Senin, 17 Oktober 2016

Prediksi Pertandingan Liverpool vs Man United dibawah asuhan Klopp dan Mou

Usai jeda internasional yang digelar awal Oktober 2016, pecinta Liga Primer akan langsung disuguhkan pertandingan akbar pada pekan kedelapan. Laga besar ini menyajikan rivalitas klasik antara Liverpool menghadapi Manchester United. Laga ini bakal digelar pada Selasa (18/10) dini hari WIB.


Tensi laga bertajuk North West Derby kali ini pun dipastikan akan berjalan lebih tinggi. Kalah pada laga ini akan menyulitkan perjalanan kedua kesebelasan untuk masuk ke papan atas klasemen sementara. Liverpool saat ini menempati peringkat empat dengan 16 poin, terpaut tiga poin dari Manchester City yang memuncaki klasemen. Sementara Manchester United berada di peringkat ke-7 dengan 13 poin.
Adu taktik antara kedua manajer pun menarik untuk dinantikan. Keberadaan Juergen Klopp di Liverpool dan Jose Mourinho di pihak Manchester United akan membuat laga ini memungkinkan untuk kedua kesebelasan memberikan kejutan-kejutan yang bisa mengubah jalan dan hasil pertandingan.

Mengantisipasi Serangan Sayap Manchester United
Menghadapi Manchester United, Liverpool dihadapkan pada masalah cedera beberapa pemain. Dejan Lovren, Nathaniel Clyne, Adam Lallana dan Georginio Wijnaldum mengalami cedera sebelum dan ketika jeda internasional berlangsung. Namun dari empat pemain tersebut, Lallana dan Wijnaldum kemunginkan besar akan melewatkan laga ini.
Untuk mengisi kekosongan kedua pemain tersebut, Emre Can yang disebut sudah pulih dari cedera tampaknya akan menggantikan peran yang ditinggalkan Wijnaldum. Jika Can masih ragu untuk dipasang, Klopp masih memiliki Lucas Leiva.
Kondisi ini tampaknya akan membuat Philippe Coutinho berubah peran pada laga ini. Jika biasanya mantan pemain Internazionale Milan ini mengisi pos winger kiri, kali ini Coutinho tampaknya akan memainkan peran Lallana untuk bermain di lini tengah, bersama Jordan Henderson dan Emre Can/Lucas Leiva.
Untuk pos lini depan yang ditinggalkan Coutinho, Daniel Sturridge tampaknya akan menjadi pilihan utama Klopp pada laga ini. Hanya saja memainkan Sturridge bisa berarti membuat Roberto Firmino bermain sebagai winger kiri karena Sturridge akan menempati pos penyerang tengah.
Hanya saja jika Coutinho, Firmino, Sturridge dan Sadio Mane dimainkan secara bersamaan, Klopp memiliki opsi untuk menanggalkan formasi dasar 4-3-3 andalannya. Formasi 4-2-3-1 bisa jadi akan dipasang Klopp agar Coutinho tetap menempati sisi kiri dan Firmino bermain sebagai gelandang serang, yang membuatnya tak terkunci di satu sisi.
Klopp memang harus sebisa mungkin tetap mempertahankan trio lini depan Liverpool, Coutinho-Firmino-Mane, bermain seperti biasanya. Perubahan posisi dan peran tentunya akan mengubah daya serang Liverpool. Produktivitas ketiganya membuat Liverpool memiliki lini serang paling ditakuti di mana 18 gol telah diciptakan (tertinggi bersama Manchester City pada pekan ke-7).
Liverpool sendiri masih akan menerapkan gegenpressing pada laga ini. Apalagi perlu diingat, Manchester United sempat kewalahan menghadapi pressing blok tinggi pada Manchester derby yang diterapkan Pep Guardiola. Sementara pressing blok tinggi Klopp jauh lebih agresif ketimbang pressing milik Pep bersama Manchester City-nya.
Karenanya menempatkan formasi dasar 4-2-3-1 tampaknya akan cocok untuk Liverpool pada laga ini. Empat pemain terdepan bisa menjadi tembok pertama dalam memberikan tekanan pada pemain bertahan Manchester United di lini pertahanannya. Sementara double pivot yang diperankan Can dan Henderson bisa membatasi atau menghambat lini tengah Manchester United ketika pressing yang dilancarkan empat pemain terdepan gagal menghentikan serangan Liverpool.
Memiliki empat pemain yang memiliki kemampuan melewati pemain lawan di atas rata-rata sendiri bisa menjadi senjata Liverpool dalam menembus pertahanan Manchester United. Manchester United sendiri merupakan salah satu kesebelasan yang memiliki rataan pelanggaran cukup tinggi di Liga Primer, 12 kali per pertandingan, yang merupakan tertinggi kelima. Liverpool yang memiliki eksekutor bola mati bisa memanfaatkan hal ini untuk membobol gawang David De Gea.
Manchester United Perlu Bermain Cepat
Menghadapi gaya Liverpool, Jose Mourinho tentunya bisa belajar banyak pada Manchester derbi. Jika Manchester United gagal menangkal pressing blok tinggi Liverpool seperti kala menghadapi Manchester City, Manchester United kemungkinan besar akan kembali kewalahan pada laga ini.
Permainan Liverpool yang cepat harus mampu mereka imbangi. Oleh sebab itu, memainkan Wayne Rooney pada laga ini tampaknya kurang ideal. Pemain cepat di posisi pengatur serangan seperti Juan Mata dan Henrikh Mkhitaryan tentu harus dapat dipertimbangkan demi menangkal strategi Klopp.
Bongkar pasang pemain pada skema 4-2-3-1 andalan Mourinho di Manchester United tampaknya akan kembali dilakukan. Beruntung bagi Mourinho, hanya Phil Jones yang dipastikan absen pada laga ini. Tak heran, Mourinho memiliki banyak opsi untuk memilih susunan pemain utama.
Yang perlu dilakukan oleh Mourinho tentu saja mencari cara agar bisa melepaskan tekanan darigegenpressing yang akan dimainkan Liverpool. Paul Pogba dan siapapun di antara Marouane Fellaini atau Ander Herrera akan memiliki peranan penting ketika Manchester United membangun serangan.
Namun pemain cepat yang dibutuhkan Manchester United sebenarnya bisa difungsikan untuk mengakali risiki tekanan yang didapatkan pemain bertahan Manchester United yang menguasai bola jika membangun serangan dengan umpan pendek sejak dari kiper. Pemain cepat diperlukan untuk memaksimalkan umpan-umpan panjang.
Memaksimalkan umpan panjang sendiri sebenarnya memaksimalkan kemampuan Ibrahimovic dalam duel udara. Keunggulannya dalam duel udara bisa menjadi cara Manchester United untuk sesegera mungkin mengirimkan bola ke sepertiga pertahanan lawan.
Anthony Martial dan Marcus Rashford/Jesse Lingard bisa menjadi pilihan ideal untuk kedua sayap. Kecepatan dan penyelesaian akhir keduanya bisa menjadi opsi ideal untuk memaksimalkan skema umpan panjang yang mengandalkan Ibrahimovic sebagai pusat operan.
Rooney jelas tidak masuk dalam skema ini. Pilihan untuk memainkan Mata atau Mkitharyan bakal lebih ideal untuk mengisi posisi di belakang Ibrahimovic. Kemampuan keduanya dalam membagi bola pun bisa memberikan dimensi lain dalam membongkar pertahanan Liverpool.
Skema umpan panjang ini kemungkinan besar akan diterapkan Mourinho kala menghadapi Liverpool. Indikasi ini terlihat ketika Fellaini difavoritkan mengisi double pivot bersama Pogba. Fellaini tercatat memiliki 15 kali umpan panjang berhasil dari 20 kali percobaan. Bandingkan dengan Herrera yang hanya sembilan kali berhasil dari 24 kali percobaan.
Kesimpulan
Hasil akhir North West Derby kali ini memang cukup sulit diprediksi. Di satu sisi, Liverpool memiliki masalah atas absennya Wijnaldum dan Lallana. Di sisi lain, Manchester United cukup kerepotan jika menghadapi lawan yang bermain dengan pressing blok tinggi.
Selain itu, kedua kesebelasan pun memiliki banyak pemain yang menjalani laga internasional sebelum laga ini. Kebugaran pemain kedua kesebelasan juga akan menentukan bagaimana laga ini berjalan, karena laga ini akan berjalan dengan intensitas tinggi.
Meskipun begitu, kami mengunggulkan Liverpool memenangi laga ini. Sebab, Manchester United saat ini belum menemukan bentuk permainan terbaiknya. Bahkan mungkin saat ini Mourinho masih kebingungan, apakah pada laga ini ia akan menurunkan Rooney atau tidak. panditbola

hummm...Andai Pemimpin Berjilbab Berkata, “Jangan Mau Dibodoh-bodohi Pake Injil”

Bayangkan seorang kepala daerah berjilbab tahu-tahu berpidato, “Jangan mau dibodohin pake Injil.” Kira-kira gimana respons publik? Saya yakin, hampir semua kelompok akan berang dan meradang, termasuk Muslim.
Umat beragama mana pun merasa itu BUKAN kalimat yang pas dan pantas diucapkan seorang pejabat, berseragam dinas, di depan umum pula. Dan untunglah, kisah di atas cuma fiktif, sekadar komparasi terhadap statement Pak Basuki tentang Surah Al-Maidah 51.

Beliau merasa berhak menafsirkan karena mengaku 9 tahun belajar di sekolah Islam (padahal itu sekolah negeri biasa, bukan sekolah Islam). Terlepas dari itu, selama 9 tahun saya belajar di sekolah Katholik, yang saya pahami, umat Kristiani yang taat dilarang menghina kitab suci agama orang lain.
Demikian pula Islam. Muslim yang taat dilarang menghina sesembahan orang lain (baca QS 6: 108). Saling menghormati. Menahan diri. Sekiranya ini semua diterapkan, betapa damainya dunia ini. Lebih damai daripada Bumi Serpong Damai, hehe.
Terkait Al-Maidah 51 ini, saya sempat bertanya kepada guru saya. Dan inilah jawabannya, “Bukan Al-Maidah 51 saja. Ada juga ayat-ayat serupa, seperti Al-Imran 28, Al-Imran 149 dan 150, An-Nisa 144, Al-Maidah 57, At-Taubah 23, dan Al-Mujadilah 22.”
Lalu guru saya melanjutkan, “Sayangnya, segelintir Muslim mencari kisah-kisah darurat untuk membantah ayat-ayat itu. Misalnya, ketika para sahabat meminta perlindungan ke raja non muslim di Afrika. Atau, ketika pengungsi Suriah hijrah ke Jerman dan Belgia, yang artinya siap dipimpin oleh non muslim. Padahal itu semua darurat.”
Repotnya, kalau Muslim mengutip Al-Quran dituduh sentimen SARA. Lha, giliran yang lain mengutip Al-Quran dan bebas menafsirkan, dianggap ‘inilah demokrasi’.
Kita sama-sama tahu, Al-Quran adalah sumber hukum tertinggi bagi Muslim. Sangat dimuliakan. Kalau diolok-olok? Wajar saja kalau Muslim jadi berang dan meradang, termasuk saya. Apakah selama ini saya sentimen terhadap Pak Basuki? Hehe, insya Allah nggak.
Lihat saja status FB saya selama 5 tahun terakhir. Adakah menjelekkan beliau? Nggak ada. Yang ada malah status saya memuji keharmonisan beliau bersama sang istri. Ada fotonya pula.
Apakah saya SARA? Begini. Saudara-saudara dari ayah saya banyak yang Khatolik. Ada pula yang Hindu. Kami hidup rukun sejak kecil. Tak mungkin saya sentimen terhadap pemeluk agama lain. Islam pun tidak mengajarkan saya bersikap seperti itu.
Salah satu tante saya, seorang aktivis gereja. Dia sayang sama saya. Dan saya pun sayang sama dia. Setiap kali bertemu, saya selalu mencium tangannya, meminta doanya, dan juga mendoakannya. Perbedaan iman tidak menghalangi kami untuk saling menghormati dan menyayangi.
Sekali lagi, apakah saya SARA? Mungkin malah sebaliknya. Sejak 2010, saya sering menulis tentang ‘dekatnya’ Islam dan China dulunya, baik di nusantara maupun di dunia. Gegara tulisan-tulisan ini, sampai-sampai saya dituduh macam-macam. Hehe, ada-ada saja.
Adapun artikel tentang Pak Basuki kali ini TERPAKSA saya tulis, karena ini soal prinsip. P-r-i-n-s-ip. Saya tahu, sebagian follower saya akan kecewa dengan artikel saya ini. Yah, mau gimana lagi? Saya harap teman-teman semua bisa mengerti dan berempati. Kalau boleh, paragraf pertama dibaca lagi.
Dan saya tidak mau berdebat dengan teman-teman Muslim yang mengabaikan ayat-ayat tertera di atas dan tetap memilih Pak Basuki. Itu hak politik Anda. Sekali lagi, itu hak politik Anda. Saya cuma ingin menyampaikan satu hal. Boleh?
Saya mungkin sama seperti Anda. Mengaku Muslim, tapi jarang sholat on time dan jarang buka Al-Quran. Namun saat Al-Quran diolok-olok bahkan ulama yang mengutipnya dianggap melakukan pembodohan, mestinya hati kita terusik. Ini soal prinsip.
Contoh lain. Anda subuhan tanpa qunut, yang lain berqunut. Tetap saja Anda TIDAK BOLEH berseru ‘pembodohan’ terhadap mereka yang berqunut. Padahal ini soal khilafiyah. Untuk hal-hal khilafiyah saja, kita sesama Muslim dilarang berseru ‘bodoh’ apalagi untuk hal-hal prinsip seperti Al-Maidah 51.
Saya pun sedikit lega. Setelah sekian hari bersikeras bahwa dirinya tak bersalah, akhirny
a Pak Basuki mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Karena video versi ringkas dan lengkapnya, isinya sama-sama merendahkan Al-Maidah 51 dan merendahkan ulama-ulama yang mengutipnya.
Yah memang perlu penyesalan dan permintaan maaf. Semoga insiden seperti ini tidak terjadi lagi.
Lantas, bagaimana dengan proses hukum terhadap Pak Basuki? Perlukah diteruskan demi mencegah kejadian-kejadian serupa? Seingat saya, Ibu Rusgiani sempat dipenjara 14 bulan karena menghina agama Hindu di Bali.
Kejadiannya tepat 3 tahun yang lalu, Oktober 2013. Tapi, terus-terang saja, saya ini bukan orang hukum dan setahu saya sudah banyak pihak yang mengurusi itu. Adapun concern saya cuma satu, kemuliaan Al-Quran.
Terakhir, himbauan saya buat seluruh Muslim. Secara hakikat, mungkin kejadian ini teguran buat kita. Lha, kita saja jarang membuka Al-Quran. Itu kan artinya kita kurang menghormati Al-Quran. Kalau kita saja kurang menghormati, gimana mungkin orang lain mau menghormati?

Minggu, 16 Oktober 2016

Siip...., Sebanyak 975 PNS SMA/SMK di Boyolali dipindah ke Provinsi

Sebanyak 975 PNS di lingkungan sekolah tingkat SMA di Boyolali, statusnya akan diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), menyusul pengalihan kewenangan SMA/SMK dari kabupaten ke Pemprov.
Ratusan PNS tersebut saat ini tersebar di 72 sekolah tingkat SMA. Mereka menjabat mulai pengawas, kepala sekolah, staf hingga guru di sekolah dengan status sekolah negeri.

Dengan pengalihan kewenangan tersebut, salah satu implikasinya yakni sistem penggajian mereka pun akan ikut anggaran provinsi. joglosemar

Pasokan Turun, bulan Oktober ini Harga cabai naik diboyolali

Rendahnya pasokan dari petani menyebabkan harga cabai di pasar tradisional Boyolali melonjak naik.
Hari Wibowo, salah satu pedagang sayur di Pasar Boyolali Kota, Minggu (16/10/2016) mengatakan, saat ini harga cabai mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Untuk harga cabai merah besar yang dua hari lalu masih dijual Rp 33 ribu per kg, kini menjadi Rp 55 ribu.  Cabai merah kriting dari Rp 28 ribu menjadi Rp 55 ribu, cacai rawit merah dari Rp 26 ribu menjadi Rp 35 ribu, dan cabai rawit hijau dari Rp 28 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

Dia menjelaskan kondisi ini lantaran harga beli pedagang ke para tengkulak sudah tinggi dan pasokan cabai dari petani menurun. Ditambah kondisi cuaca selama selama ini membuat produktifitas petani cabai menurun.  
"Untung sekarang bukan musim hajatan, sehingga permintaan cabai stabil. Biasanya kalau musim hajatan dengan pasokan seperti sekarang ini tak akan mencukupi sehingga harganya bias lebih tinggi lagi,” kata Hari.

Senin, 10 Oktober 2016

2.200 Delegasi dan 40 Dubes Hadiri Hari Pangan Sedunia Boyolali

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 tingkat nasional yang akan dipusatkan di Boyolali, 28-30 Oktober mendatang, akan dihadiri 2.200 delegasi dari berbagai daerah dan negara tetangga.
Empat puluh delegasi di antaranya adalah duta besar dari berbagai negara. Kendati demikian, kehadiran 40 duta besar itu belum terkonfirmasi.

Hal itu disampaikan Bupati Boyolali Seno Samodro di sela-sela rapat besar persiapan pelaksanaan HPS di Pendapa Alit Rumdin Bupati Boyolali, Kamis (6/10/2016) sebgaiman dicopas dari solopos
Rapat besar itu dipimpin Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono dan dihadiri pelaksana tingkat nasional yakni Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) dan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).
Seno menjelaskan 2.200 delegasi itu juga berasal dari perwakilan seluruh kabupaten di Indonesia. Setiap kabupaten akan membuka stan produk unggulan termasuk mengirimkan petani-petani unggulan untuk berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi sudah mengonfirmasi kehadirannya dalam peringatan yang dipusatkan di beberapa lokasi di Boyolali, seperti Kompleks Pemkab Boyolali di Kemiri Mojosongo dan di lahan sawah Desa Trayu dan Tanjungsari Banyudono itu.
“Yang mengagetkan kami adalah Presiden menghendaki peringatan digelar sesederhana mungkin padahal kami sudah persiapkan berbagai event yang cukup megah,” kata Seno.
Seperti diketahui, dalam Peringatan HPS ini Balitbangtan dan BPTP akan memperkenalkan beragam teknologi baru di bidang pertanian yang akan dikembangkan dan diterapkan petani di seluruh Indonesia.
Beberapa teknologi pertanian yang sudah dipersiapkan antara lain sistem tanam jajar legawa super (jarwosuper) untuk tanaman padi. Sistem tanam ini diujicobakan pada lahan seluas 100 hektare di Desa Trayu dan Tanjungsari.
Selain itu, Balitbangtan juga memperkenalkan teknologi pestisida nabati dan hayati serta light trap untuk mengurangi organisme pengganggu tanaman.
Sedangkan pada demo plot tanaman hortikultura di area sekitar Kompleks Pemkab Boyolali, BPTP Jateng menerapkan sistem pengairan baru yang disebut irigasi tetes. Irigasi tetes dinilai cocok diterapkan di lahan kering yang banyak terdapat di wilayah Boyolali.
Di sela-sela rapat besar tersebut, tim dari Provinsi Jateng, Balitbangtan, dan BPTP meninjau demplot tanaman hortikultura tersebut.

Kamis, 06 Oktober 2016

Pilkada Jakarta 2017 : Kontestasi Plutokrat, Oligarkis, dan The Rest

dari nashihi masha (republika)
Dalam cerita dongeng tentang sihir, biasanya ada adegan ketika kekuatan sihir itu lenyap begitu saja. Tiba-tiba sapu tak bisa terbang, berubah ke wujud asli, tangan tak lagi bisa mengeluarkan kekuatan gaib, dan seterusnya.


Dalam kehidupan politik, sihir itu berupa narasi dan persepsi. Ketika persepsi dan narasi tertentu berhasil menyelubungi kehidupan politik maka sihir narasi dan persepsi itu menghipnotis seluruh konstituen dalam bahasa yang sama. Nah, setiap pihak yang bertarung akan membangun sihir masing-masing. Ada kalanya mereka berada dalam satu frekuensi, ada kalanya berbeda frekuensi.
Awalnya, pilkada DKI dipersepsikan bakal berada dalam satu tarikan napas dengan gelombang politik negatif seperti yang dilakukan Donald Trump: agresif, menyerang, frontal, dan masuk ke wilayah sensitif. Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama berada dalam frekuensi yang mirip dengan Trump. Dia agresif dan menyerang.


Secara kebetulan, Ahok beretnis Tionghoa dan beragama Kristen. Etnis Tionghoa sering dilihat secara pejoratif. Politik agresif dan ofensif itu dibalas lawan-lawannya dengan cara yang agresif dan ofensif juga. Tak hanya kebijakannnya –yang menguntungkan pengembang dan berdimensi fisikal serta nir-humanitiy-- yang diserang, tapi juga faktor agama dan etnisnya. Dua pihak berada dalam satu frekuensi dan berhadap-hadapan. Banyak yang khawatir pilkada bakal panas dan bisa ada insiden yang keras.

Karena itu, ada upaya untuk menarik PDIP agar tak ikut mendukung pencalonan Ahok. Hal ini selain cara mudah untuk mengalahkan Ahok juga sekaligus untuk mengurangi ketegangan politik dan sosial.
Jika PDIP tak ikut mendukung Ahok maka partai-partai yang mengusung calon penantang Ahok bisa keluar dari sihir konfrontasi yang berdimensi SARA. Namun upaya ini gagal. PDIP yang berkali-kali dikecewakan manuver Ahok – maju lewat independen dan menyerang partai serta menolak untuk mendaftar ke PDIP – akhirnya tetap ikut mendukung Ahok, dipasangkan dengan Djarot Saiful Hidayat. Dengan bergabungnya PDIP dalam koalisi pengusung Ahok maka kekhawatiran bahwa pilkada akan panas seolah menjadi tak terelakkan.

Benar saja. Dalam dua hari, setelah PDIP menyatakan dukungan ke Ahok, isu agresif mulai muncul. Partai pendukung Ahok dinilai sebagai partai pluralis – Hanura, Nasdem, Golkar, dan PDIP. Ahok disimbolkan sebagai figur pluralis. Sihir pluralisme akan dihadapkan dengan sihir “kafir dan Cina”. Klaim pluralisme melawan anti-pluralisme sebetulnya gegabah dan simplistis.
Namun politik adalah soal persepsi. Dan dalam konteks keindonesiaan, jelas sihir pluralisme yang akan menang. Namun kejutan itu datang. Upaya mencari lawan tanding Ahok yang tidak dalam frekuensi itu mendapat hasilnya. Susilo Bambang Yudhoyono memunculkan anaknya sendiri, Agus Harimurti Yudhoyono.

Agus yang masih berpangkat mayor pun harus pensiun dini dari TNI. Selain didukung Demokrat, Agus didukung PAN, PPP, dan PKB. Agus dipasangkan dengan Sylviana Murni. Sedangkan Gerindra dan PKS mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Figur Agus-Sylvi dan Anies-Sandi tentu tak bisa ditembak dengan isu anti-pluralisme. Karena itu sihir tersebut lenyap seketika. Lahirnya Agus dan Anies diharapkan bisa menghilangkan kekhawatiran bakal ada insiden pada pilkada pada Februari 2017 nanti.
Tak salah dengan penilaian bahwa pilkada DKI ini adalah pilkada rasa pilpres. Tak hanya DKI merupakan ibukota negara, tapi juga terjunnya semua kekuatan di sini.

Empat pusat gravitasi politik nasional ikut terjun langsung: Jokowi, Megawati, SBY, dan Prabowo. Ada upaya menarik pertarungan 2019 ke 2017. Tentu di luar empat gravitasi itu masih ada pusat-pusat kekuatan yang cair, yang bisa in and out ke dalam kelompok-kelompok adhoc. Mereka bisa dari mana saja: pengusaha, ormas, LSM, dan seterusnya. Dalam konteks ini, Anies dan Sandi lahir berkat adanya kelompok-kelompok adhoc yang secara persisten menolak Ahok. Mereka berasal dari civil society.

Kelompok itu tak mesti mengenal langsung, karena kuatnya dukungan terhadap Anies memang genuine dari masyarakat yang merasa tak cocok dengan Ahok. Sebetulnya, tak hanya kepada Anies, mereka juga berharap pada Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini. Namun Ridwan dan Risma batal untuk maju.

Dalam kontestasi ini, Anies dan Sandi bisa maju karena mewakili civil society. Tanpa adanya dukungan dari publik, Gerindra dan PKS tak akan mencalonkan mereka. Dalam konteks Indonesia yang masih patrimonial dan tingkat ketimpangan yang parah sulit sekali ada figur yang lahir tanpa dukungan patron.
Namun Anies dan Sandi masih bisa menghimpun dukungan civil society yang umumnya tak bisa menyatu. Sehingga ia bisa ditangkap Gerindra dan PKS, yang tentu ada dukungan dari sedikit pemodal. Mereka inilah the rest, yang tersisa. Civil society Indonesia memang tak ada yang mengurus. Semua bancakan sendiri. LSM yang sering disebut sebagai wakil civil society kini pun meninggalkan mereka.
Kini banyak aktivis LSM berada di Istana dan tersebar di BUMN. Tak ada lagi kegempitaan menolak penggusuran seperti di masa lalu. Selain itu, Anies-Sandi didukung oleh sedikit partai, setelah yang lain sudah lebih dulu beraliansi. Benar-benar the rest.
Sedangkan Agus-Sylvi benar-benar mewakili corak pemerintahan SBY di masa lalu: oligarkis, persekutuan elite. Agus bisa dicalonkan karena murni anak SBY. Namanya tak pernah disurvei. Sylvi juga bukan figur populer.

Satu-satunya kekuatan adalah karena dia birokrat tulen di Pemprov DKI. Tentu karena dia satu-satunya kandidat perempuan, Sylvi memiliki keunggulan dari aspek gender. Bisa dipastikan, kekuatan oligarkis – hal ini tecermin benar lewat figur ketua tim suksesnya, yakni Wisnu Wardana, pengusaha muda yang besar di masa SBY berkuasa -- akan berada di belakang Agus-Sylvi.
Faktor birokrasi dan militer akan ikut memengaruhi. Benar sekali bahwa figur Agus dan Sylvi punya potensi nilai jual. Namun bukan hanya itu yang utama.

Ahok sendiri merupakan tipikal pemerintahan Jokowi. Dia mewakili kaum plutokrat, persekutuan pemodal, terutama pengusaha properti.
Karena itu benar sekali yang dikatakan Ahok bahwa dia tak membayar partai, tak membayar teman Ahok, maupun tak membayar tim medsos. Itu bukan urusan Ahok. Kebijakan-kebijakannya memberikan keuntungan yang besar terhadap pengusaha properti.

Salah satu contoh nyata adalah reklamasi Teluk Jakarta. Tagline Agus-Sylvi – Jakarta untuk Rakyat -- jelas sekali terarah ke Ahok. Tagline itu bisa ditarik menjadi Jakarta bukan untuk pengembang, Jakarta bukan untuk orang kaya, dan seterusnya.
Pilkada nanti akan menjadi pertarungan kaum plutokrat, oligarkis, dan the rest. Kita saksikan siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Rabu, 05 Oktober 2016

Cita-cita Pengembalian Ekosistem, Sungai Di Boyolali Akan Direstorasi

Upaya memulihkan ekosistem dan pengelolaan sungai berbasis mitigasi bencana akan digalakkan di sungai-sungai yang mengalir di wilayah Boyolali dengan gerakan restorasi sungai.

Hal itu terpapar dalam kegiatan Pembentukan dan Pengembangan Komunitas Sungai yang digagas Sekolah Sungai Boyolali dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Rabu (28/9). Agung Nugroho, relawan dari Sekolah Sungai menjelaskan, restorasi sungai akan dilakukan antara lain di Kali Gede, Kali Sungsang, serta Kali Pepe yang bermuara di Bengawan Solo dan menjadi salah satu pemicu banjir di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Pengembalian ekosistem sungai di wilayah Boyolali dirasa penting, sebab sungai tersebut menjadi hulu bagi sungai-sungai lain di wilayah dataran yang lebih rendah. Gerakan bisa dimulai dengan hal yang sederhana, semisal penanaman pohon serta tak membuang sampah di sekitar sungai.
"Untuk restorasi ini perlu dibentuk komunitas dan relawan sungai yang akan menjadi motor penggerak program," katanya.
Selain untuk mitigasi bencana, gerakan ini juga akan mendorong pemanfaatan wilayah aliran sungai untuk kegiatan positif, semisal untuk wisata dna penelitian. Menurut Agung, Kali Code di Yogyakarta bisa menjadi contoh dalam penataan sungai dan wilayah sekitarnya, termasuk dalam aspek kebersihan dan sebagainya.
"Di Boyolali sebenarnya banyak sungai yang bisa dimanfaatkan untuk aspek wisata atau kegiatan lainnya, namun belum dimaksimalkan," imbuhnya

Selasa, 04 Oktober 2016

Produk Boyolali : Diserang Kutu Putih, Harga Pepaya Anjlok

Hama kutu putih kembali merebak di sebagian wilayah Kecamatan Mojosongo dan Cepogo. Imbasnya, harga buah pepaya pun jatuh. Salah satu petani pepaya di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Darso Suparni (62) mengatakan, serangan hama kutu putih terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Hama menyerang buah dan daun pepaya.

Biasanya, serangan hama kutu putih hilang dengan sendirinya, saat musim hujan datang. Namun, meski beberapa hari terakhir sudah sering turun hujan, serangan hama kutu putih tidak juga mereda. Selain itu, petani juga sudah melakukan berbagai upaya. Termasuk berkoordinasi dengan petugas penyuluh dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali. Dia dan petani lainnya disarankan untuk menyemprot hama kutu putih tersebut dengan menggunakan air sabun. ”Tapi sudah disemprot, hama tak kunjung hilang,” katanya, Selasa (4/10) sebagaimana dicopas dari Suara Merdeka 

Ditambahkan, buah pepaya yang terserang hama kutu menjadi rusak. Meski kulit buah pepaya terlihat kemerahan tanda sudah matang, namun setelah dibelah, daging buahnya justru masih putih.
Tak Laku Dijual
Selain itu, rasa buah juga menjadi tidak manis. Imbasnya, buah pepaya yang terserang hama ini menjadi tidak laku dijual. Kalaupun laku, harganya pun menjadi anjlok. Biasanya laku Rp 3.000/ buah, namun kini hanya Rp 1.000-Rp 1.500/buah. ”Itu pun kalau laku dijual. Kalau tidak laku, ya terpaksa untuk pakan ternak sapi.” Kades Madu, Mardimin membenarkan merebaknya serangan hama kutu putih di desanya.
Padahal, Desa Madu merupakan salah satu sentra pertanian pepaya di wilayah Kecamatan Mojosongo. Petani hanya bisa pasrah, karena upaya yang dilakukan tak membuahkan hasil. ”Banyak buah pepaya yang rusak, sehingga tidak laku dijual. Bahkan, sebagian buah dibiarkan jatuh dan membusuk di ladang.” Serangan kutu putih juga dikeluhkan petani pepaya di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo. Di desa ini, hama kutu putih dikenal dengan nama hama luwu. Salah satu petani, Haryanto mengakui, hama ini sulit dibasmi, sehingga membuat resah petani. ”Kalau pepaya sudah habis, hama kutu putih tetap bertahan dan hidup di pohon waru.”

Nah ... Ini Susunan Tim Pemenangan untuk Pasangan Agus - sylvi

Pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni telah mendaftarkan nama-nama tim pemenangan ke KPUD DKI, 

Total ada 58 orang tim sukses pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP itu. Dipercaya sebagai ketua tim adalah Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli.
"Betul saya ketua, wakilnya dari tiga ketua (DPD DKI) partai sahabat," ujar pria yang akrab disapa Bang Nara 



Tiga partai sahabat yang dimaksudnya adalah pengusung Agus-Sylvi lainnya, yakni PAN, PPP dan PKB. Sementara posisi sekrertaris juga diisi politikus Partai Demokrat, yaitu Vike Very Ponto.
Belum dipastikan di mana lokasi markas dari tim sukses Agus-Sylvi ini. Dari berkas yang beredar, tercantum persetujuan dari pasangan calon. 

Adapan susunan struktur Tim Pemenangan Agus-Sylvi adalah sebagai berikut:

Ketua: Nachrowi Ramli

Wakil Ketua: Abdul Aziz, Hasbiallah Ulyas, Eko Hendro Purnomo

Sekretaris: Vike Very Ponto
Wakil Sekretaris: H Muallif ,Ichwan Zayadi, Husen, Raja Mantan Purba

Bendahara: Gatot M Suwondo
Wakil Bendahara: Dedi Kurnyawan, Moh Fauzi, Ariyanto, Erick Herlambang

Bidang Hukum and Advokasi
Ketua: Didi Irawadi Syamsudin
Wakil Ketua: Sanusi Maruf, Fauzi Thalib, Ferry Firman N, R Faisal

Bidang Logistik
Ketua: Anton Sukartono Suratto
Wakil Ketua: Sugeng Siswanto, Sukamta Wijaya, Helmi Azwary Simanjunt, Susilo Rs, Eka Putra

Bidang Saksi:
Ketua: Partoyo
Wakil Ketua: Nasri Samad, Ah. Fadli HS, Boy. Ade Muhamad, Krisna Salmun, Lazarus Simon Ishak

Bidang Media dan Jubir
Ketua: Imelda Sari
Wakil Ketua/Bidang Media: Dudi Franandes, Priyo Pamungkas, Oman Rakinda, Husni Thamrin

Juru bicara: Rico Rustombi, Ikhsan Modjo, Rachland Nasidik

Bidang LO dan Protokol: Anis Fauzan, Bambang Nurcahyadin, Wahyudi, Encer Ishak, Panji Purboyo, Tumi Rahmat Setiawan, Subhan Sanusi, Hendra Gunawan

Bidang IT: Roy Suryo, M Rifa'i Darus, Matnoor, Achmad M, Johan M, Ichwan Ridwan, Nur Hafizah
Nama Penghubung Pasangan Calon: Anis Fauzan, Bambang Nurcahyadin, Wahyudi, Encep Ishak.

jppn 

Catat....Ini Lhooo orang-orang yang ditugasi memenangkan Ahok - Djarot

Semua partai dan relawan pengusung bakal pasangan cagub dan cawagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, telah menetapkan tim pemenangan Ahok-Djarot untuk Pilkada DKI Jakarta 2017.

Daftar tim pemenangan itu telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, pada hari terakhir pemeriksaan kelengkapan administrasi cagub DKI, Selasa sore 4 Oktober 2016.
"(Susunan) tim itu hasil rapat Selasa siang, dan sore sudah dimasukkan (ke KPUD)," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP yang juga anggota dewan pengarah tim pemenangan Ahok-Djarot, Eriko Sotarduga, 


Dalam daftar tim pemenangan Ahok-Djarot, terlihat ada nama Ruhut Sitompul dan Sophia Latjuba di bagian juru bicara tim pemenangan.
Berikut susunan tim pemenangan Ahok-Djarot:
A. Dewan Pengarah Tim Pemenangan:
1. Ahmad Basarah

2. Eriko Sotarduga
3. Jefrri Darmadi
4. Effendy Choirie
5. Dadan Rusdiana
6. Agun Gunanjar Sudarsa
7. Fayakhun Andriadi
8. Gatot Sudariyanto


B. Ketua Tim Pemenangan:
Prasetio Edi Marsudi


C. Wakil Ketua Tim Pemenangan:
1. Dono Prasetyo
2. Mohammad Sangaji
3. Bambang Waluyo Wahab
4. Wibi Andrino


D. Sekretaris Tim Pemenangan:
TB Ace Hasan Syadzily


E. Wakil Sekretaris Tim Pemenangan:
1. Abdul Canter
2. Yuke Yurike
3. Virgie Baker
4. Michael Umbas

F. Bendahara Tim Pemenangan:
Charles Honoris


G. Wakil Bendahara Tim Pemenangan:
1. Baskara Sukarya
2. Nadya
3. Anies Hasan
4. Manuhara Siahaan
5. Joice Triatman


H. Juru Bicara Tim Pemenangan:
1. Ahmad Basarah
2. Komaruddin Watubun
3. Eriko Sutarduga
4. Sarifuddin Sudding
5. Miryam Yani
6. Very Yonnevil
7. Donny Tjahja Rimbawan
8. Taufik Basari
9. Bestari Barus
10. Sophia Latjuba
11. Ansy Lema
12. Raja Juli Antoni
13. Nevi Ervina
15. Jerry Sambuaga


I. Bidang Sumber Daya dan Kreatif Tim Pemenangan:
1. Mutiara Indah
2. Jhony Putra
3. Aria Bima
4. Soelchan Effendie
5. Franc Tumanggor


J. Bidang Data dan Informasi Tim Pemenangan:
1. Muhammad Omar Sjarif
2. Irvan Habibi Pulungan
3. Eva Sundari
4. Honey Annisa
5. Mohammad Pradana
6. Hariadhi
7. Kamilus Elu


K. Bidang Perlengkapan dan Rumah Tangga Tim Pemenangan:
1. Yovita Octaviani
2. Mahmudin Muslim
3. Budi Suprapti
4. Haritz Rahman Hakim
5. Budi Kurniawan
6. Agus Lomboan
7. Rendy Rizki Siregar
8. Sulistyani


L. Bidang Kampanye dan Sosialisasi Tim Pemenangan:
1. Merry Hotma
2. Nurmansyah Tanjung
3. Basri Baco
4. Slamet N Riyadi
5. Syarifuddin
6. Mulawarman Hanase
7. Bestari Barus
8. Guntur Romli


M. Bidang Penggalangan Massa Tim Pemenangan:
1. Arif Wibowo
2. Samsir Rambe
3. Andien Bachtiar
4. Hasan Basri Umar
5. Rendy Reinhart


N. Bidang Media Tim Pemenangan:
1. Martin Manurung
2. Charles Malkiansyah
3. Afriadi Rosdi
4. Gaya Kartasasmita
5. Clara Tampubolon


O. Bidang Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan:
1. Pantas Nainggolan
2. Tommy Sihotang
3. Sirra Prayuna
4. Gelora Tarigan
5. Taufik Basari
6. Ruddin Akbar Lubis
7. Rian Ernest
8. Abdul Qodir
9. M. Jaya Butarbutar
10. Jamaludin Lamanda
11. Andana Marpaung
12. Hilman Panjaitan


P. Bidang Khusus Tim Pemenangan:
1. Masinton Pasaribu
2. Tonny Tjahja Rimbawan
3. Jamaludin Kainubun
4. Latifah Al Anshori
5. Dipo Nusantara


Q. Bidang Keamanan Tim Pemenangan:
1. Audi Tambunan
2. Isyak Syah
3. M Ichsan
4. Umar Oetenan
5. Anwar Sjani
6. Alexander BS


R. Bidang Korda Jakarta Timur:
1. William Yani
2. Taufik Azhar
3. Top Sihombing
4. James Arifin Sianipar


S. Bidang Korda Jakarta Pusat:
1. Masinton Pasaribu
2. Farida Listuti
3. Rudin Akbar Lubis
4. Lathifah Al Anshori


T. Bidang Korda Jakarta Barat:
1. Darmadi Durianto
2. H Hamidi
3. Fathi R Sidiq
4. Abdul Aziz Muslim


U. Bidang Korda Jakarta Utara dan Kep Seribu:
1. Charles Honoris
2. Ramli Muhammad
3. Ahmad Sururi Afif
4. Ahmad Sahroni


V. Bidang Korda Jakarta Selatan:
1. Gembong Warsono
2. Michael Hidayat
3. Ruslan Amsari
4. M Soleh
5. Wibi Andrino

Polres Boyolali Dibantu 10 Motor Trail untuk Patroli ke Pegunungan

Polres Boyolali menerima bantuan 10 unit motor trail dari Polda Jateng. Bantuan diserahkan langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat melakukan kunjungan ke Mapolres Boyolali.

“Rawat dengan baik, gunakan sesuai fungsinya,” pinta Kapolda Irjen Pol Condro Kirono di hadapan anggota Polres Boyolali.

Dijelaskan, bantuan sepuluh unit motor trail ini sebagai penunjang pelayanan serta meningkatkan rasa aman kepada masyarakat. Kapolda meminta anggota bisa melakukan patroli hingga ke daerah-daerah terpencil, seperti wilayah pegunungan Merapi Merbabu. Terutama juga melakukan patroli di daerah-daerah rawan bencana yang sulit terjangkau alat transportasi.
“Kita juga berharap keberadaan motor trail ini bisa mengantisipasi gangguan Kamtibamas, terutama di jalan-jalan raya,” tandasnya. dari Timlo

Hmmm...Kisah 'Wonder Woman' dari Boyolali Promosi Kuliner hingga Meksiko

Jauh merantau dari kampung halamannya di Boyolali. Namanya Eni Sulistianingsih. Sudah tujuh tahun di Meksiko, membuka Warung Makan yang menyajikan khas segala macam masakan Indonesia.
Eni mengaku sudah kurang lebih tiga tahun usahanya Warung Makan ia kembangkan sendiri. Memiliki tiga karyawan, Eni mengaku bersyukur usahanya berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah. Usaha saya berjalan lancar. Saya  wonder women," ujarnya sumringah saat ditanya harus jauh dari kampung halaman.
Usaha makanan milik Eni diberi nama Warung Makan. Terletak di salah satu sudut jalan di Kota Meksiko. Tepatnya di Jalan Peubla antara jalan Gueladahara dengan Cozumel.
Resep masakan khas Indonesia ia sajikan. Rendang, Sate Ayam, tempe, dan berbagai resep masakan Indonesia ada di Warung Makan milik Eni.
Hampir semu orang Indonesia yang berkunjung ke Meksiko, mampir ke Warung Makan milik Eni.
Termasuk para delegasi parlemen Indonesia yang berkunjung ke Meksiko dalam rangka acara Muhibah, dipimpin Wakil Ketua DPR,Fadli Zon.
"Kebanyakan pelanggan saya adalah tamu asing yang pernah atau berkunjung ke Indonesia, merasakan masakan Indonesia," ungkap Eni.
"Mereka yang makan tamu yang berasal dari Eropa, Timur Tengah atau Asia. Orang Meksiko juga ada yang suka masakan khas Indonesia," Eni menjelaskan.
Keberaniannya membuka Warung Makan, Eni mengaku lantaran belum ada orang Indonesia yang berbisnis kuliner di Meksiko.
Ia tak memungkiri, cita rasa orang Meksiko agak sulit untuk bisa menikmati segala macam masakan khas Indonesia.
"Sambil berjalan dan alhamdulillah, sudah berjalan tiga tahun sampai sekarang," aku Eni seraya menjelaskan Rumah Makan miliknya mulai buka pada pukul 11.00 waktu setempat.
Sebelum menjalankan bisnis kuliner, Eni mengaku bekerja sebagai tim promosi dengan orang Indonesia lainnya. 
Mempromosikan berbagai macam khas Indonesia. Kerajinan tangan, mempromosikan batik dan lainnya. tribunnews

Ahok: Sandiaga Ikut "Tax Amnesty" Buktikan Dia Pengemplang Pajak

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tantangan bakal calon wakil gubernur Sandiaga Uno terhadap dia tidak sebanding.

Sandiaga sebelumnya menantang Basuki atau Ahok untuk melakukan pembuktian harta terbalik. Ahok mengaku telah memeriksakan hartanya sejak dia menjadi pejabat atau pada tahun 1999.


"Jadi seorang pejabat publik, ketika melaporkan LHKPN itu dilihat aparat dari gaya hidup, biaya hidup sama enggak uang yang dialaporin ini, mendekati betul enggak," kata Ahok, di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Ahok menyebut dirinya sudah teruji dalam hal pelaporan harta kekayaan. Ia rutin melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ahok menjelaskan, masyarakat non-pejabat tak perlu melaporkan harta kekayaannya, tetapi wajib melaporkan pajaknya. Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah menjalankan program tax amnesty atau pengampunan pajak.
"Tax amnesty ini untuk orang biasa yang tidak bisa membuktikan pajak yang dia bayar dengan gaya hidupnya. Dalam hal ini, Pak Sandiaga ikut (tax amnesty), berarti itu juga membuktikan Pak Sandiaga dulu tuh ngemplang pajak, enggak bayar pajak gitu ya, he-he-he," kata Ahok terkekeh.
Sandiaga sebelumnya mengajak Ahok dan keluarganya untuk melakukan pembuktian harta terbalik. Dia akan mendatangi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terlebih dahulu untuk menanyai bagaimana prosedur pembuktian harta terbalik.
Setelah itu, dia mengajak Ahok secara bersama-sama melakukan pembuktian harta secara terbalik.
"Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat dan pembuktian bahwa politisi itu jika berbicara harus dibuktikan dengan sebuah tindakan konkret. Kami tunggu bukti konkret dari ajakan beliau," kata Sandiaga.

kompas