Sabtu, 15 Maret 2014

Presiden Resmikan Perluasan Pabrik Sari Warna II


BOYOLALI – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan perluasan pabrik PT Sari Warna Asli di Boyolali, Sabtu (15/3/2014). Tak hanya itu, SBY juga melepas melepas ekspor perdana benang tenun anak perusahaan PT Sritex itu ke Brazil.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono | voanews.com

Dalam sambutannya presiden mengatakan industri tekstil yang memproduksi sandang memiliki masa depan cerah di kancah global.
“Ada orang mengatakan bahwa industri tekstil itu katanya industri yang cenderung menurun. Saya tidak setuju,” kata Presiden Yudhoyono.
Menurut Presiden, pola pikir seperti itu merupakan suatu cara pandang yang mengganggu karena bukan itu yang terjadi. Sebab sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok dan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia dan dunia maka pasar untuk sandang terbuka luas.

Presiden juga menggarisbawahi peluang-peluang untuk melakukan ekspor, misalnya ke negara-negara sahabat terdekat.
“Mereka termasuk yang mengonsumsi produk-produk garmen,” katanya seraya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang terus meningkat juga mendorong daya beli masyarakat.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa hal itu bukan peluang yang datang dengan sendirinya namun harus diupayakan.
Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyono juga menekankan keperluan untuk mendorong pertumbuhan industri karena hal itu akan berbanding lurus dengan peningkatan pajak, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Sari Warna Asli, Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan, Pabrik SWA II telah melakukan penambahan mesin-mesin produksi dan peningkatan jumlah tenaga kerja dari semula 4.000 orang menjadi 8.000 orang.
Adapun unit pemintalan yang menggunakan 2.200 mesin menghasilkan greige, polyester, rayon dan katun dengan kapasitas 120 juta yard/tahun. Sedangkan unit garmen dengan menggunakan 1.100 mesin menghasilkan aneka produk garmen mulai dari seragam sekolah hingga seragam militer dengan kapasitas 3,6 juta potong per tahun.

Presiden Resmikan Perluasan Pabrik Sari Warna II


BOYOLALI – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan perluasan pabrik PT Sari Warna Asli di Boyolali, Sabtu (15/3/2014). Tak hanya itu, SBY juga melepas melepas ekspor perdana benang tenun anak perusahaan PT Sritex itu ke Brazil.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono | voanews.com

Dalam sambutannya presiden mengatakan industri tekstil yang memproduksi sandang memiliki masa depan cerah di kancah global.
“Ada orang mengatakan bahwa industri tekstil itu katanya industri yang cenderung menurun. Saya tidak setuju,” kata Presiden Yudhoyono.
Menurut Presiden, pola pikir seperti itu merupakan suatu cara pandang yang mengganggu karena bukan itu yang terjadi. Sebab sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok dan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia dan dunia maka pasar untuk sandang terbuka luas.

Presiden juga menggarisbawahi peluang-peluang untuk melakukan ekspor, misalnya ke negara-negara sahabat terdekat.
“Mereka termasuk yang mengonsumsi produk-produk garmen,” katanya seraya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang terus meningkat juga mendorong daya beli masyarakat.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa hal itu bukan peluang yang datang dengan sendirinya namun harus diupayakan.
Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyono juga menekankan keperluan untuk mendorong pertumbuhan industri karena hal itu akan berbanding lurus dengan peningkatan pajak, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Sari Warna Asli, Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan, Pabrik SWA II telah melakukan penambahan mesin-mesin produksi dan peningkatan jumlah tenaga kerja dari semula 4.000 orang menjadi 8.000 orang.
Adapun unit pemintalan yang menggunakan 2.200 mesin menghasilkan greige, polyester, rayon dan katun dengan kapasitas 120 juta yard/tahun. Sedangkan unit garmen dengan menggunakan 1.100 mesin menghasilkan aneka produk garmen mulai dari seragam sekolah hingga seragam militer dengan kapasitas 3,6 juta potong per tahun.

20 Persen dari 1.060 Koperasi Pasang Surut


Logo Koperasi

BOYOLALI--Sekitar 20 persen dari 1.060 koperasi yang berada di bawah pembinaan dan pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop & UMKM) Boyolali, kondisinya pasang surut. Beberapa di antaranya bahkan tutup.
Hal itu diakui kepala Dinkop & UMKM Boyolali, Agus Partono, ketika ditemui wartawan di sela-sela aktivitasnya, Selasa (4/3/2014).
“Pertumbuhan dan perkembangan koperasi di Boyolali secara umum sejauh ini cukup baik. Dari sekitar 1.060 koperasi di Boyolali yang terdata di dinas kami hingga 2013 lalu, sekitar 80 persennya masih jalan, dan sisanya kurang aktif, atau bahkan tidak aktif,” ungkapnya.

Seribuan koperasi tersebut bergerak di berbagai jenis bidang usaha. Namun sebagian besar di antaranya merupakan jenis koperasi simpan pinjam (KSP). Mulai awal Januari lalu, tambahnya, bahkan sudah ada lebih dari tiga permohonan atau pengajuan izin pendirian koperasi baru.
“Dari awal Januari lalu, sudah ada tiga pengajuan izin untuk mendirikan koperasi baru,” imbuh dia.
Namun terkait pendirian koperasi baru tersebut, Agus mengatakan harus melalui serangkaian proses dan pemenuhan persyaratan.
“Minimal anggotanya harus ada 20 orang, dan pendaftaran izin diajukan hingga ke Kementerian Koperasi dan UMKM,” terangnya.
Sementara untuk koperasi yang kondisinya kurang aktif, menurut dia, sebagian masalahnya dari sisi manajerial, bukan permodalan. Sebab Agus menilai, sudah ada berbagai program yang diadakan pemerintah untuk memperkuat permodalan, termasuk yang dikucurkan untuk koperasi.
“Koperasi yang kurang aktif, atau bahkan sudah membubarkan diri, kebanyakan karena pengurusnya sudah tidak bisa mengelola lagi. Kalau dari permodalan, menurut saya tidak ada persoalan. Bahkan bantuan pemerintah, baik dari pusat maupun provinsi, melimpah ruah,” bebernya.
Sementara untuk koperasi yang masih aktif, dijelaskan dia, selain bisa mengembangkan usahanya, juga dapat dilihat dari penyelenggaraan rapat anggota tahunan (RAT) koperasi yang bersangkutan.
“Kalau koperasi itu masih aktif, tentunya rutin menggelar RAT, yang kisarannya antara Januari hingga Maret,” imbuh dia.

AKIBAT SEMBARANG UNGGAH SCAN KTP KE INTERNET


Ini Akibatnya Kalau Sembarangan Unggah Scan KTP ke Internet

SOLO - Masyarakat, diharapkan tidak lagi sembarangan mengunggah kartu tanda penduduk (KTP) hasil scan ke internet atau dunia maya.
Pasalnya, KTP hasil scan itu bisa disalahgunakan oleh orang lain untuk tindak kejahatan. Itu seperti yang dialami Ridha Taqobalallah (29).
Scan KTP Ridha di internet dipakai orang lain untuk melakukan penipuan usaha jual beli online burung Murai Batu.

Si penipu mengaku sebagai Ridha, dengan memasang identitas KTP Ridha yang diperoleh dari internet. Akibatnya, si Ridha yang menjadi sasaran didatangi banyak orang.
Kejadian itu, bermula ketika Ridha warga Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, itu mengunggah scan KTP dia ke internet.
Dia selaku pengelola situs Pemkot Solo, www.surakarta.go.id, mengunggah scan KTP digunakan untuk ilustrasi gambar terkait berita atau artikel sosialisasi e-KTP tanggal 7 Desember 2012.
Setahun sejak mengunggah scan KTP itu, tak ada masalah. Namun, awal Januari 2014,  Ridha didatangi beberapa orang dari Salatiga, Boyolali, Solo, dan Surabaya.
Orang-orang itu, datang ke rumahnya untuk mengecek barang yang dijual oleh Ridha melalui situs jual beli online, www.tokobagus.com.
"Mereka datang mau mengecek barang di antaranya kamera DSLR, televisi, dan camera recorder. Padahal saya sama sekali tidak pernah menjual barang via online," kata Ridha, seusai melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Solo, Kamis (13/3/2014).
Kedatangan orang-orang itu, masih dianggap tak begitu masalah bagi Ridha. Namun, nama Ridha lantas menjadi buah bibir di sebuah grup facebook "Murai Batu Indonesia", pada Rabu (12/3/2014).
Seorang pemilik akun bernama Ary Rahman, membagikan informasi bahwa dirinya tertipu jual beli online milik Ridha Murai, dan membagikan scan KTP milik Ridha untuk menunjukkan wajah penipu.
Dalam informasi tersebut, juga dibagikan nomor ponsel penipu 082333314998. Dalam pembicaraan di grup tersebut, Ary merasa tertipu Rp 3 juta.
Uang sudah disetorkan tapi burung tersebut tidak kunjung diterima. Ary mengaku, tergiur membeli karena burung yang dijual dianggapnya berharga murah di bawah pasaran.
"Saya posting orang yang pernah menipu saya tentang Murai Batu Medan," demikian cuplikan posting yang ditulis Ary Rahman

Sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Boyolali hingga kini masih bermasalah dengan perizinan usahanya

BOYOLALI–Sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Boyolali hingga kini masih bermasalah dengan perizinan usahanya. Hal itu terungkap saat tim terpadu Pemkab Boyolali melakukan Operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Penegakkan Peraturan Daerah (Perda) dengan sasaran wilayah Kecamatan Ampel, Selasa (4/3/2014).
Salah satu yang terpaksa diminta menghentikan sementara usahanya adalah pelaku usaha penambangan galian C di Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, lantaran izin operasionalnya belum lengkap. Selain itu, tim terpadu yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres dari Sabhara, Kodim, dan Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) itu memberikan peringatan kepada dua pelaku usaha panti pijat di wilayah itu terkait persoalan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Ada sekitar sepuluh pelaku usaha di wilayah Ampel yang kami datangi tadi dengan berbagai jenis usaha di antaranya penggergajian kayu, toko onderdil mobil, penambangan galian C, dan dua panti pijat,” ungkap Kasi Penegakkan Produk Hukum Daerah (Gakda) Satpol PP, Suryoko, ketika ditemui wartawan di kantornya, seusai pelaksanaan operasi, Selasa.
Diterangkan dia, operasi tersebut dilaksanakan di antaranya terkait Perda No. 13/2011 tentang Perizinan Tertentu dan Perda No. 10/2011 tentang Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan.
“Untuk Perizinan Tertentu tersebut antara lain meliputi retribusi, izin gangguan atau HO, dan IMB. Dan dari operasi yang kami lakukan tadi diketahui masih ada pelaku usaha yang belum punya izin,” terangnya.
Terhadap para pelaku usaha yang melanggar perda, Suryoko mengatakan tim melakukan tindakan yang sifatnya preventif.
“Kami meminta para pelaku usaha tersebut membuat surat pernyataan kesanggupan untuk segera mengurus perizinan sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Khusus untuk dua panti pijat yang menjadi sasaran operasi, Suryoko mengatakan tim juga meminta agar pemilik usaha mendata identitas setiap pekerjanya, termasuk juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Tapi dari keterangan pemilik usaha, pekerja di panti pijat tersebut selama ini sudah rutin diperiksakan kesehatannya setiap tiga bulan sekali,” ungkap dia.

Banjir Lahar Dingin Gunung Bibi Rusak Pipa Air

Boyolali – Gara-gara diterjang banjir lahar dingin Gunung Bibi, pipa air warga Dukuh Sukorejo dan Dusun Sumbung Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali, rusak.
Kini, pipa yang rusak telah diperbaiki, setelah mendapat bantuan pipa dari PMI Solo melalui PMI Boyolali. Bantuan tersebut oleh warga langsung dipasang di sepanjang Kali Soko tempat warga mengambil air di sumber tersebut.
dok.timlo.net/nanin
PMI Solo melalui PMI Boyolali mengirim bantuan pipa pralon dan besi sebanyak 1400 meter ukuran 2 dim untuk dua titik kerusakan saluran pipa air akibat banjir lumpur dan batu material longsoran puncak Gunung Bibi di Kecamatan Cepogo, Boyolali.
Kepala Desa Sumbung Sutarto mengatakan, akibat kerusakan pipa, sebanyak 65 Kepala Keluarga di Dukuh Sukorejo dan sebagian warga Desa Sumbung kesulitan air bersih. Selama sepekan ini, warga hanya mengandalkan air hujan. Sementara bila mengambil air langsung di mata air Soko, sangat tidak memungkinkan, pasalnya medan yang dilalui sangat sulit.

“Untuk warga Sukorejo, mata air Kali Soko menjadi andalan mereka, tidak ada sumber air lain, sedangkan untuk Desa Sumbung masih bisa mengambil dari mata air lain,” terang Sutarto, Rabu (12/3).
Sementara menurut salah satu warga, Margono, pihaknya sangat berharap pipa air segera diperbaiki. Pasalnya selama pipa rusak, warga terpaksa mengandalkan air hujan. Parahnya lagi, warga banyak yang memilih tidak mandi.
“Ya senang, pipa diperbaiki, air kembali lancar,” ungkap Margono.
Sementara Teguh Widodo, Staf Penanggulangan Bencana PMI Boyolali mengungkapkan, selain saluran ke Desa Sumbung dan Dukuh Sukorejo, kerusakan juga terjadi di saluran pipa air ke Desa Jombong dan Dukuh Kali Tengah, Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, dengan panjang kerusakan mencapai 800 meter.

ASAL USUL KOTA BOYOLALI

Juwangi-Kemusu Longsor, 8 Desa Nyaris Terisolasi


Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali saat meninjau dan mengamankan jembatan Kali Krasak, Musuk, yang longsor sejak Kamis (27/2) malam. Jembatan merupakan penghubung tiga desa yaitu Desa Sruni, Desa Lanjaran dan Desa Mriyan Kecamatan Musuk. (Hijriah AW/JIBI/Solopos)

BOYOLALI–Jalur Juwangi-Kemusu, Kabupaten Boyolali, kini terputus. Hal itu menyusul longsornya jalan utama, yakni Jalan Raya Juwangi-Kemusu, tepatnya di Gempol, Desa Kalimati, Kecamatan Juwangi.
Panjang jalan yang longsor mencapai 20 meter dengan lebar 5 meter. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (8/3/2014), peristiwa longsornya jalan tersebut terjadi Jumat (7/3) malam. Arus lalu lintas di jalur tersebut kini lumpuh total.
Jalan raya itu kini tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Camat Juwangi, Sucipto, saat dihubungi Solopos.com melalui ponselnya, Sabtu, membenarkan kejadian tersebut. Sucipto menjelaskan longsornya jalan utama yang merupakan jalan kabupaten itu diperkirakan terjadi Jumat malam saat hujan deras. Namun kejadian itu baru diketahui warga sekitar Sabtu pagi.

“Panjang jalan yang longsor sekitar 20 meter dengan lebar 5 meter. Untuk kendaraan roda empat tidak bisa lewat, sehingga arus lalu lintas di sana lumpuh total,” terang Sucipto.
Sucipto mengakui dengan terputusnya jalur tersebut, ada delapan desa di Kecamatan Juwangi yang nyaris terisolasi. Sebagaimana diketahui, sebelumnya, awal Januari lalu, empat jembatan di wilayah Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, beberapa waktu lalu juga rusak parah akibat terjangan banjir bandang kala itu.

Jumlah Pendaki Merapi Menurun Paska Hujan Abu

BOYOLALI - Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui pintu pendakian di Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menurun pascahujan abu vulkanik.
 
"Jumlah pendaki sejak terjadinya embusan abu vulkanik Gunung Merapi, Senin (10/3) hingga Kamis, sepi atau hampir tidak ada pecinta alam melakukan pendakian ke puncak," kata Koordinator Posko SAR Barameru jalur pendakian Merapi Samsuri, di Plalangan, Boyolali, Kamis.
Ilustrasi (Foto: Antara)
 
Menurut Samsuri, jumlah pendaki ke puncak Merapi pada malam hari libur atau Sabtu (8/3) mencapai sekitar 40 hingga 50 orang. Mereka datang dari berbagai daerah antara lain Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Jawa Barat.
 

Bahkan, ada 10 orang pendaki dari luar negeri melakukan pendakian pada Minggu (9/3) malam. Merapi saat terjadi embusan abu vulkanik di puncak, rombongan pendaki itu, posisi sedang tengah perjalanan turun.
 
"Pendaki dari warga asing itu, justru meminta kembali ke puncak untuk melihat langsung. Namun, warga yang menjadi penunjuk pendakian yang mendampingi turis itu, ketakutan mengajak mereka turun," kata Samsuri.
 
Menurut dia, sebelum peristiwa embusan abu vulkanik Merapi memang diawali getaran-getaran kecil. Setelah itu, Merapi mengembuskan asab warna hitam ke atas.
 
Namun, lanjut dia, kondisi di puncak Merapi kemudian beransur-ansur mengeluarkan asab berwarna putih. Kondisi mengeluarkan asab putih itu, normal.
 
Kendati demikian, pihaknya juga sudah mengimbau kepada pendaki sebelum melakukan pendakian tidak sampai ke puncak. Mereka posisinya hanya sampai di Pasar Bubar.
 
"Jarak Pasar Bubar dari base camp New Selo Plalangan, sekitar 2,5 kilometer. Jika Pasar Bubar menuju puncak jaraknya sekitar satu kilometer atau perjalanan sekitar satu jam," katanya.
 
Pihak mengimbau para pendaki tetap waspada menjaga keselamatan jiwa saat mendakian. Jika terjadi kabut tebal dengan jarak pandang kurang dari satu meter, pendaki diminta berhenti dan jangan berpencar dari temannya.
 
Menurut dia, di kawasan puncak sering turun hujan dan kadang-kadang terjadi angin kencang atau cuaca cukup ekstrim.
 
Pendaki harus ekstra hati-hati, jika kondisi cuaca sudah terang mereka bisa melanjutkan perjalanan. Pendaki jangan lupa membawa perlengakapan seperti jas hujan, jaket tebal, tenda, dan bekal secukupnya.

okezone

Buah Naga dikembangkan warga tawangsari karena berprospek bagus

Boyolali — Tingginya prospek buah naga mulai diincar masyarakat Desa Tawangsari Kecamatan Teras. Warga dibawah koordinasi Pemerintah Desa ( Pemdes ) Tawangsari mulai membudidayakan buah naga. Budidaya dilakukan di tanah kas desa seluas 1 hektar.
Dok.Timlo.net/ Nanin
Menurut Kepala Desa Tawangsari, Yayuk Tutik Supriyanti, budidaya buah naga yang saat ini sedang dikembangkan selain sebagai ikon desa juga dalam rangka menuju desa mandiri berbasis argowisata. Selain itu, gerakan masyarakat menanam buah naga ini menjadi salah satu trobosan untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.
“Potensi yang ada ini harus dikembangkan, paling tidak kedepanya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” ungkap Yayuk ditemui di sela-sela persiapan penanaman buah naga di tanah kas desa, Jumat (14/3).

Dijelaskan, budidaya ini nanti sepenuhnya akan dikelola warga terbagi dalam beberapa kelompok. Untuk pembagian hasil panen, dijelaskan Yayuk, 40% menjadi hak warga yang mengelola dan sisanya untuk desa.
“Yang untuk desa nanti akan kita gunakan kembali untuk membeli bibit dan kita buka di lokasi baru,” ungkap Yayuk.
Kegiatan ini sendiri juga mendapat dukungan dari termasuk Sekretariat Badan Koordinator Penyuluh (Sekbakorluh) Provinsi Jateng maupun Pemkab Boyolali untuk pendampingan. Untuk itu Sekbakorluh memberikan bantuan 1.600 stek bibit buah naga berikut tiang penyangga beton sejumlah 400 batang. Tak hanya, menurut Kepala Sekbakorlah, Sugeng Riyanto,pihaknya juga menyumbang 8 ton pupuk organik serta program pelatihan supaya budidaya buah naga di Tawangsari berhasil.
“Kalau ini berhasil bisa menjadi percontohan di daerah lain,” tandas Sugeng.


Pakar: Tanda Tangani Akta Privat, Bupati Sudah Fatal


Seno Samodro (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)

BOYOLALI — Pakar Hukum Tata Negara Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Wibowo Murti Samadi, menilai tercantumnya nama Bupati Seno Samodro dalam sebuah akta perjanjian dengan No.10 tanggal 25 November 2011, merupakan kesalahan fatal seorang pejabat publik.
Wibowo yang juga Ketua Pusat Kajian Konstitusi Unisri Solo itu juga menyebutkan Bupati Seno telah salah karena telah melakukan perbuatan hukum privat untuk kepentingan diri sendiri. “Pejabat publik harusnya melakukan perbuatan-perbuatan untuk kepentingan publik. Yang dia lakukan sudah masuk ranah hukum privat, dan ini secara moral dan etika pejabat publik sudah merupakan kesalahan besar,” kata Wibowo, kepada Solopos.com, Jumat (14/3/2014).

Seperti diketahui, Bupati Seno Samodro telah mengakui pihaknya pada 2011 lalu telah menandatangani sebuah akta perjanjian dengan orang yang bernama Heru Setiabudi di notaris Anita Riza Yanthi yang beralamat di Mojosongo, Boyolali. Akta perjanjian itu dibuat terkait rencana investasi di Sriwedari Solo oleh seorang investor asal Singapura yang dibawa Heru Setiabudi.
Salah satu pasal dalam akta perjanjian itu menyebutkan Seno akan mendapat bayaran atau fee sebesar Rp350 miliar. Seno dijanjikan mendapatkan tambahan Rp25 miliar jika bisa menjembatani Heru Setiabudi dengan pemilik hak atas tanah atau ahli waris juga dengan Pemkot Solo yang saat itu masih dipimpin Joko Widodo (Jokowi).
Wibowo menyatakan tidak akan mengkritik besar kecilnya uang yang dijanjikan sebagai fee dari pihak Heru Setiabudi kepada Bupati. “Jangan dilihat angkanya. Termasuk kalau bupati ternyata tidak menerima pembayaran atas feeyang dijanjikan. Tapi, Bupati sudah mau tanda tangan di akta perjanjian semacam itu sudah merupakan kesalahan fatal,” kata Wibowo.
Menurut Wibowo, bupati telah melakukan perbuatan yang berlawanan dengan kepentingannya sebagai seorang bupati. “Ya ini juga persoalan moral dan etika pejabat. Apapun yang dilakukan harus bisa dipertanggungjawabkan secara publik. Termasuk data otentik akta perjanjian itu. Jadi mulai sekarang bupati harus mulai mawas diri dan responsif terhadap setiap masukan.”
Terkait dibawanya dokumen akta perjanjian tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Barisan Merah Putih Pengging (BMPP), Wibowo menyebutkan bahwa itu adalah hak setiap masyarakat. Sebelumnya, Notaris Anita Riza Yanthi, menyebutkan Seno Samodro bertanda tangan dalam akta perjanjian itu hanya untuk diri pribadi. Dengan status yang dicantumkan saat itu adalah sebagai wiraswasta.
“Ya tidak salah kalau Pak Seno membuat perjanjian bertindak untuk dirinya sendiri. Kapasitas dia dalam hal ini bukan atas nama bupati, pekerjaan ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah, jadi siapapun boleh untuk membuat akta perjanjian seperti ini,” kata Anita.
Sementara Bupati juga menyebutkan tercantumnya nama dirinya dalam sebuah akta perjanjian tidak perlu dipermasalahkan. Seno Samodro mengklaim nama itu hanya simbol saja agar ada kepercayaan dari ahli waris Sriwedari terhadap tawaran investor yang dibawa Heru Setiabudi. Nama Seno Samodro, kata dia, hanya dipinjam oleh adik iparnya, Darmanto, yang lebih mengetahui seluk beluk pembuatan akta perjanjian itu.

Presiden SBY: Prospek Industri Tekstil Indonesia Masih Cerah

SOLO, JAWA TENGAH — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pemerintah terus menggenjot industri tekstil menjadi andalan bagi Indonesia. Menurut Presiden, industri tekstil menyerap tenaga kerja dan andalan ekspor Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden SBY saat meresmikan perluasan Pabrik Tekstil, Sari Warna Asli, Sritex Grup, di Boyolali, Sabtu (15/3).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: dok).“Penduduk Indonesia saat ini sekitar 240 juta jiwa, dalam waktu 5- 10 tahun akan terus meningkat dan diperkirakan mencapai 260 juta jiwa. Semua pasti membutuhkan sandang, golongan menkonsumsi sandang, produk tesktil dan garmen. Karena daya beli masyarakat meningkat, industri tekstil ini yang meproduksi sandang, memiliki prospek bagus di masa depan," kata Presiden SBY.

Pada tingkat global, menurut Presiden, industri sandang tidak hanya berkembang di negara-negara Eropa, Amerika, dan Jepang, tetapi juga di kawasan Tengah dan Selatan, termasuk Indonesia meningkat tajam.



Sementara itu, Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengungkapkan pertumbuhan industri tekstil di Indonesia terus melonjak. “Industri TPT yaitu tekstil dalam waktu 5 tahun terakhir rata-rata mengalami pertumbuhan 6,2 persen. Pada tahun 2013 nilai ekspor produk tekstil mencapai 12, 64 miliar dolar Amerika Serikat. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka peningkatan daya saing merupakan kata kunci yang harus diperhatikan agar industri tekstil nasional dapat terus meningkatkan eksistensi baik di pasar domestik maupun internasional,” kata MS HIdayat.

Juru bicara Sritex Grup, Iwan Setiawan Lukminto menyatakan produksi tekstil di perushaannya tersebut terus melonjak hingga dua kali lipat. “PT Sari warna Asli, Sritex Group ini terus berkembang menjadi industri yang terintegrasi, dari benang sampai pakaian jadi, unit pemintalan atau spinning yang semula kapasitas produksi hanya 470 sekarang menjadi 1300 per bulan. Sedangkan unit pertenunan atau weaving kapsitas produksinya meningkat menjadi 10 juta yards yang semula hanya 6 juta per bulan," kata Iwan Setiawan Lukminto.

"Unit dying, printing dan finishing juga semula produksi hanya 8 juta yards per bulan melonjak menjadi 14 juta per bulan. Dengan meningkatnya kapasitas produksi semua unit tersebut, ekspor produk kami yang dulu hanya tiga negara sekarang menjadi 18 negara di dunia,” lanjutnya.

Selain peresmian perluasan kawasan Pabrik tekstil tersebut, Presiden SBY juga melepas ekspor tekstil tersebut ke Brazil.

voa

Bupati Boyolali Dituduh Terima Gratifikasi Rp 350 M Proyek Sriwedari Solo

Bupati Boyolali, Seno Samodro (JIBI/Solopos/Dok.)BOYOLALI — Barisan Merah Putih Pengging (BMPP) kembali melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samodro, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, laporan yang disampaikan terkait dugaan gratifikasi yang diterima Bupati Seno Samodro karena telah menjadi mediator atau makelar dalam proyek investasi Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo, November 2011.
Dalam laporannya, BMPP menyertakan salinan akta perjanjian No.10 tanggal 25 November 2011 yang berisi perjanjian antara Heru Setiabudi (pihak I) sebagai pihak yang akan menanamkan investasinya di THR Sriwedari, dengan Seno Samodro (pihak II) selaku mediator antara Heru Setiabudi dengan pemilik hak atas tanah, untuk bisa mendapatkan tempat usaha itu. Akta perjanjian itu dibuat di notaris Anita Riza Yanthi SH yang beralamat di Mojosongo, Boyolali.

Dalam laporan yang disampaikan, BMPP menduga Seno Samodro telah menerima fee sebesar Rp350 miliar sebagai “makelar” untuk menjembatani dengan pemilik hak atas tanah atau ahli waris juga dengan Pemkot Solo yang saat itu masih dipimpin Joko Widodo (Jokowi). Gratifikasi diduga diterima karena tahun 2011 Seno Samodro telah menjabat sebagai bupati. Sementara dalam akta perjanjian yang dibuat Seno Samodro memakai status wiraswasta.
Salinan akta perjanjian yang diterima Solopos.com menyebutkan dalam pasal 3 bahwa pihak pertama akan membayar pihak kedua sebagai fee sebesar Rp350 miliar yang paling lambat dilunasi 30 hari terhitung setelah akta perjanjian ini ditandatangani.
Di pasal 6, pihak kedua akan memfasilitasi pihak pertama dengan Wali Kota maupun Pemkot Solo atau instansi yang berwenang untuk mengajukan atau mendapatkan hak guna bangunan (HGB) atas tanah tersebut untuk 20 tahun. Pasal 7 menyebutkan apabila proyek investasi ini dikabulkan Pemkot Solo, maka pihak pertama akan memberikan tambahan uang kepada pihak kedua senilai Rp25 miliar.

Rabu, 05 Maret 2014

Padi di Simo terserang penyakit aneh

Boyolali — Petani di wilayah Desa Temon, Kecamatan Simo, Boyolali, diresahkan dengan hasil tanam mereka yang terserang penyakit. Padi yang siap panen ternyata dalamnya tidak berisi bulir padi dan kering. Petani sendiri mengaku kebingungan dengan jenis penyakit yang menyerang tanaman mereka. Serangan ini sudah muncul sejak 2 tahun ini.
Magimin (60) petani dari Dusun Ngrandu, Desa Temon, Kecamatan Simo, Boyolali, Jumat (28/2) menjelaskan, sampai saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan penyakit tersebut. Entah disebabkan oleh jamur atau hama yang lain. Petani di wilayahnya menyebut penyakit kecekak atau padi bunuh diri. Untuk pola serangan penyakit tersebut acak. Berganti-ganti dari satu petak ke petak lainnya tiap kali masa panen dan sulit diprediksi.
“Sulit diprediksi seranganya, kita sudah lapor ke Dinas Pertanuan, tapi belum ada hasil yang memuaskan, penyakit ini jenisnyaa apa juga belum terindentifikasi,” tandas Magimin.
Berbagai upaya sudah dilakukan, seperti menganti dengan bibit yang baru, namun hasilnya tetap sama. Petanipun hanya bisa pasrah dan untung-untungan untuk hasil panen. Bila mujur, hanya sedikit tanaman padi yang terserang. Tapi bila kurang beruntung, kerugian akibat kerusakan bisa separuh dari yang ditanam. Padahal di desa tersebut, tanaman padi menjadi penopang utama ekonomi warga. Kondisi ini sangat membebani petani.
“Kita sangat terbebani, kita harapkan segera ada penyelesaian,sehingga panen bisa kembali menghasilkan,” ungkap Joko petani lain.

Jalan Rusak di Kedungombo Makin Parah

Boyolali — Kondisi jalan raya jurusan Waduk Kedungombo, Kecamatan Kemusu rusak parah di sejumlah tempat. Bila musim hujan, jalan yang rusak berubah menjadi kubangan. Kondisi ini dikeluhkan warga sekitar.
Menurut Ngatemo (70), warga Dukuh Grogol, Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, kerusakan jalan di jalur tersebut sudah berlangsung cukup lama. Kerusakan ini sudah dilaporkan ke Pemkab Boyolali melalui pemerintah desa maupun kecamatan. Warga sendiri bahkan sudah mengeluhkan kerusakan jalan ke anggota DPRD. “Tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” katanya.
Dok.Timlo.net/ Nanin
Hal yang juga diungkapkan, Dawam (34), kerusakan semakin parah karena jalan semakin parah karena seringnya dilalui truk bermuatan penuh. Apalagi saat hujan sekarang ini, genangan air yang terkena ban kendaraan kemudian menggerus badan jalan. Akibatnya, lubang semakin besar dan kondisi kerusakan jalan bertambah parah. “Pernah saya ingatkan sopir truknya, sayangnya tidak digubris,” ungkap Dawam.

Keluhan juga dikemukakan Sutris (49) sopir bus jurusan Kemusu- Solo. Jalan yang rusak mengakibatkan mobil mengalami kerusakan seperti per dan gardean putus. Kondisi ini semakin menghimpit nasib sopir angkutan, pasalnya mereka juga harus bersaing dengan pengguna sepeda motor.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU da ESDM) Boyolali, M Qodri mengakui kerusakan sebagian ruas jalan di wilayah Kecamatan Kemusu. Dijelaskan, kerusakan jalan sudah diperbaiki secara bertahap. Pasalnya, perbaikan membutuhkan dana besar karena tanah di kawasan tersebut termasuk tanah gerak.
“Perbaikan kami gunakan dengan sistem cor beton agar lebih kuat,” jelasnya.

Daftar Twitter, FB & Youtube Partai Politik Peserta Pemilu 2014

Pemilu 2014 tinggal hitungan pekan. Sebentar lagii rakyat Indonesia akan rayakan pesta demokrasi lima tahunan. Yakin 100% mengenal partai pilihan Anda? Berikutdaftar akun Twitter, FB, dan Youtube partai peserta Pemilu 2014.
Nampaknya model kampanye kini telah bergeser. Tak lagi andalkan lewat orasi massa dan aksi turun ke jalan, social media pun jadi sasaran. Lewat sejumlah akun-akun di media sosial, partai politik peserta Pemilu 2014 berebut simpati rakyat. Dan berikut daftar akun-akun mereka di media sosial:
1. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
  • Twitter: @nasdem
  • Facebook: tidak tersedia
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat (PD)
8. Partai Amanat Nasional (PAN)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
11. Partai Bulan Bintang (PBB)
12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
sumber Sidomi