Selasa, 15 November 2016

Cekidot : Apa saja udzur syar’i yang membolehkan seseorang laki-laki meninggalkan sholat Jamaah 5 waktu dan sholat Jumat?

Para Ulama menjelaskan udzur-udzur syar’i yang membolehkan seseorang laki-laki meninggalkan sholat Jumat dan sholat berjamaah 5 waktu di masjid. Udzur-udzur tersebut di antaranya:

Sakit.
  1. Sebagaimana Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, beliau tidak sholat di masjid padahal rumah beliau berdampingan dengan masjid. Justru beliau memerintahkan agar Abu Bakar yang menjadi Imam sholat menggantikan beliau (sebagaimana riwayat alBukhari dan Muslim dari ‘Aisyah).
    Namun, sangat perlu ditekankan di sini bahwa kadar sakitnya adalah sakit yang benar-benar menyusahkan seseorang untuk bisa mendatangi sholat berjamaah di masjid.

    Dalam menentukan takaran apakah seseorang sakitnya sudah masuk kategori udzur atau belum, diperlukan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dari orang yang bersangkutan agar ia tidak bermudah-mudahan. Demikianlah diterapkan pada poin-poin udzur yang lain, hendaknya kadarnya ditentukan secara adil (tidak terlalu ringan dan meremehkan, tidak pula sangat ketat dan berlebih-lebihan).
  2. Menahan keluarnya sesuatu dari 2 jalan (qubul dan dubur)
    Seperti seseorang yang menahan kencing, buang air besar, atau buang angin. Jika waktu sholat Jumat tiba dan dia sedang sangat berkebutuhan untuk keperluan tersebut sehingga harus antri di toilet atau semisalnya, jika terluput dari sholat Jumat, maka yang demikian termasuk udzur baginya. Karena Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ

    “Tidak ada sholat pada saat makanan dihidangkan dan ketika menahan keluarnya (sesuatu) dari 2 jalan (qubul dan dubur)”
    (H.R Muslim)
  3. Sudah terhidang makanan di hadapannya dan ia sangat lapar.
    Dalilnya adalah hadits riwayat muslim yang disebutkan pada poin 2.
    Jika memungkinkan baginya untuk mendahulukan makan kemudian mendatangi masjid, itulah yang diharapkan, namun jika tidak memungkinkan karena sempitnya waktu, maka hal itu termasuk udzur. Misal: Seseorang yang baru pulang dari safar dalam kondisi sangat lapar dan terasa pada dirinya tanda-tanda lapar yang sangat seperti keringat dingin, dada berdegub kencang, dan semisalnya. Sedangkan waktu pelaksanaan sholat Jumat sudah hampir berakhir. Maka, ia hendaknya mendahulukan makan. Jika memang ia terlewatkan dari sholat Jumat karena sebab itu, maka hal itu termasuk udzur. Dalam hadits juga dinyatakan:

    إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ وَلَا تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ

    “Jika telah dihidangkan hidangan makan malam, mulailah dengan makan hidangan tersebut sebelum sholat maghrib dan janganlah tergesa-gesa dari makan malam kalian”
    (H.R alBukhari)
  4. Hujan lebat
    Sebagian Ulama’ menyatakan bahwa hujan rintik-rintik sudah merupakan udzur (keringanan) untuk tidak mendatangi sholat berjamaah, sebagaimana hadits:

    عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ قَالَ خَرَجْتُ فِي لَيْلَةٍ مَطِيرَةٍ فَلَمَّا رَجَعْتُ اسْتَفْتَحْتُ فَقَالَ أَبِي مَنْ هَذَا قَالَ أَبُو الْمَلِيحِ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ وَأَصَابَتْنَا سَمَاءٌ لَمْ تَبُلَّ أَسَافِلَ نِعَالِنَا فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ

    Dari Abul Malih beliau berkata: Aku pernah keluar (menuju masjid) pada malam yang hujan. Ketika aku kembali ke rumah, aku meminta dibukakan pintu. Kemudian ayahku bertanya (dari balik pintu): Siapa? Aku menjawab: ‘Abul Malih’. Kemudian ayahku berkata: Sungguh aku pernah bersama Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pada hari Hudaibiyah kemudian kami ditimpa hujan yang tidak sampai membasahi bagian bawah sandal-sandal kami, kemudian berserulah muadzin Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam: ‘Sholatlah di tempat tinggal kalian’ 
    (H.R Ibnu Majah, Ahmad)

    Namun, jika seseorang tetap berusaha mendatangi masjid untuk mendapatkan keutamaan sholat Jumat, maka yang demikian lebih utama.
  5. Angin kencang dan dingin sehingga menghalangi dari keluar rumah.
  6. Mengkhawatirkan keselamatan dirinya (ketakutan yang mencekam)
    Misal: berlindung dari kejaran penguasa yang dholim yang akan membunuhnya bukan secara haq, atau panik menyelamatkan diri karena adanya bencana alam.

    وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

    Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri pada kebinasaan
    (Q.S alBaqoroh:195).
  7. Mengkhawatirkan hartanya yang berharga hilang atau rusak jika ditinggal pergi mendatangi sholat berjamaah.
  8. Sedang dalam proses pencarian suatu kendaraan/ barang berharga (bernilai tinggi) yang sebelumnya hilang, dan teridentifikasi barang tersebut sedang berada di suatu tempat.
    Hal itu membutuhkan tindakan cepat untuk segera mendatangi tempat tersebut agar barangnya bisa ditemukan. Jika ia harus mendatangi masjid untuk sholat terlebih dahulu, maka peluang barang berharganya ditemukan sangat kecil.
  9. Ia ditugasi bekerja untuk menjaga pengoperasian alat-alat berharga milik perusahaan yang jika ditinggal untuk mendatangi masjid pada saat itu bisa menyebabkan hilang atau rusaknya barang yang diamanahkan padanya.
    Termasuk kategori ini adalah seseorang yang jam kerjanya bertepatan dengan sholat Jumat, sedangkan pekerjaan tersebut adalah pekerjaan penting yang memberikan maslahat bagi kaum muslimin, atau suatu pekerjaan tak tergantikan yang jika ditinggal saat itu bisa menimbulkan kerugian besar hilang/rusaknya barang berharga milik perusahaan yang mempekerjakannya.

    Namun, semestinya hal tersebut tidak berlangsung terus menerus sehingga menyebabkan ia selalu meninggalkan sholat Jumat.

    Jika pekerjaan tersebut sebenarnya bisa ditinggal tanpa dikhawatirkan ada mudharat, maka hak Allah adalah yang harus didahulukan, tetap wajib mendatangi sholat Jumat.
  10. Menjaga dan merawat seorang yang sakit parah dan dikhawatirkan bisa meninggal atau semakin parah sakitnya jika ditinggal.
  11. Kecapekan dan mengantuk yang amat sangat, jika ia sudah tidak bisa lagi mengerti bacaan apa yang sedang dibaca dalam sholat.

    عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَنَمْ حَتَّى يَعْلَمَ مَا يَقْرَأُ

    Dari Anas dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: Jika salah seorang dari kalian ngantuk dalam sholat, hendaknya ia tidur (terlebih dahulu) sampai ia bisa mengerti apa yang dibacanya”
    (H.R alBukhari)

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّي فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لَا يَدْرِي لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبُّ نَفْسَهُ

    Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika salah seorang dari kalian mengantuk dalam keadaan ia sholat, hendaknya tidur sampai hilang perasaan kantuknya. Karena seorang jika sholat dalam keadaan mengantuk ia tidak mengetahui, pada saat bermaksud mohon ampun namun justru mencela dirinya sendiri “
    (muttafaqun ‘alaih).

    Syaikh Muhammad bin Sholih alUtsaimin menjelaskan bahwa seseorang yang sangat mengantuk dalam sholat bisa jadi ia berdoa meminta surga namun keliru berucap meminta neraka, bermaksud meminta hidayah, justru keliru berucap meminta kesesatan, dan semisalnya (Syarh Riyadis Sholihin juz 1 halaman 166).
  12. Bersembunyi karena ditagih hutang pada saat ia benar-benar tidak memiliki sesuatu untuk dibayarkan, sedangkan penagihnya adalah orang yang akan menganiaya ataupun mencaci maki dan umpatan berlebihan yang menyebabkan ia tidak sanggup menahannya.
  13. Imam membaca bacaan dalam sholat yang sangat panjang, sedangkan tidak ditemukan pengganti atau masjid lain untuk berpindah melakukan sholat.
    Sebagaimana Nabi memberikan udzur kepada seorang Arab Badui yang bermakmum di belakang Muadz bin Jabal yang membaca surat alBaqoroh, kemudian orang tersebut memisahkan diri dari jamaah dan sholat sendirian (riwayat alBukhari dan Muslim).
  14. Imam cepat sekali dalam sholatnya (tidak thuma’ninah), dan tidak ditemukan pengganti lain ataupun masjid yang lainnya.
    Kadar minimum thuma’ninah adalah bisa membaca bacaan wajib dalam setiap gerakan minimal 1 kali. Seperti bacaan subhaana robbiyal adzhim 1 kali pada saat ruku’ dengan catatan, bacaan 1 kali tersebut dibaca pada saat posisi benar-benar sempurna telah ruku’, bukan pada saat gerakan perpindahan.

Poin-poin tentang udzur tersebut kami sarikan dari penjelasan Ibnu Muflih dalam al-Furu’ dan Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’. Udzur yang disebutkan tersebut ada yang memiliki dalil yang shohih dan shorih, ada pula yang merupakan istinbath (penggalian hukum) dari keumuman dalil yang ada serta kaidah bahwa syariat-syariat yang ada adalah penjagaan terhadap 5 hal utama (ad-Dharuriyaatul Khoms) dalam diri manusia yaitu: Dien, akal, jiwa, harta, dan kehormatan. Semua aturan-aturan syar’i yang ada adalah untuk menjaga lima hal utama tersebut. Demikian juga dalil-dalil umum tentang kemudahan yang diberikan Allah dan bahwa agama ini adalah mudah, serta perintah untuk bertaqwa kepada Allah semaksimal mungkin sesuai kemampuan.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kalian kepada Allah semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kalian”
(Q.S atTaghobun:16).

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian.”
(Q.S alBaqoroh:185).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ

“Dari Abu Hurairah dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang memberat-beratkan dalam beragama kecuali akan terkalahkan”
(H.R alBukhari).


فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ

“Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian seperti keharaman hari ini di negeri ini pada bulan ini.”
(H.R alBukhari dan Muslim).

Oleh Ustadz Kharisman

sumber Salafy

Ini Lho Pofil Bupati boyolali Periode 2015-2020, Drs. Seno Samudro

Data Pribadi

Nama Lengkap, Drs. Seno Samodro
Tempat dan Tanggal Lahir, Boyolali, 25 April 1964
Agama Islam
Alamat Rumah, Tegalsari Rt 04 Rw 7 Siswodipuran Boyolali


Riwayat Pendidikan

Menjalani pendidikan dasar dan menengahnya di Boyolali. Lulus dari SD Negeri 1 Boyolali pada tahun 1976 dan melanjutkan ke SMP Negeri 1 Boyolali. Setelah lulus SMP pada tahun 1980 ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Boyolali dan lulus pada tahun 1983. Ketertarikannya pada Bahasa Perancis membuatnya masuk ke jurusan sastra Perancis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus pada tahun 1991.

Riwayat Pekerjaan

Staf lokal Konsulat Jenderal Indonesia di Marseille, Perancis pada tahun 1992. Ia juga menjadi koresponden beberapa media cetak Indonesia di Perancis seperti Bola, Merdeka dan GO. Pada tahun 2000 ia kembali ke Indonesia dan menjadi pengusaha konstruksi.

Riwayat Pekerjaan
1. Staf Lokal Komjen RI di Marseille Prancis, 1992-1998

2. Koresponden Permanen Mediora Bola Perancis, 1992
3. Koresponden Harian Umum Merdeka Perancis, 1993
4. Koresponden Permanen Medior Go Perancis, 1997
5. Pengusaha Jasa Konstruksi 2000- 2005
6. Ketua BNN Kab. Boyolali, 2005-2010
7. Ketua Umum PERSEBI Kab. Boyolali, 2006-2011
8. Wakil Bupati Boyolali, 2005-2010
9. Bupati Boyolali, 2010-2015
10. Bupati Boyolali, 2016-2020
sumber : Boyolalikab

Benarkah Tuhan Tak Perlu di Bela ? sebuah bantahan mengenai pandangan JIL dan Prof. Sarlito


Dulu ada tokoh nasional, yang sekarang sudah wafat, mengatakan bahwa: “Tuhan tak perlu dibela”. Tokoh ini sangat dikagumi dan dipuja oleh anak-anak muda saat itu, dan tampaknya juga sampai sekarang. Anak-anak pesantren, jika belum mengidolakan dia, masih dianggap kuno, belum moderen, masih level syariat, masih fokus urusan dzahir, belum level hahikat (haqiqoh), dan lain sebagainya.
Saat ini, saat umat Islam melakukan pembelaan terhadap tuhannya, agamanya dan kitab sucinya, lagi-lagi banyak orang yang berkata bahwa: “Tuhan tak perlu dibela”. Saya tidak tahu, apakah pernyataan yang sekarang terinspirasi oleh tokoh yang sudah meninggal itu atau benar-benar pendapatnya sendiri?.
Sumber Gatra


Salah seorang profesor di UI, misalnya mengatakan: Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"
Selanjutnya, dia mengatakan: "Pandangan saya mungkin tidak begitu populer, tetapi untuk saya, Islam dan Tuhan tidak perlu dibela. Anak-anak, perempuan, orang yang lemah dan tak berdaya, orang fakir dan yatim piatulah yang patut dibela, dan hal itulah yang sesuai dengan ajaran Islam"
Tulisan singkat ini hendak membahas pernyataan di atas dan menunjukkan betapa absurd-nya pernyataan tersebut.

****

Pernyataan tersebut tampak diucapkan oleh orang “pinter”, tetapi kenyataannya lebih tepat diucapkan oleh orang yang “keminter”. Itu sama dengan orang yang menertawakan sebuah pernyataan bahwa “kalau ingin pintar harus ke sekolah”. Dia mengejek orang sekolah dan mengatakan: “Yang membuat pintar itu belajar, bukan sekolah. Seratus tahun kamu pergi sekolah, kalau hanya pergi saja, dijamin tidak akan pintar”.

Pernyataan “kalau ingin pintar harus sekolah” itu tentu ada maksudnya. Sama dengan pernyataan “membela Allah, agama dan kitab suci”, semua itu ada maksudnya. Tidak bisa dipahami seperti anak SD saat memahami suatu bahasa.

Terkadang orang-orang memang lucu dalam memahami bahasa. Ini bukan hanya sekarang. Tetapi juga pada zaman Nabi Muhammad dulu. Sebelum kita membahas tentang “menolong Allah”, akan kita ulas dahulu sebuah kisah yang menggambarkan bahwa orang gagal paham dalam memahami bahasa itu memang benar-benar terjadi, termasuk pada zaman Rasulullah dahulu.
Ibnu Abu Hatim menyatakan bahwa sebab turunnya Ali Imran ayat 181, berdasarkan hadis Ibnu Abbas, adalah karena perkataan orang-orang Yahudi kepada Nabi saw. sewaktu Allah menurunkan ayat;

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. Pinjaman yang baik, maka Allah akan memperlipat-gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat-ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqarah 245)
Orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad saw, "Hai Muhammad! Rupanya Tuhanmu jatuh miskin, sehingga ia meminta pinjaman kepada hamba-Nya!"

Maka Allah pun menurunkan ayat, "Sungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan 'Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.'" (Ali Imran 181)

Menurut pendapat yang lain bahwa Ibnu Ishak dan Ibnu Abu Hatim mengatakan bahawa sebab turun surat Ali Imran ayat 181 ialah hadis dari Ibnu Abbas katanya, "Abu Bakar masuk ke rumah seseorang bernama Madras. Didapatinya di sana telah berkumpul orang-orang Yahudi sedang menghadap pemimpin mereka bernama Fanhas. Kata Fanhas kepada Abu Bakar, 'Demi Allah, wahai Abu Bakar! Sebenarnya kami ini tidak perlu Allah, sebaliknya Dialah yang perlukan kami! SEANDAINYA DIA KAYA, TENTULAH DIA TIDAK PERLU MEMINTA PINJAMAN DARI KAMI kami sebagaimana dikatakan oleh sahabatmu itu!' Abu Bakar pun marah lalu menampar mukanya.

Lalu Fanhas ini pergi menemui Nabi saw. katanya, 'Hai Muhammad! Lihatlah ini apa yang telah dilakukan oleh sahabatmu kepada saya!' Jawab Nabi saw., 'Hai Abu Bakar, apa yang menyebabkanmu melakukan itu?' Jawabnya, 'Wahai Rasulullah! Ia telah mengeluarkan kata-kata berat, dikatakannya bahwa Allah miskin sedangkan mereka kaya.' Fanhash menolak keterangan itu, tetapi Allah menurunkan ayat, 'Sungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya...'" (Al-Imran 181)

Jadi, orang-orang Yahudi itu gagal paham terhadap al-qur’an yang mengatakan “memberi pinjaman kepada Allah”. Dikiranya Allah minta pinjaman atau hutangan, padahal maksudnya adalah Allah mendorong umat Islam untuk berinfaq dalam segala jenis kebaikan (diantaranya mendakwahkan Islam, jihad, membantu orang miskin dan lain sebagainya). Segala infaq yang dikeluarkan karena Allah (maksudnya dengan Ikhlas karena mengharap ridlo Allah), manfaatnya sama sekali bukan untuk Allah, tetapi manfaatnya itu kembali kepada manusia sendiri.

Allah sama sekali tidak butuh bantuan manusia, apalagi infaq dan sedekah manusia. Semua sedekah dan infaq itu akan kembali kebaikannya kepada manusia itu sendiri.

Jadi, contoh orang yang gagal paham pada zaman Nabi adalah orang-orang Yahudi.
Apakah mereka benar-benar gagal paham? Sebetulnya tidak. Mereka sebenarnya tahu maksud ayat tadi, tetapi mereka berkata seperti itu hanya ingin menertawakan umat Islam dan menghina Rasulullah saw. Bagi sebagian orang, melecehkan umat Islam, itu merupakan “KENIMATAN TERTINGGI”. Naudzu billah!. Tampaknya, orang seperti itu, jumlahnya sangat banyak pada zaman sekarang ini.

****

Sekarang, kita kembali kepada kalimat: “menolong Allah” atau “menolong agama-Nya”.
Benarkah ini kata-kata orang bodoh yang belum pernah “makan” sekolahan? Atau justru kalimat yang ada di dalam al-Quran? Tentu, jika ada di dalam al-qur’an ada maksud tertentu dari kalimat itu.
Jika kita mengkaji al-qur’an dengan seksama, maka kita akan dapati bahwa di dalam al-qur’an sendiri ada banyak ayat yang memerintahkan umat Islam untuk “menolong Allah”. 

Misalnya:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS. Al Hajj 40)



وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ


Artinya: “Dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid 25)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Artinya: “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad 7)

Jadi, kalimat tersebut memang terdapat di dalam al-qur’an. Bukan sekedar perkataan “teroris” atau orang “udik” yang tak pernah “makan” sekolahan.

Namun, untuk memahami ayat-ayat ini memang kita harus merujuk kepada para ulama ahli tafsir. Ulama yang benar-benar mengkaji al-qur’an. Bukan kepada sekedar profesor psikologi, profesor ekonomi, profesor sejarah dll, apalagi kepada politisi hitam yang tak percaya kepada Allah swt.
Terkait QS Al-hajj ayat 40, Imam Ath-Thabari mengatakan bahwa makna dari “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya.” Yaitu Allah swt pasti meonolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya tinggi terhadap musuh-musuh-Nya. Maka makna pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya, sedangkan makna pertolongan hamba-Nya kepada Allah adalah JIHAD-NYA ORANG ITU DI JALANNYA untuk meninggikan kalimat-Nya.” (Tafsir At-Thabari juz XVII hal 651)

Sedangkan Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang menolong agama dan nabi-Nya. (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz XII hal 386)

Sedangkan tentang QS Al-Hadid ayat 25, Sayyid Qutb mengatakan bahwa “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya.” Adalah isyarat untuk berjihad dengan menggunakan senjata. Permasalahan ini diletakkan dalam ayat yang berbicara tentang pengorbanan jiwa dan harta.

Tatkala berbicara tentang “Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” Kemudian Allah melanjutkannya dengan menjelaskan makna pertolongan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menolong manhaj dan da’wah-Nya. Adapun Allah swt tidaklah membutuhkan pertolongan dari mereka. 

“Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (Fii Zhilalil Qur’an juz VI hal 4395)
Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya.” Orang yang menolong Allah swt dan Rasul-Nya dengan memiliki keinginannya membawa senjata. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” adalah Dia swt menolong orang yang menolong-Nya yang sebetulnya Dia swt tidak membutuhkan pertolongan dari manusia. Adapun disyariatkannya jihad adalah untuk menguji sebagian kalian dari sebagian yang lain.” (Tafsir Ibnu Katsir juz VIII hal 28)

Jadi, secara sederhana, menolong Allah maksudnya adalah menolong agama-Nya. Maksudnya adalah bahwa kita diperintah Allah untuk memperjuangkan Islam dan segala ajarannya. Jika ajaran Islam itu tegak, maka di dunia manusia akan mendapat segala kebaikan dan keadilan, sementara di akhirat nanti akan mendapat surga-Nya.

****

Allah Maha Segala-galanya, sama sekali tidak butuh pertolongan manusia. Ketika Allah berkata “menolong Allah”, maksudnya adalah perintah Allah agar kita melakukan semua kebaikan yang telah Allah perintahkan. Termasuk di dalamnya: mendakwahkan Islam, menolak demokrasi, menolak pemimpin kafir, menyantuni orang fakir miskin, menyantuni janda, menyantuni yatim-piatu, dan lain sebagainya.

Jadi, pernyataan Sarlito dan tokoh-tokoh lain, bahwa yang perlu dibela adalah orang-orang fakir, orang-orang lemah, dll, bukan Allah, adalah perkataan orang “samin”.

Jika ada yang menolong orang-orang lemah, orang-orang fakir karena Allah, maka itu termasuk dalam kategori “menolong Allah”. Jika ada orang berjuang agar orang kafir tidak jadi pemimpin, juga dalam kategori “menolong Allah”. Jika ada yang menghina al-qur’an, kemudian kita berjuang ahar mereka dihukum, juga dalam kategori “menolong Allah”. Jadi tak perlu dipertentangkan.

Sekarang kita coba uji, apakah orang-orang yang suka berkata nyinyir itu peduli kepada orang-orang lemah? Apakah mereka membela saat orang-orang miskin digusur dan diobrak-abrik Ahok? Apakah mereka peduli dengan para nelayan yang diputus mata pencariannya oleh Ahok? Apakah mereka mengkritisi sistem kapitalisme telah meyengsarakan oramg-orang lemah? Apakah mereka peduli dengan kekayaan alam yang dijarah oleh para kapitalis hitam?

Tidak saudara! Tidak! Orang-orang seperti itu justru mendukung pemusnahan orang-orang miskin dan lemah. Mereka justru menjadi broker saat keayaan rakyat dijarah dengan membabi buta.
Maka, jika sekarang mereka sok jadi jagoan dengan mengatakan yang perlu dibela adalah orang-orang lemah, bukan Allah, bukankah itu adalah pahlawan kesiangan?

Sebenarnya mereka hanya membela Ahok dan para konglomerat di belakangnya, yang saat ini sedang ketar-ketir di ujung tanduk, lalu mereka dengan berlagak lugu mengatakan: “Tuhan tak perlu dibela!!!”.


Wallahu a’lam.
Fukuoka, 15 Nov 2016

Oleh : Choirul Anam  (Dosen UNDIP, Studi di Jepang) Dakwahmedia

Kisah Penistaan Agama masa lalu : Reaksi Tjokro dan Tanda Tangan Bung Karno

Sejarah penistaan agama tak hanya bermula saat Arswendo Atmowiloto membuat polling di Tabloid Monitor soal Tokoh Dunia yang Berpengaruh. Juga tak berhenti pada Lia Eden.  Jauh sebelum itu, terdapat nama Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto dan Soekarno.
Tersebutlah sebuah harian bernama  “Djawi Hisworo” yang pada awal Januari 1918 memuat artikel yang  berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw.  Penulisnya Djojodikoro dan tulisan tersebut berjudul “Pertjakapan Antara Martho dan Djojo”.
Ada sebuah penggalan kalimat yang secara jelas menghina Rasulullah saw. Berikut petikannya: “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem AVH, minoem Opium, dan kadang soeka mengisep Opium.”
Penistaan itu membuat geram umat Islam.  H.O.S Tjokroaminoto  dengan cepat membentuk organisasi bernama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) yang langsung dipimpin oleh dirinya.

TKNM mengajak rakyat Indonesia untuk menghadiri rapat besar di Kebun Raya Surabaya, pada 6 Februari 1918. Kegiatan ini sebagai sikap penolakan kaum muslimim terhadap penghinaan Nabi saw.
Berapa jumlah orang yang ikut dalam aksi tersebut?
Tidak kurang dari 35.000 orang! Tuntutannya  mendesak pemerintah Hindia Belanda dan Sunan Surakarta untuk segera mengadili Djojodikoro dan Martodarsono (pemilik surat kabar) atas kasus penistaan Nabi saw. (Jang Oetama : Jejak Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto karya A.D Mulawarman).
Beberapa dekade kemudian, salah satu murid politik Tjokroaminoto membubuhkan tandatangan bersejarah. Namanya Soekarno. Saat menjadi orang nomor satu di Indonesia, Bung Karno menandatangani Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 1/PNPS tentang Pencegahan Penyalahgunaan/dan atau Penodaan Agama pada 27 Januari 1965.
Tjokro dan Bung Karno hanya mengkonfirmasi bahwa kita memiliki warisan sejarah dan produk hukum terkait penistaan agama. Dan keduanya adalah tokoh bangsa yang layak kita teladani.
 Lalu jika masih saja ada di antara kita yang menghina para pembela Quran, tidakkah mereka belajar dari Tjokro dan umat Islam kala itu? Mengumpulkan 35 ribu orang di zaman belum ada handphone, facebook, twitter dan whatsapp bukanlah pekerjaan mudah. Hanya pernyataan Aa Gym yg dapat menjelaskannya.
“Ini persoalan hati yang menggerakkan kita semua.”
Lalu jika kita masih terus-berkelit untuk membebaskan Ahok dari kasus penistaan agama sampai harus mengundang ulama Mesir, tidakkah kita malu pada Bung Karno yang jauh-jauh hari sudah menyiapkan peraturan soal ini dan berisikan penjelasan yang eksplisit?
Bergurulah kepada Tjokro dan Bung Karno…
Erwyn Kurniawan

Senin, 07 November 2016

Kisah Keberanian dan Ketegasan Kapolri Hoegeng Demi Penegakkan Hukum, yang takut dipecat

Ada kisah menarik saat Kapolri Jenderal Hoegeng diberhentikan Presiden Soeharto . Banyak pihak motif politik ada di belakang pencopotan ini.
Sejak mau dilantik sebagai Kapolri, Hoegeng memang sudah tak cocok dengan Soeharto . Tahun 1968, Hoegeng menghadap Soeharto . Saat itu Soeharto meminta agar polisi tak lagi bertugas di medan tempur. Dulu memang Brigade Mobil Polri terjun di berbagai pertempuran seperti TNI, mulai operasi Trikora di Papua, hingga Dwikora di Pedalaman Kalimantan.

Apa jawaban Hoegeng?
“Kalau begitu angkatan lain juga jangan mencampuri tugas angkatan kepolisian,” kata Hoegeng tegas. Soeharto terdiam mendengarnya. Demikian ditulis dalam buku Hoegeng, Oase menyejukkan di tengah perilaku koruptif para pemimpin bangsa terbitan Bentang.
Sepak terjang Hoegeng membuat kroni keluarga Cendana mulai terusik. Apalagi sejumlah kasus diduga melibatkan orang-orang dekat Soeharto . Puncak perseteruan itu, Soeharto mencopot Hoegeng sebagai Kapolri tanggal 2 Oktober 1971. Baru tiga tahun, Hoegeng menjabat. Seharusnya masih ada dua tahun lagi.
Ironinya dengan alasan penyegaran, justru pengganti Hoegeng, Jenderal M Hasan lebih tua satu tahun.
Hoegeng menghadap Soeharto , dia menanyakan kenapa dicopot. Secara tersirat Soehartoberkata tak ada tempat untuk Hoegeng lagi.
Dengan tegas Hoegeng menjawab. “Ya sudah. Saya keluar saja,” katanya.
Soeharto menawari Hoegeng dengan jabatan sebagai duta besar atau diplomat di negara lain. Sebuah kebiasaan untuk membuang mereka yang kritis terhadap Orde Baru. Hoegeng menolaknya.
“Saya tidak bisa jadi diplomat. Diplomat harus bisa minum koktail, saya tidak suka koktail,” sindir Hoegeng.
Ada beberapa penyebab kenapa Hoegeng diganti. Salah satunya kasus penyelundupan mobil yang dilakukan Robby Tjahjadi.
Kasus itu sangat fenomenal pada akhir periode 1960an sampai awal 1970an. Robby adalah anak muda yang menyelundupkan ratusan mobil mewah ke Indonesia. Mulai Roll Royce, Jaguar, Alfa Romeo, BMW, Mercedes Benz dan lain-lain.
Robby menyuap sejumlah pihak di bea cukai dan kepolisian untuk melanggengkan aksinya. Diduga ada keterlibatan kroni keluarga Cendana dalam kasus ini.
Selain itu kasus pemerkosaan seorang penjual telur bernama Sumarijem di Yogyakarta. Anak seorang pejabat dan seorang anak pahlawan revolusi diduga ikut menjadi pelakunya.
Proses di pengadilan berjalan penuh rekayasa. Sumarijem yang menjadi korban malah menjadi tersangka. Hoegeng bertekad mengusut tuntas kasus ini. Dia siap menindak tegas para pelakunya walau dibekingi pejabat.
Belakangan Presiden Soeharto sampai turun tangan menghentikan kasus Sum Kuning. Dalam pertemuan di istana, Soeharto memerintahkan kasus ini ditangani oleh Team pemeriksa Pusat Kopkamtib.
Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai sulit sekali mencari petinggi Polri sejujur Jenderal Hoegeng. Para polisi jujur sering tidak mendapat tempat di posisi komando atau posisi strategis.
“Ada yang jujur, hanya terjebak di tumpukan arsip dan tidak akan terkenal,” kata Bambang
Maka walau sulit, semoga saja Kapolri saat ini bisa meneladani Jenderal Hoegeng.

Sebanyak 2256 Siswa Ikuti Kemah Ukhuwah Wilayah VII JSIT Jateng

 Sebanyak 2256 siswa dari 56 Sekolah Islam Terpadu (SIT) se Jawa Tengah mengikuti kemah ukhuwah wilayah ke VII Jateng pada Sabtu (5/11/2016) hingga Selasa (8/11/2016) mendatang di lapangan Tembak Akademi Militer, Salaman, Kabupaten Magelang.
Pembukaan dengan pemukulan gong oleh Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc
Ketua panitia Kemah Ukhuwah Wilayah VII Jateng, Ahmad Setiadi, sebagaimana di kutip dari Jowonews.com menyatakan bahwa tujuan diadakan kemah wilayah ini salah satunya untuk menyatukan barisan, mewujudkan generasi muda yang gigih, dan bertekad kuat membangun negeri.
“Tujuan diadakannya perkemahan wilayah ke 7 yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menumbuhkan rasa persaudaraan sejati, menggalang persatuan, dan meningkatkan jiwa patriotisme, serta membina karakter mulia bagi generasi muda agar memiliki peran membangun negeri,” jelasnya.
Senada dengan Ahmad, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jateng, Budi Prayitno dalam amanatnya berharap kepada para peserta untuk meningkatkan kualitas diri, memperkaya wawasan, pengetahuan, dan keterampilan.
“Tambahlah pertemanan dan memperkuat ikatan persaudaraan antar kalian, berkompetisilah secara sehat dan sportif. Pendidikan pramuka menggunakan metode berkompetisi, bukan beradu dalam rangka mengetahui sejauh mana kemampuan diri sesuai syarat kecakapan tingkat keanggotaannya,”paparnya.
Agenda ini sendiri digelar satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SAKO-Pramuka SIT) Jateng dengan tema “Dari Pramuka SIT (Sekolah Islam Terpadu) untuk Indonesia.”
Upacara pembukaan ini dimeriahkan dengan penampilan drumband SDIT Zaid bin Tsabit Kabupaten Magelang dan atraksi pencak silat Setia Hati Teratai SMAIT Ihsanul Fikri Kabupaten Magelang. Selesai upacara pembukaan tamu undangan diajak berkeliling lokasi bumi perkemahan dengan mengendarai Andong.
Berbagai perlombaan dalam rangkaian ini akan digelar, diantaranya meliputi bidang keagamaan (Hafalan Al Qur’an, Cerdas Cermat Al Qur’an, Cerdas Cermat Sejarah Islam, Kaligrafi), Kepramukaan (Peraturan Baris Berbaris, membuat dragbar dan menara, semaphore, dan penjelajahan), Ketangkasan (memanah), dan Umum (tenda dan kreasi gapura)

Zlatan Ibrahimovic Minta Maaf karena Absen Lawan Arsenal

Zlatan Ibrahimovic meminta maaf lantaran dipastikan absen ketika Manchester United berhadapan dengan Arsenal menyusul akumulasi kartu yang diterimanya. “Saya harus menerimanya. Saya harus profesional,” ucap Ibrahimovic terkait hukuman larangan bermain yang harus dia jalani.

Dalam laga melawan Swansea City, Ibrahimovic memang mencetak dua gol yang membantu MU menang 3-1. Di sisi lain, bomber Swedia itu juga mendapat kartu kuning akibat melanggar Leroy Fer. Kartu kuning itu adalah kartu kuning kelima yang diterima Ibrahimovic pada musim ini, sehingga secara otomatis terkena larangan bermain pada satu pertandingan.

Sial buat Ibrahimovic dan MU, pertandingan itu adalah pertandingan besar dan amat bergengsi, yakni melawan Arsenal di Old Trafford, 19 November mendatang. MU jelas dirugikan dengan absennya Ibrahimovic karena striker 35 tahun itu sudah mencetak delapan gol dalam 17 pertandingan sejak bergabung dengan The Red Devils.
“Saya minta maaf karena saya harus absen pada pertandingan berikutnya. Saya berharap tak harus absen karena saya benar-benar ingin bermain pada pertandingan itu. Tapi, saya percaya kepada rekan-rekan setim saya dan tim dan saya tahu mereka juga bisa tampil baik tanpa saya,” ujar Ibrahimovic kepada MUTV.
MU kini menempati posisi keenam di klasemen sementara Premier League dengan 18 poin. Mereka tertinggal delapan poin dari Liverpool yang berada di posisi teratas. sm

Wakil Ketua DPRD Boyolali Tugiman Dukung Pemkab Anggarkan Beasiswa Rp20 Miliar, Namun.....?

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Tugiman B. Semita, mendukung rencana Pemkab Boyolali terkait alokasi anggaran beasiswa pendidikan tinggi senilai Rp 20 miliar.
Alokasi anggaran ini tidak bisa dikontradiksikan dengan rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) di Boyolali kaitannya dengan pendidikan dasar.


“Memang, IPM di Boyolali masih sangat rendah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dasar. Namun, masalah rendahnya IPM ini, saya yakin bukan karena masalah anggaran. Pendidikan dasar sudah mendapatkan alokasi anggaran yang luar biasa besar baik dari daerah, provinsi, maupun pusat, tinggal bagaimana Disdikpora memaksimalkan anggaran itu,” kata Tugiman.


Dia sepakat adanya alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi karena saat ini sudah memasuki era globalisasi yang memaksa daerah-daerah bersaing ketat. Dukungan APBD untuk merangsang masyarakatnya berpendidikan tinggi tetap diperlukan untuk menghadapi pasar bebas.

Harapannya muncul SDM yang smart, unggul, dan kompetitif. “Memang menurut saya tidak harus kuliah di luar negeri, di dalam negeri di universitas yang bagus kan juga tidak masalah.”

Tugiman mengatakan Disdikpora Boyolali harus mencermati data BPS tentang IPM tersebut. Mestinya data itu menjadi acuan khususnya untuk memperbaiki pengelolaan pendidikan dasar.

Menurut dia, daerah-daerah pinggiran seperti Selo dan Boyolali wilayah utara menyumbang cukup signifikan terhadap rendahnya IPM. “Ini kaitannya dengan kemiskinan, pembangunan infrastruktur yang belum merata, bahkan struktur sosial masyarakat. Banyak sekali kasus pernikahan dini di daerah-daerah tersebut. Baru lulus SD, SMP sudah disuruh menikah, sudah disuruh kerja,” ujar dia. solopos

Siapakah Orang di Balik Situs Provokator Islamnkri.com?

Ini berita yang di muat dikompasiana http://www.kompasiana.com/kidzoners/siapa-orang-di-balik-situs-provokator-islamnkri-com_581f3d57b49373620f8b4567
 hasil investigasi temen sesama blogger terhadap situs provokator ISLAMNKRI.COM yang cukup ramai bikin pemberitaan HOAX dan dibagikan (secara viral) oleh netizen yang kurang paham akan situs-situs provokasi seperti ini.
Biar lebih singkatnya, investigasi dimulai dari melihat kode client Google Adsense yang ada di situs provokator ISLAMNKRI.COM.
Kode client Google adsense IslamNKRI.com adalah ca-pub-9608620587846458

Screen Shot 1: http://prntscr.com/d44oir

Setelah diselidiki & ternyata kode adsense tersebut di pakai di 3 situs TS (silahkan cek sendiri dari source iklan Adsense-nya):
  1. islamnkri.com
  2. islamtoleran.com (sudah dihapus TS)
  3. majalahberita855.com
Beruntung, domain majalahberita855.com tidak diproteksi whois guard-nya sehingga bisa kita intip-intip siapa pemiliknya.
DATA WHO IS-nya bisa dilihat disinihttp://whois.domaintools.com/majalahberita855.com

Screen Shot 2: http://prntscr.com/d44ph5

Screen Shot 3: http://prntscr.com/d44plw.




Selain situs-situs Provokasi diatas, ternyata si TS juga diketahui sebagai BANDAR JUDI cuy... sewaktu kita lihat data who.is nya (email:davin.zhi88@gmail.com) juga mengarah ke situs ini.
  1. pasartaruhanjudi.com
  2. Winning855.com (situs utamanya)
Biar lebih jelasnya boleh liat disini http://whois.domaintools.com/pasartaruhanjudi.com

Screen Shot 4: http://prntscr.com/d44q10


Dari whois tersebut jelas terlihat jika domain PASARTARUHANJUDI.com teregistrasi dengan nama Davin Susanto yang beralamat di Jl. Menteng Raya No. 1 J , Medan, Sumatera Utara sedangkan email yang digunakan adalah  davin.zhi88@gmail.com atau sama dengan yang digunakan pada situs provokator ISLAMNKRI.com. Nah, jika data yang dicantumkan tersebut "benar", maka ISLAMNKRI.com dan ISLAMTOLERAN.com adalah pemiliknya satu orang dan dia adalah Bandar Judi Togel

Jadi, masih mau SHARE berita/informasi dari situs provokator ISLAMNKRI.com ??? 
Nah, buat Anda yang mungkin punya akses ke Alamat tersebut, bolehlah kapan2 maen ke alamatnya untuk foto-foto bersama Admin-nya, kali aja investigasi ini benar.

Jumat, 04 November 2016

Inilah Manfaat Bambu bagi Konservasi dan Pencegahan Longsor

Langkah tepat yang dapat dilakukan setiap elemen masyarakat guna melindungi kualitas dan stok sumberdaya air dapat dilakukan melalui upaya konservasi, salah satunya menggunakan bambu sebagai tanaman konservasi. Jenis bambu telah mendapat rekomendasi dari tim teknisi BalitekDAS sebagai tanaman penyimpan air dalam paparan pada seminar nasional "peran pengelolaan DAS untuk mendukung ketahanan air" di Solo beberapa waktu yang lalu.

Selain memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang baik, bambu merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat dan mudah dalam pemeliharaannya. Bambu juga memiliki kemampuan sebagai peredam suara yang baik.
Bambu memiliki sistem perakaran yang serabut dengan akar rimpangnya yang kuat. Jika bambu ditanam secara rumpun, akar bambu memiliki kemampuan mengikat satu dengan lainnya sehingga meminimalkan longsor. Bambu merupakan jenis tanaman pioner sehingga tumbuh tidak membutuhkan syarat yang rumit dibandingkan jenis lainnya.

Hal ini selaras dengan Menteri LHK Siti Nurbaya, dalam peresmian pencanangan penanaman bambu nasional di Kelurahan Lanna, Kecamatan Parang Loe, Kabupaten Gowa, Sabtu (10/09) menyatakan bahwa penanaman bambu mempunyai peranan penting dalam pengaturan tata air di sungai.
Lebih lanjut Siti mengatakan bahwa dengan adanya bambu pada bagian hulu akan menambah fungsi hidrologis dan itu sangat baik untuk peran hutan dalam ketersediaan air dengan indikator sungai harus biru.
Air merupakan bagian penting guna menjamin keberlangsungan kehidupan di dunia. Walaupun sumberdaya air dapat diperbarui. Namun, kita tidak boleh memanfaatkan secara berlebihan tanpa upaya tindakan konservasi.
Konservasi sumberdaya air merupakan upaya kita memelihara keberadaan dan keberlanjutan yang meliputi keadaan, sifat, dan fungsi air agar bisa menyediakan kebutuhan bagi makhluk hidup. Sebagaimana didalam Pasal 20 Undang-undang 07 Tahun 2004 menyatakan bahwa: (1) Konservasi sumberdaya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberdaaan daya dukung, daya tampung, dan fungsi sumber daya air; (2) Konservasi sumberdaya air sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air, serta pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumberdaya air yang ditetapkan pada setiap wilayah sungai. Litbang kehutanan

Inilah Kisah di Balik Nama Pesantren “Nahdlatul Ulama 001” Boyolali

Syahdan, pada tahun 13-19 April 1935 M, bertepatan dengan 10-15 Muharram 1354 H, untuk pertama kalinya Muktamar NU digelar di Kota Sala, Jawa Tengah.Pada Muktamar NU yang ke-10 tersebut, NU telah berkembang menjadi salah satu organisasi yang besar, dengan memiliki anggota yang terdaftar dalam kartu anggota NU, sebanyak 68.000 orang dari 68 cabang se-Indonesia.


Para tokoh ulama besar hadir dalam gelaran akbar itu, Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Mahfud Shiddiq, KHR Asnawi, Mohammad Sutisnasenjaya, KH Fakih Maskumambang dan para tamu undangan lainnya.

Tak ketinggalan, para ulama dan tokoh setempat seperti KHR. Mohammad Adnan, KH Ahmad Shofawi, KH Masyhud, KH Dimyati, KH Abu Amar, KH Ahmad Siradj Umar, KH Mudzakir, KH Mawardi dan lain sebagainya.

Dari mulai proses pembukaan hingga penutupan acara, yang dihelat di Masjid Agung, para tamu undangan, disediakan tempat penginapan. Pihak panitia sendiri sudah memesan beberapa hotel untuk menjadi tempat istirahat para peserta dari luar kota.

Namun demikian, banyak dari para kiai, justru lebih memilih tinggal di rumah sahabat mereka, atau pondok pesantren yang ada di dekat lokasi Muktamar.

“Salah satunya KH Bisri Syansuri. Pengasuh pesantren di Denanyar Jombang itu, lebih memilih tinggal di Pesantren yang diasuh KH Ahmad Siradj,” terang Kiai Zainal Arifin, belum lama ini (27/10).

KH Zainal Arifin sendiri merupakan tokoh thariqah Qadiriyah di Boyolali, sekaligus murid dari KH Shoimuri, putra dari KH Ahmad Siradj.

Singkat cerita, rupanya pondok yang terletak di daerah Panularan tersebut belum memiliki nama. Akhirnya, atas usulan dari Kiai Bisri, pesantren tersebut diberi nama “Pesantren Nahdlatul Ulama 001”.

Pada perkembangannya, pesantren “NU 001” tersebut lebih dikenal dengan nama Pesantren As-Siradj, dinisbatkan kepada nama sang pendiri pesantren, Kiai Ahmad Siradj. Nuonline 

Oleh-Oleh Hari Pangan Sedunia di Boyolali : Resep Pengrajin Yogurt Biar Lebih Untung

Peringatan Hari Pangan Sedunia Indonesia ke-36 yang diselenggarakan di Boyolali menjadi ajang yang strategis untuk mempromosikan hasil-hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Salah satunya, melalui acara Promosi Starter Kering Yogurt Probiotik yang digelar pada Jumat, akhir pekan lalu. 

Acara yang dibuka oleh Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Sri Widowati ini dihadiri oleh lebih dari 50 pengrajin susu, penyuluh serta perwakilan dari dinas peternakan Kabupaten Boyolali. Teknologi yang dikembangkan oleh peneliti Balitbangtan Miskiyah dkk ini mampu meningkatkan masa simpan. Hasil penelitian ini juga memberikan kemudahan bagi pengguna (pengolah susu fermentasi/yoghurt) baik dari segi kepraktisan penggunaan, penyimpanan, maupun kemudahan distribusinya.

Starter kering yoghurt probiotik tersebut juga tetap stabil dalam penyimpanan, sehingga jumlah bakteri probiotiknya masih cukup tinggi. Bakteri probiotik yang terkandung dalam starter kering tersebut antara lain Streptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, dan Bifidobacterium longum.

Starter ini telah dimanfaatkan untuk usaha yogurt milik Toyo dari Srikandi Barokah di Boyolali Jawa Tengah dan Yayat P dari Liseli di Sukabumi Jawa Barat. Cerita sukses Toyo semoga bisa menginspirasi pengrajin susu yang lainnya untuk juga memanfaatkan teknologi ini untuk menghasilkan yogurt yang berkualitas.

Teknologi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengrajin susu di sentra-sentra produksi susu di Indonesia, dalam rangka peningkatan nilai tambah susu sekaligus sebagai prospek bisnis yang cukup menjanjikan keuntungan. Starter ini bisa diperoleh di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cimanggu, Bogor. Republika