77)

***

Lihat pula bagaimana kisah Asy-Syahid Usamah Ibrahim Utaim, di mana pada hari Jumat itu ia menulis surat wasiat setelah bersiap menjadi syahid. Sang ibu dengan ikhlas melepas putranya. Bahkan sebelum benar-benar menjadi syahid, ia sudah menitipkan salam kepada Rasulullah untuk disampaikan oleh putranya saat syahid nanti… (lihat R4BIA, hlm. 201)

***

Lihat pula kisah Muhammad Abdul Wahab sekeluarga. Hari itu dia mengajak istri dan anak-anaknya untuk turut serta menjemput kesyahidan. Sepanjang hari ia selalu meneriakkan hiya lillah, hiya lillah; ini untuk Allah, ini untuk Allah. Dan ketika sang ayah menjemput ajal sembari mengacungkan telunjuknya mengucap la ilaha illallah, keluarga itu dengan teguh dan ikhlas melepasnya. (lihat R4BIA, hlm. 71)

***

Atau, bacalah kisah Asy-Syahid Amr Al-Junaidi dan bagaimana keteguhan sang istri, Raudhah, saat harus berpisah dengan suami tercinta selang 5 bulan dari pernikahannya, sedangkan janin sudah berada dalam kandungan. Waktu itu Asy-Syahid meneleponnya menanyakan sudah berapa lama menikah. Dan saat dijawab sekitar lima bulan maka Asy-Syahid menjawab, “Baiklah. Kita lanjutkan kebersamaan kita di surga. Kutunggu dirimu dan anak buah cinta kita di surga...” (lihat R4BIA, hlm. 27)

***

Sungguh, membaca kisah-kisah yang ada di dalam buku ini seperti membaca kisah fantasi. Kisah yang sangat sulit kita bayangkan ia benar-benar terjadi di dunia, apalagi saat ini. Tapi ternyata ia ada. Dan ia benar-benar nyata. Bahkan sampai sekarang kisah-kisah itu belum selesai diukir di sana, di bumi para syuhada.

Dari kisah-kisah yang ada di dalam buku ini kita dapat belajar bahwa kesyahidan itu bukan dari hasil instan. Bukan pula sebuah kebetulan. Kesyahidan itu hanya diperuntukkan kepada orang-orang pilihan yang benar-benar sudah mengikhlaskan jiwanya di jalan Allah.

Buku ini dibagi menjadi tiga bagian besar. Bagian pertama berisi kisah-kisah ketulusan istri dan anak-anak syahid. Bagian kedua bertutur tentang ketulusan orang tua para syahid, sedang bagian ketiga berisi kisah serta kenangan dari saudara dan teman-teman syuhada.

Selamat membaca dan merasakan keharuannya. Selamat membaca dan menikmati kekuatannya yang mengaduk-aduk emosi kita. Mari gelorakan semangat R4BIA sebagai bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara di Mesir yang tercuri kemerdekaannya.


KPK : Ada Uang Dari Koruptor ke Media Massa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada aliran dana sebesar Rp2 miliar ke sebuah media massa terkait kasus korupsi dengan tersangka Jero Wacik.



"Kita panggil itu, karena ada keterangan duit mengalir Rp2 miliar ke Indopos yang digunakan untuk pencitraan Jero Wacik," kata Ketua KPK Abraham Samad, di Mataram, Jumat 12 September 2014.



Samad mengungkapkan, Jero Wacik sering menggunakan Indopos dalam pencitraannya sebagai Menteri ESDM, karena Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) selalu membaca media tersebut.



Menurut Abraham Samad, Wacik memilih Indopos sebagai pencitraan agar dianggap berhasil oleh Presiden SBY selama menjadi menteri.



KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap Pemimpin Redaksi Indopos Don Kardono, Kamis, 11 September 2014, terkait kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM yang telah menjerat mantan Menteri ESDM, Jero Wacik.



Jero Wacik ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah rekanan dalam bidang pengadaan di Kementerian ESDM, dengan total korupsi Rp9,9miliar. 

Tiga Penjual Kupon Judi Disikat

Petugas kembali menggulung para penjual kupon judi jenis Cap Ji Kia. Tiga penjual kupon, yakni WD (46), warga Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono, IS (25) warga Desa Sumowono, Purworejo, dan DN (31) warga Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danureja, Kota Yogyakarta, diciduk secara serentak di tiga lokasi berbeda, Rabu (10/9/2014) kemarin.



Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, Kamis (11/9/2014) sore menjelaskan, penangkapan para tambang, istilah bagi para penjual kupon, tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Pihaknya sengaja menangkap mereka secara serentak, sebab bila ditangkap satu per satu, para penjual lain biasanya tutup atau kabur terlebih dahulu. Masing-masing tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda tempat mereka menjual kupon, yakni DN di Dukuh Baros, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, WD di Dukuh Slanggen, Desa Ngaru-aru, Banyudono, dan IS komplek Pasar Sonolayu, Kelyurahan Siswodipuran, Banyudono.

"Begitu mendapat laporan masyarakat, saya langsung bentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan," ujar Kapolres.

Latar belakang para tambang tersebut berasal dari berbagai profesi. Antara lain buruh bangunan, makelar, hingga tukang pijit. Kapolres menerangkan, dalam sehari, para petambang tersebut membuka kupon judi hingga tujuh kali putaran. Sedang keuntungan yang didapat para petambang tiap harinya berkisar antara Rp 100 sampai Rp 200 ribu.

“Para penjual yang kami tangkap, ada yang sudah menjual tiga bulan, ada juga yang baru menjual kupon judi selama setengah bulan. Selama ini, para penjual tersebut kerap berpindah tempat agar tidak terlacak,” ucap Kapolres.

Saat ini, para tersangka beserta barang bukti sudah diuamankan di Mapolres Boyolali. Mereka akan dijerat dengan Pasal 303 tentang perjudian, dengan ancaman kurungan penjara maksimal selama 10 tahun.

DN yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijit mengaku, ia ditawari oleh seseorang untuk menjual kupon saat bertemu di warung. Ia menerima tawaran tersebut, sebab keuntungan yang didapat cukup menggiurkan.

“Untuk menambah penghasilan sehari-hari,” katanya.

Mensos: Bantuan untuk Pengungsi Slamet Sudah Siap

Salim Segaf Al Jufri
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan bantuan untuk warga sekitar lereng Gunung Slamet jika terdampak erupsi dan terpaksa harus mengungsi, sudah disiapkan.

"Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi kalau terjadi kami sudah siapkan tenda, evakuasi pengungsi, dapur umum. Kalau ada 'tanggap darurat' itu tanggung jawab Kementerian Sosial," katanya di Semarang, Jumat (12/9).




Hal tersebut diungkapkan anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut usai menjadi pembicara utama pada kuliah umum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Menurut dia, langkah-langkah yang akan dilakukan jika terjadi penetapan masa tanggap darurat, termasuk berkaitan dengan erupsi Gunung Slamet, sudah disiapkan, demikain pula dengan bantuan-bantuan.

"Kalau masa tanggap darurat itu kan misalnya, makanan bayi, pakaian ibu dan anak, dapur umum. Itu selama dua minggu cukup. 'Buffer stock' (cadangan) dari provinsi selalu ada," katanya.

Ia mengatakan Kemensos memang bertanggung jawab pada masa "tanggap darurat" jika terjadi bencana alam, sementara langkah selanjutnya setelah masa 'tanggap darurat' tugas kementerian yang lain.

"Tugas Kemensos ya saat-saat diputuskan 'tanggap darurat'. Itu tugas kami. Nanti rekonstruksi, rehabilitasi, itu tugas kementerian lain, terutama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Salim.

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein mengimbau warga yang bermukim di lereng selatan Gunung Slamet belum perlu mengungsi karena status gunung tertinggi di Jawa Tengah itu masih tetap "Siaga".

"Masyarakat harap tetap tenang, tidak usah panik, dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, tetap waspada. serta tidak boleh mendekati radius 4 kilometer dari puncak," katanya di Banyumas, Jumat.

Bupati mengatakan hal itu dalam sosialisasi mengenai kondisi Gunung Slamet kepada para ketua rukun tetangga, ketua rukun warga, dan para tokoh masyarakat Desa Melung.

Sosialisasi juga digelar di Desa Kemutug Kidul dan Karangmangu, Kecamatan Baturraden, serta Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang.

Lebih lanjut, Bupati meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi mengenai aktivitas Gunung Slamet.

"Tanyakan kepada kades (kepala desa) tentang informasi yang benar, kades tanyakan ke camat, camat tanyakan ke posko induk di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) maupun kepada saya, Pak Dandim (Komandan Komando Distrik Militer), dan Pak Kapolres (Kepala Kepolisian Resor)," katanya.

Diserang Ulat, Petani Kedelai Wonosegoro Boyolali Resah

Serangan hama ulat mulai mengancam hasil panen kedelai di Desa Banyusri, Wonosegoro. Akibatnya, panen kedelai kali ini kurang bagus.
Timlo.net - Nanin
Selama ini, ancaman yang dihadapi petani kedelai ada dua, yaitu ancaman banjir di musim penghujan dan serangan ulat.
Menurut salah satu petani, Salimin (47) serangan ulat biasanya terjadi di musim kemarau. Ironisnya lagi, serangan ulat ini selalu muncul saat polong mulai terisi kedelai.
Beruntung, dirinya segera melakukan upaya pembasmian dan bisa panen meski hasilnya tidak maksimal. Dari lahan seluas 300 m2, dia mendapatkan kedelai sebanyak 15 bakul, dimana setiap bakul berisi 10 liter.

“Saat ini harga kedelai mencapai Rp 61.000/ bakul,” katanya, Sabtu (13/9).
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi mengakui, produksi kedelai di Boyolali minim, berkisar 4.000 – 5.500 ton/ tahun. Pengembangan kedelai sebagian besar di kawasan Boyolali bagian utara.
Antara lain, wilayah Kecamatan Juwangi dan Kemusu yang memanfaatkan sebagian tanah milik Perhutani. Juga kawasan ladang tadah hujan di Wonosegoro, Nogosari, Sambi dan Simo.
“Minimnya produksi kedelai disebabkan petani enggan menanam komoditas tersebut, alasan klasik, tanam kedelai rumit dan pemupukan harus tepat waktu,” tandas Bambang Purwadi.

Selasa, 09 September 2014

Kerusakan Ruang Kelas Terparah di Boyolali Utara (Wonosegoro, Kemusu, dan Andong)


Sebanyak 52 ruang kelas dari 30 Sekolah Dasar SD di Boyolali sedang direhab, dengan pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Rata-rata, sekolah yang tingkat kerusakan ruang kelasnya cukup parah berada di wilayah Boyolali utara. 


Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Agrar Mahadi, Selasa (9/9/2014) menjelaskan, dari 30 SD di Boyolali yang masuk yang masuk dalam program rehab ruang kelas, sebanyak 9 SD berasal dari tiga kecamatan di wilayah Boyolali utara. Yakni masing-masing  3 SD di Kecamatan Wonosegoro, Kemusu, dan Andong. 




"Rata-rata untuk satu sekolah, jumlah yang direhab sebanyak satu kelas. Sedang untuk jatah rehab satu ruang kelas yakni sebesar Rp 45 juta" terang Agrar. 


Dijelaskannya, rata-rata penyebab kerusakan ruang kelas di wilayah Boyolali utara karena kondisi geologis. Kondisi tanah yang labil menyebabkan kerusakan pada pondasi ruang kelas, sehingga bagian tembok dan atap ikut rusak. Faktor serangan rayap juga turut andil mempercepat kerusakan tersebut.  


"Rata-rata rehab ruang kelas SD di Boyolali utara yakni pembuatan cakar ayam untuk memperkuat pondasi, serta mencari kayu yang kuat dan tahan hama," imbuhnya. 


Selain untuk ruang kelas, dana DAK tersebut juga dialokasikan utnuk pembuatan beberapa perpustakaan sekolah. Total untuk rehab ruang kelas dan pembangunan perpustaan sekolah sebesar Rp2,340 miliar. Untuk pelaksaan rehab ini mengacu pada Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan perpres nomor 70 Tahun 2012 tentang pekerjaan pembangunan. Sementara untuk pengawasan proses rehab, Disdikpora Boyolali menerjukan tiga pengawas serta  kepala sekolah masing-masing.  


"Deadlinenya, November nanti proses rehab ruang kelas serta pembuatan perpustakaan mesti selesai," tandasnya. 

Kerusakan Ruang Kelas Terparah di Boyolali Utara (Wonosegoro, Kemusu, dan Andong)


Sebanyak 52 ruang kelas dari 30 Sekolah Dasar SD di Boyolali sedang direhab, dengan pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Rata-rata, sekolah yang tingkat kerusakan ruang kelasnya cukup parah berada di wilayah Boyolali utara. 

Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Agrar Mahadi, Selasa (9/9/2014) menjelaskan, dari 30 SD di Boyolali yang masuk yang masuk dalam program rehab ruang kelas, sebanyak 9 SD berasal dari tiga kecamatan di wilayah Boyolali utara. Yakni masing-masing  3 SD di Kecamatan Wonosegoro, Kemusu, dan Andong. 




"Rata-rata untuk satu sekolah, jumlah yang direhab sebanyak satu kelas. Sedang untuk jatah rehab satu ruang kelas yakni sebesar Rp 45 juta" terang Agrar. 

Dijelaskannya, rata-rata penyebab kerusakan ruang kelas di wilayah Boyolali utara karena kondisi geologis. Kondisi tanah yang labil menyebabkan kerusakan pada pondasi ruang kelas, sehingga bagian tembok dan atap ikut rusak. Faktor serangan rayap juga turut andil mempercepat kerusakan tersebut.  

"Rata-rata rehab ruang kelas SD di Boyolali utara yakni pembuatan cakar ayam untuk memperkuat pondasi, serta mencari kayu yang kuat dan tahan hama," imbuhnya. 

Selain untuk ruang kelas, dana DAK tersebut juga dialokasikan utnuk pembuatan beberapa perpustakaan sekolah. Total untuk rehab ruang kelas dan pembangunan perpustaan sekolah sebesar Rp2,340 miliar. Untuk pelaksaan rehab ini mengacu pada Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan perpres nomor 70 Tahun 2012 tentang pekerjaan pembangunan. Sementara untuk pengawasan proses rehab, Disdikpora Boyolali menerjukan tiga pengawas serta  kepala sekolah masing-masing.  

"Deadlinenya, November nanti proses rehab ruang kelas serta pembuatan perpustakaan mesti selesai," tandasnya. 

Godaan Kepemimpinan

Ungkapan semakin tinggi pohon, semakin kencang angin agaknya berlaku untuk para pemimpin. Semakin besar skala tanggung jawab seorang pemimpin, semakin besar pula godaan yang mengelilinginya.
 
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Ahmad Satori Ismail mengatakan banyak sekali yang menjadi godaan pemimpin secara global. "Pemimpin dapat tergoda harta dan wanita, bahkan hingga akhir zaman," ujarnya.
 
Satori khawatir jika seorang pemimpin sudah masuk perangkap godaan, dia akan bias terhadap keadilan. Segala cara akan dilakukan seorang pemimpin demi memuaskan hasratnya.
 
Kekuasaan sendiri, Satori mengungkapkan, pada hakikatnya adalah godaan. Saat mendapat kekuasaan, beragam fasilitas dan akses terhadap sumber daya mudah terhampar. Dorongan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompoknya sering muncul kala kelimpahan hadir.
 
"Saat dia tidak jujur, menutup informasi, tidak adil dan trans paran, tanda pemimpin terjerat dalam godaan," katanya memaparkan. Saat mengangkat pejabat sebagai pembantunya, seorang pe mimpin juga tak luput dari fitnah. Dia harus benar-benar menempatkan seseorang yang cakap dalam bidangnya sebagai pejabat.
 
"Rasulullah telah memberi peringatan, ketika mengangkat seseorang dalam jabatan tertentu maka harus sesuai dengan keahliannya, tetapi jika tidak sesuai maka itu sama saja berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya," ujar ketua Umum Ikadi ini.
 
Ironisnya, meski banyak perangkap dan godaan dalam jabatan, banyak orang yang berusaha memperebutkannya. "Kepemimpinan itu nikmat jika disyukuri, ujian jika ia tergoda," kata Satori.
 
Pemimpin tidak boleh ter lena dengan ke senangan yang sebenar nya bukan haknya.
 
Saat dia merasa mudah mendapatkan kesenangan tersebut dan jarang mendapat masalah, bukan berarti dia selamat. "Ini namanya istidraj. Artinya, kesenangan sementara yang akan digantikan azab," ujarnya. Ini juga menjelaskan mengapa banyak pemimpin yang berbuat tidak adil namun tetap langgeng dalam kekuasaannya.
 
Satori juga menjelaskan bahwa pemimpin yang pada awalnya baik dan saleh pun bisa juga jatuh ke lubang ujian. Meski seorang pemimpin sendiri merupakan penasihat, ada baiknya dia juga memiliki penasihat tersendiri. "Tugasnya mengingatkan ketika mengambil kebijakan yang salah," katanya.

Pakar Medsos: Masyarakat Harus Mengenal Batasan di Dunia Maya

Pakar media sosial (medsos), Nukman Luthfie mengatakan kebebasan berekspresi adalah hak seluruh warga negara, tapi masyarakat harus mengenal batasan-batasannya termasuk di dunia maya seperti saat menggunakan media sosial. Menurut Nukman, para pengguna internet (netizen) harus mengingat bahwa konsekuensi dari tindakan yang dilakukan tidak hanya ada di dunia offline, tapi juga online. 


Hal ini diungkapkannya di sela-sela acara 'Akses Internet Cepat dan Murah, Jalan Tol Menuju Kemakmuran' di Warung Daun Cikini, Jakarta beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, netizen harus tetap memperhatikan etika-etika yang tidak secara tertulis sudah disepakati bersama, termasuk soal menyalurkan kemarahan di media sosial.

Contohnya kasus yang menimpa Florence Sihombing. Mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dilaporkan menghina warga Yogyakarta di media sosial, hingga akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian setempat.

Berkaca pada kasus Florence, kata Nukman, jika ingin aman menggunakan media sosial maka pengguna harus peka terhadap lingkungan sekitarnya.

"Kita punya etika-etika yang kita sepakati bersama, ada hukum-hukum sosial, meski tidak tertulis. Misalnya di offline, kita tidak boleh membentak karyawan di depan umum. Begitu juga di online, kita tidak boleh menghina orang. Ada etika-etika tidak tertulis yang harus dipahami," tutur Nukman seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (9/9).

Jika netizen tetap ingin bebas berekspresi, lanjut Nukman, itu artinya mereka juga harus siap dengan konsekuensinya. 

"Media sosial adalah ruang publik dan ada banyak orang menggunakan layanan tersebut," ungkapnya.

Karena itu, jika tetap ada orang yang tidak peduli dengan etika dan berperilaku tidak etis, sambungnya, mereka harus siap menghadapi akibatnya. Salah satunya di-bully di dunia maya.

"Kalau ada orang yang tidak peduli, mereka harus siap dengan konsekuensinya. Ingat kita masih ada UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik), jadi peraturan yang ada di dalamnya masih berlaku," kata pria pemilik akun @nukman ini.

Untuk itu, dia menghimau pengguna media sosial agar behati-hati dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, baik offline atau online, pengguna harus menjaga sikapnya.

"Kita bebas bereskpresi, sepanjang tidak melanggar Undang-Undang yang ada," ungkapnya.

DPR: Serapan Anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) Bidang Infrastruktur Rendah

Hingga Agustus 2014, serapan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) bidang infrastruktur masih sangat rendah, bahkan dibawah 20 persen. Kondisi ini dikhawatirkan
mengganggu pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia mengungkapkan hal itu di komplek gedung DPR, Rabu (3/9). Menurut
Yudi, salah satu kementerian yang memiliki kinerja penyerapan anggaran terburuk adalah
kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT).

“Dari laporan 4 kementerian dan 4 lembaga yang menjadi mitra kerja komisi, hanya kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Basarnas yang penyerapannya sudah lebihdari 50% dari pagu anggaran mereka. Sisanya, masih sangat rendah. Bahkan serapan anggaran di KPDT hanya 10,99%. Padahal ini sudah akhir kuartal ketiga tahun anggaran,” kata Yudi.

Rendanya penyerapan ini, kata Yudi, akan berdampak pada keterlambatan pembangunan infrastruktur dan bisa berakibat pada rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan laporan K/L kepada komisi V DPR RI, realisasi serapan anggaran di Kementerian PU 45,46%, Kemenpera 50,16%, Basarnas 53,2%, BMKG 39,26%, dan BPWS 25,06%. Sementara capaian serapan anggaran terendah yaitu KPDT 10,99%, Perhubungan (kemenhub) 19,39% dan , Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) 20,25%.
Rendahnya serapan anggaran di tiga K/L tersebut, khususnya KPDT menunjukan buruknya kinerja dan perencanaan yang tidak cermat di masing-masing K/L. Ketika merancang anggaran untuk suatu proyek atau kegiatan, kata Yudi, semestinya semua hal sudah diperhitungkan, termasuk time table-nya.
“Aneh jika anggaran yang sudah direncanakan lama, tiba-tiba molor atau bahkan macet di
tengah jalan. Dan sudah menjadi kebiasan pemerintah kemudian menghabiskan sisa anggaran itu menjelang akhir tahun. Semua sibuk menggelar kegiatan di akhir tahun mulai lokakarya atau seminar dan kegiatan lain yang mungkin tidak terlalu penting. Cara penggunaan anggaran yang "asal habis" selalu berulang setiap tahun,” kata Yudi.

Untuk itu, Komisi V DPR RI merekomendasikan kepada mitra kerjanya untuk menggenjot kinerjanya agar pagu anggaran yang sudah ditetapkan bisa terserap optimal dan tidak mengganggu pelaksanaan pembangunan.
Sementara itu, dalam raker komisi V dengan mitra kerja membahas RAPBN 2015, beberapa K/L mengungkapkan penyebab keterlambatan penyerapan anggaran salah satunya disebabkan karena permasalahan pembebasan lahan dan adanya penyesuaian desain/spek dengan kondisi
di lapangan. Hal ini menunjukan ketidakcermatan dalam perencanaan.

Keutamaan Memperbanyak Istighfar

Rasullullah saw bersabda :

  مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا ، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا ، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ 


“Barangsiapa konsisten beristighfar, maka Allah memberinya pelipur lara dari semua kesedihan, memberinya solusi atas semua kesulitan, dan memberi rizki dari arah yang tak pernah diduga.”




Takhrij Hadist

Hadist di atas diriwayatkan Ibnu Majah di Al-Adab, Bab Istighfar dengan redaksi seperti itu.

Diriwayatkan dari Abu Dawud di As-sunan, Kitab Ash-Sholati Bab Al Istighfar dari Abdullah bin Abbas Ra dengan mendahulukan kalimat, “ Memberinya solusi atas semua kesulitan” atas kalimat, “Maka Allah memberinya pelipur lara dari semua kesedihan.”

Dari sanad hadist ini terdapat perawi bernama Al- Hakam bin Mush’ab. Tentang dirinya, Abu Hatim berkata, “ ia tidak dikenal.” Ia dimasukkan Ibni Hibban ke dalam jajarana para perawi lemah. Al –Azdi berkata,” hadistnya tidak dikoreksi.”

Diriwayatkan Imam Ahmad di kitab Al-Musnad dengan redaksi:

مَنْ اَكْثَرَ مِنَ الْإِسْتِغْفَارِ
“Barangsiapa banyak beristigfar….”

Disebutkan Imam An-Nawawi di Riyadhu Ash-sholihin, Kitab Al Istighfar dari Ibnu Abbas dan katanya diriwayatkan Abu dawud.

Juga disebutkan Al –Mundziri di At-Tarhib wa at-Targhib, hadist no 5 dari Abdullah bin Abbas Ra.

Makna Hadist

Allah Ta’ala menciptakan manusia di bumi, membebaninya dengan banyak kewajiban (tugas), dan menegaskan kepadanya bahwa ia tidak mampu menunaikan tugas-tugasnya jika tidak berbekal dengan bekal taqwa. Untuk itu dibuat syiar ibadah, seperti shalat, zakat, puasa, haji, membaca Alqur’an, dzikir, do’a, istighfar dll.

Hadist yang sedang kita bahas sekarang mengajak kita konsisten beristighfar, karena istighfar membersihkan kehidupan orang muslim dari maksiat dan dosa. Juga memberinya pelipur lara dari semua kesedihannya, solusi atas semua kesulitannya, dan kran-kran rizki dibuka untuknya dari arah yang tidak pernah terlintas di benaknya.

Beberapa Dalil tentang Keutamaan Istighfar

Allah ta’ala berfirman mengisahkan ucapan Nabi Hud As kepada kaummya,

“Dan hai kaumku, mintalah ampunan kepada Tuhan kalian, lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia Menurunkan hujan deras kepada kalian dan Dia menambahkan kekuatan di kekuatan kalian.” (Huud:52)

Allah ta’ala berfirman mengisahkan perkataan Nabi Nuh As kepada kaummya ,

Maka aku katakan kepada mereka, "Mintalah ampunan kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia menurunkan air hujan lebat kepada kalian. Dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian dan mengadakan kebun-kebun untuk kalian dan mengadakan sungai -sungai untuk kalian.” (Nuh:10-12)

Allah ta’ala berfirman

“Dan mintalah ampunan kepada Tuhan kalian dan bertaubatlah pada-Nya, niscaya Dia memberi kenikmatan yang enak kepada kalian sampai batas waktu yang telah ditentukandan Dia memberi kepada setiap orang yang punya keutamaan( balasan) keutamaannya." (Huud: 3)

Allah ta’ala berfirman

“Dan orang-orangyang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu minta ampunan atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya, sedang mereka mengetahuinya.” (Ali Imran :135)

Rasullullah saw bersabda :

“Demi Alllah aku beristighfar kepada  Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.

Abdullah bin Umar Ra berkata,

“Aku hitung Rasulullah SAW berdo’a disatu majelis dengan do’a berikut hingga seratus kali,

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Ya, Allah ampuni aku dan terimalah taubatku, karena Engkau Maha Penerima taubat dan maha Penyayang,”

Rasullullah saw bersabda :

“Barangsiapa berkata, “Aku minta ampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Hidup dan Maha Mengurusi Makhluq-Nya dan bertaubat kepada-Nya, “maka dosa-dosanya diampuni, kendati ai melarikan diri dari perang.”

Sebelum wafat Rasululllah SAW sering berdo’a dengan do’a berikut,

“Maha suci Allah dengan memuji-Nya.Aku meminta ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya .”

Dan dalil-dalil lainnya.

Hikmah Hadist ditinjau dari Aspek Dakwah dan Aspek Tarbiyah

Banyak pelajaran yang bias diambil dari hadist bab ini ditinjau dari aspek dakwah dan aspek tarbiyah. Diantaranya sebagai berikut :

1. Orang muslim perlu konsisten dalam beristighfar, sebagaimana orang konsisten dalam memperhatikan kebutuhan primer yang menjadi pilar hidupnya. Hal ini bisa dibantu dengan hal-hal berikut:

a. Orang muslim ingat peran istighfar dalam mendidik dan mensucikan jiwa

b. Orang muslim ingat peran istighfar itu menghilangkan seluruh kesedihan.

c. Orang muslim tahu istighfar itu menyirnakan seluruh kesulitan

d. Orang muslim tahu istighfar itu memperbanyak rizki dan anaknya, bahkan membuka pintu-pintu rizki dari arah yang tidak terlintas dihatinya.

e. Orang muslim tahu istighfar itu memberkahi umur atau ajalnya

2. Realitas agama ini menentukan seseorang tidak boleh memandang dirinya sebagai malaikat, tapi sebagai manusia, yang bisa salah atau benar. Solusi kesalahan ini ialah bertaubat dan beristighfar, sebab Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andai kalian tidak berdosa, maka Allah melenyapkan kalian, lalu mendatangkan orang-orang yang berdosa lantas minta ampunan kepada Allah dan Diapun mengampuni mereka.

3. Islam respek dengan aspek spriritual manusia, dengan membuat undang-undang, yang mengisi dan menguatkan spiritual mereka. Ini sangat kontras dengan undang-undang produk manusia yang melupakan aspek spiritual. Wal hasil, kehidupan menjadi seperti hutan yang penuh binatang buas, hewan-hewan pemangsa dan kepemimpinan atau kekuasaan menjadi milik siapa yang paling kuat di dalamnya.***