Jumat, 17 Januari 2014

Peran Seorang Muslim Untuk Bangsa dan Negaranya

Keberadaan umat Islam Indonesia sebagai mayoritas, tentu sangat menentukan jaya dan mundurnya negara ini. Jika umat Islam baik, baik pula negara ini. Jika buruk, buruk pula negara ini. Tentu pilihan sadarnya adalah menuju Indonesia yang bermartabat di mata dunia dan lebih  dari itu adalah diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala

Indonesia; Bumi Allah Bumi Kaum Muslimin

Ini adalah keyakinan asasi yang mesti terpatri bagi setiap umat Islam bahwa negeri ini –dan negeri-negeri lainnya-  pada hakikatnya adalah bumi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan buminya para pahlawan Islam, bumi kaum muslimin, bukan bumi kaum yang ingkar kepadaNya. Sebab seluruh jengkal bumi memang Allah Ta’ala wariskan untuk kaum beriman dan beramal shalih.

Perhatikan ayat berikut:


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nuur: 55)

Oleh karena itu, alangkah baiknya bagi seluruh umat Islam untuk tetap berperan positif di berbagai bidang yang menjadi kapasitas mereka, untuk kejayaan Indonesa, yang dengannya merupakan cikal bakal kejayaan seluruh umat Islam sedunia sebab posisinya sebagai negeri muslim terbesar di dunia. Medan amal shalih itu luas, seorang muslim bisa mengambil peran dalam lingkup keagamaan, sosial, kemanusiaan, ekonomi, politik, pendidikan, dan sebagainya. Menjadi pribadi muslim yang bermanfaat, tidak usah menunggu tegaknya Darul Islam, atau tegaknya sistem Islam, sebab amal-amal positif yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamdan para sahabatnya, sudah mereka lakukan walau Negara Islam Madinah belum berdiri. Semuanya tetap memiliki nilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak disia-siakanNya.

Perhatikan ayat berikut ini:



وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah: 71)

Semua amal shalih dalam ayat ini, tentu tidak teranulir hanya karena kita hidup di sebuah negeri yang belum menggunakan sistem Islam. Pandanglah amal-amal shalih ini merupakan pondasi,muqadimah, pembiasaan, conditioning, dan tahapan menuju keadaan dan sistem yang lebih Islami.  Sebab, tabiat perjuangan itu adalah memperhatikan sunah tadarruj (sunah pentahapan), dan bersabar dalam pentahapan tersebut. Maka, jadilah pribadi muslim yang peduli, sadar, dan ikut berperan positif dalam memperbaiki negeri ini, negeri Indonesia, bumi Allah Ta’ala dan negeri kaum muslimin. Jangan cuek dengan keadaan, apalagi memaki-makinya; masalah yang kita hadapi tidak selesai dengan memaki manusia dan negaranya dengan sebutan; negeri korup, negeri para bedebah, negeri drakula, negeri rusak, dan semisalnya. Jika memang sudah begitu buruknya, peran apa yang Anda lakukan?

Islam mengajarkan beramal apa pun keadaannya

Kekasih tercinta, teladan umat manusia, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallammengajarkan untuk tetap beramal, dan tetap optimis atas amal itu, walau kiamat datang esok hari.

Renungkan hadits berikut ini:

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَلَّا تَقُومَ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْرِسَهَا، فَلْيَفْعَلْ
                Jika kiamat tiba sedangkan di tanganmu terdapat segenggam benih kurma, hendaklah kamu tanam jika kamu mampu. (HR. Ahmad No. 12981, Abu Daud Ath Thayalisi dalamMusnadnya No. 2181, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 479. Imam Al Haitsami menyatakan bahwa para rijal hadits ini atsbaat tsiqaat  (kuat lagi terpercaya). Dishahihkan Syaikh Syuaib Al Arnauth, katanya sesuai standar Imam Muslim. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 12981)

Lihatlah nasihat ini, walaupun kiamat tengah atau akan terjadi, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamtetap menganjurkan kita menanam kurma jika mampu. Padahal apa manfaatnya menanam kurma ketika kiamat atau akan kiamat, yang tumbuh kembang dan buahnya butuh waktu lama? Siapa yang bisa menikmatinya padahal semua manusia sudah tidak ada?

Hadits ini, tidak lain adalah untuk menunjukkan betapa berharganya nilai amal manusia yang mendatangkan manfaat walau kecil dan bahkan tidak ada hasilnya. Hadits ini juga menanamkan jiwa optimisme kepada umat Islam agar tidak mudah putus asa. Jika ini ditanamkan pada urusan dunia, tentu  apalagi pada urusan agama dan akhirat, da’wah dan jihad, amar ma’ruf dan nahi munkar, serta ketaatan lainnya. Tentu titik tekan motivasinya lebih kuat lagi.

Manusia terbaik adalah yang memiliki peran positif

Jika ada seorang muslim di negeri ini merasa bangsa ini sudah begitu rusaknya, maka yang dia lakukan adalah berperan memperbaikinya. Aktiflah dan ambil bagian walau kecil. Sebagaimana nasihat Syaikh Umar At Tilmisani RahimahullahDunia Islam kini tengah terbakar, setiap kita berkewajiban menyiramkan air untuk memadamkan api sejauh yang dia bisa padamkan.

Jika dia melihat ada kerusakan di sektor ekonomi maka berperanlah memperbaikinya. Kami lihat negeri ini sedang bangun menuju sana; kajian ekonomi syariah, perbankan syariah, dan lainnya sudah banyak yang mengakui keberadaannya. Bahkan tidak sedikit kampus sekuler yang membuka jurusan ekonomi syariah. Ini patut diapresiasi walau masih setitik dari semua keinginan ideal kita. 

Bersabarlah ….!

Jika dia melihat ada kerusakan di sektor politik maka berperanlah memperbaikinya. Dunia penuh getah dan duri seperti ini membutuhkan muslim kuat dan istiqamah di atas visi dan misi Islamnya. Jika dia seorang politisi dan anggota parlemen, jadilah politisi yang berakhlak dan menebarkan nilai-nilai Islam bagi sekitarnya. Kalau dia bukan politisi, janganlah berpangku tangan, minimal jadilah muslim yang mau memberikan pilihannya kepada orang-orang shalih dan mau berpihak kepada Islam dan kemanusiaan. Betapa pun semua manusia pasti memiliki kesalahan, kekurangan, tidak memuaskan, dan bisa mengecewakan.

Nasihat yang bagus dari  Syaikh Ahmad ar Raisuni –ulama Maroko- dalam tulisannya yang berjudul Limadza Nusyariku al Intikhabat :

والحقيقة أن هذا وذاك واقع قديما وحديثا، ولكن هذا بكل تأكيد ليس حجة علينا ،بل هو حجة على الذين عجزوا، حجة عليهم وعلى أمثالهم من الذين انحرفوا انحرافهم ،وسقوطهم حجة عليهم وعلى أمثالهم، ولكن لا يقتضي هذا بالضرورة أن يبقى في الأمة إلا فاشل عاجز أو قابل للانحراف والساقط عند أول ابتلاء، الأمة أعظم من هذا ،الأمة كنز، والأمة منجم لغير هذا، فلذلك لا ينبغي أن يكون أهل الصلاح والدين: لابد أحد صنفين، إما ناس لا يحسنون إلا الفشل والعجز، وإما ناس سرعان ما يزلون ويفتنون ويسقطون، فلذلك نحن نرى أن الأمة لابد فيها صنف آخر، ونحن نرجو ونسعى ونتعاون لنكون من هذا الصنف


“Sebenarnya adanya tantangan dan kesulitan adalah realita saat ini dan masa lalu. Itu semua bukan alasan bagi kita, itu adalah alasan bagi orang-orang yang lemah dan semisal mereka yang telah melakukan penyimpangan. Penyimpangan personal yang mereka lakukan merupakan bukti kelemahan pribadi yang bersangkutan saja, dan itu bukan berarti tidak ada lagi dari umat ini yang berhasil dalam peran politiknya. Orang yang baik tidak hanya berfikir dua kemungkinan dalam peran politik (musyarakah): gagal lalu keluar atau larut dalam penyimpangan. Di dalam umat dan jamaah ini pasti ada tambang berharga yang mampu berhasil dalam musyarakah. Kita saling tolong menolong dalam barisan  yang solid dan kokoh dalam rangka terus mewujudkan keberhasilan peran politik ini.”


Demikianlah, belum lagi peran-peran dalam sektor lainnya seperti akhlak, olah raga, kepemudaan, kewanitaan, dan sebagainya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ath Thabarani,Al Awsath No. 5787, Al Qudha’i, Musnad Asy Syihab No. 129. Lihat Shahihul jami’ No. 3289)

Peduli kepada tanah airnya

Perhatian seorang muslim kepada tanah air dan kampung halamannya, tidak pernah dilarang dalam Islam. Pada titik ini, nasionalisme seorang muslim yang memandang bahwa sebuah negeri merupakan amanah Allah Ta’ala yang mesti dijaga, dilindungi, dan dimakmurkan, bukan sebuah hal yang bertentangan dengan Islam.

Dalam Tsalits Al Majalisah karya Ad Dainuri, dari jalan Al Ashmu’i, dia berkata: Aku mendengar seorang Arab pedalaman berkata: 


إذا أردت أن تعرف الرجل فانظر كيف تحننه إلى أوطانه، وتشوقه إلى إخوانه، وبكاؤه على ما مضى من زمانه
“Jika engkau ingin mengenal  seorang laki-laki, maka lihatlah bagaimana kecintaannya terhadap tanah airnya, dan kerinduannya terhadap saudara-saudaranya serta kesedihannya atas  waktu yang telah lalu.” (Imam As Sakhawi, Al Maqashid Al Hasanah, No. 386. Cet. 1. 1405H-1985M. Darul Kitab Al ‘Arabi, Beirut 

Mengingkari rasa cinta kepada negeri sendiri dan rindu kampung halaman, adalah sikap melampaui batas. Sebab secinta apa pun Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap kota Madinah, beliau pun merindukan kampung halamannya, Mekkah. Oleh karena itu ketika Ushail menyebut-nyebut kota Mekkah, Nabi pun menitikkan air mata dan berkata kepadanya:

 يا أصيل دع القلوب تقر
 “Wahai Ushail biarkan hati ini tenang..”   (HR. Ala’uddin  Al Muttaqi Al Hindi dalam Kanzul ‘Umal No. 34702,   Raudhul Unuf, 3/23. Ibnu Makula dalam Al Ikmal (1/28). Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Ishabah   fi Ma’rifatish Shahabah, 1/30. Mawqi’ Al Warraq. Juga Al Marzuqi dalam Al Azmanah wal Amkanah, Hal. 189. Mawqi’ Al Warraq,  dan Ibnul Atsir dalam An nihayah fi Gharibil Hadits, 1/209. Al Maktabah Al ‘Ilmiyah).


Untuk menggambarkan kerinduan terhadap tanah airnya (Mekkah), Bilal pun bersya’ir (Ar Rasul war Risalat, Hal. 172):


ألا ليت شعري هل أبيتن ليلة             بواد وحولي إذخر وجليـل

وهل أردن يوما ميـاه مجنة             وهل يبدون لي شامة وطفيل
                Oh angan ..
                Masih mungkinkah kulalui malam di suatu lembah
                Idzkhir mengitariku besama Jalil
                Masih mungkinkah kutandan gemercik air Mijannah
                Adakah Syamah dan thufail  menampakkan diri untukku?

Islam hanya menentang  qaumiyah dhayyiqah (nasionalisme sempit) yang memandang kemuliaan dan keunggulan sebuah ras di atas ras lainnya, sebuah bangsa di atas bangsa lainnya, sebuah suku di atas suku lainnya, sehingga lahirnya sikap Iblis: ana khairu minhu (aku lebih baik darinya), sebab keuanggulan dan kemuliaan yang benar adalah disebabkan taqwanya. Begitu pula Islam menentang nasionalisme yang menghilangkan kebanggaan dan identitas seorang muslim kepada agamanya, lebih mengunggulkan fanatisme daerah dan kelompok di atas keislamannya. Inilah fanatisme jahiliyah yang tercela.

Wallahu A’lam walillahil ‘Izzah walirrasuulih wal mu’miniin

Farid Numan Hasan


Adha Nur Mujtahid terpilih sebagai ketua DPD PAN Boyolali


Adha Nur Mujtahid

Boyolali (Soloraya Online), Adha Nur Mujtahid, terpilih sebagai ketua DPD PAN Boyolali, setelah menang mutlak atas pesaingnya, Andi Fatmawati dengan meraih 199 suara dari 305 suara yang diperbutkan melalui voting. Sedangkan Andi Fatmawati mendapatkan 104 suara dan dua surat suara dinyatakan tidak sah. Sabtu (30/4) malam.
DPP PAN sendiri merekomendasikan tiga kandidat yakni Tahid, Imam Suhadi, dan Andi Fatmawati. Saat akan dilakukan voting, Imam mundur dan menyerahkan suaranya pada Andi.  Menurut Imam, dirinya menyatakan mundur dari pencalonan dengan alasan untuk menyapih howo. “Karena PAN harus tetap kompak. Kami juga memandang baik Tahid maupun Bu Andi bisa diterima semua pihak. Mereka juga bisa mempertemukan antara kubu Tahid dan Thontowi,” kata Iman ditemui disela-sela Musda.

Usai dinyatakan menang, Tahid menyatakan dirinya akan merangkul semua elemen. Sehingga diharapkan PAN ke depan bisa lebih maju. “Seperti visi saya mengusung perubahan. Prioritas pertama, menjalin komunikasi intens di antara kader. Sehingga kader maupun simpatisan akan merasa nyaman berada di PAN,” kata Tahid.
Sementara, Andi sendiri menyatakan legowo atas kekalahannya. Sebelumnya, pihaknya juga sudah memprediksi Tahid yang bakal menang, karena Tahid yang diharapkan untuk memimpin PAN Boyolali.  “Kami juga siap mendukung Tahid dalam membesarkan PAN yang pada Pemilu 2009 mengalami penurunan jumlah kurdi di dewan dari 8 kursi menjadi 5 kursi,” katanya
Sementara itu menurut M Hatta, anggota DPR RI PAN dari Dapil IV menyatakan, melorotnya perolehan suara PAN di Dapil IV saat Pemilu lalu menjadi banyak sorotan. Salahsatunya dikarenakan masalah konsolidasi internal partai. Bahkan saat Pemilu lalu PAN kehilangan 10 kursi. “Karena itu Musda harus dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi, tidak boleh ada lagi konflik, yang menang jangan umuk dan yang kalah jangan ngamuk,” katanya.

KPUD Boyolali Coret 3368 Pemilih DPT Pileg

Boyolali — Hasil penyempurnaan daftar pemilih tetap DPT untuk Pemilu Legislatif sebanyak 3.368 pemilih dicoret dari daftar. Pencoretan dilakukan karena tidak memenuhi persyaratan. Total jumlah pemilih yang masuk dalam DPT Pileg sebanyak 792.152 pemilih.
“Tapi jumlah tersebut bisa berubah, artinya DPT bisa berkurang dan bertambah, karena kita masih akan melakukan pemeliharaan DPT hingga H-14 pileg,” ungkap Wahyu Prihatmoko, ditemui seusai rapat pleno DPT di KPUD, Jumat (17/1).

Dijelaskan, anggota Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih KPU Boyolali, Wahyu Prihatmoko, dengan adanya penyempurnaan tersebut saat ini di Boyolali NIK (nomor induk kependudukan) invalid sudah tidak ada. Dijelaskan, dalam penyempurnaan DPT pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Boyolali, Panwaslu, PPK dan PPS se-Kabupaten Boyolali untuk segera melakukan penyempurnaan DPT.
Dari hasil penyempurnaan itu, sementara ini DPT di Boyolali untuk Pileg 2014 sebanyak 792.152 orang. Terdiri pemilih laki-laki sebanyak 392.383 orang dan pemilih perempuan sebanyak 399.769 orang, sementara DPT sebelumnya sebanyak 795.520.
Dari jumlah 3.368 orang itu dicoret karena tidak memenuhi syarat, antara lain karena meninggal dunia, masuk pemilih ganda, masih berumur dibawah 17 tahun, alih status menjadi anggota TNI/Polri, tidak dikenal dan pindah domisili.
Dari jumlah tersebut, paling banyak karena pemilih tersebut meninggal dunia, yakni 1.383 orang. Sedangkan yang pemilih ganda 929 orang, tidak dikenal 27 orang dan pindah domisili 1.006 orang.

Gerindra Klego Siap Menangkan Warsito Sanyoto

Caleg DPR RI, Dr. KPH. Warsito Sanyoto, SH, MH bersosialisasi di Klego, BoyolaliBOYOLALI-Ratusan kader dan simpatisan Partai Gerindra menghadiri Silaturahmi Pengurus DPC Partai Gerindra Boyolali bersama Caleg DPR RI Warsito Sanyoto dan Caleg DPRD Jateng, Joko Istiyanto, Sabtu (7/12). Temu kader tersebut dilangsungkan dalam rangka peresmian pengurus ranting Partai Gerindra se-Kecamatan Klego di rumah Caleg DPRD Boyolali, Purwanto.
Penasihat Partai Gerindra Boyolali, Santoso mengatakan alasan ingin memenangkan Partai Gerindra sebab jika Prabowo Subiyanto menjadi presiden setiap desa akan mendapat anggaran Rp 1 miliar setiap tahunnya. “Di Indonesia itu ada sekitar 80.000 kelurahan, sehingga anggarannya Rp 80 triliun tiap tahun untuk desa di seluruh Indonesia. Uang yang banyak bukan? Saya juga belum pernah lihat, meski sebenarnya lebih banyak yang dikorupsi sudah ditangkap KPK itu,” katanya.

Lebih lanjut, Santoso mengatakan sebelum itu warga harus bisa menentukan hak pilih dengan benar. Pihaknya berpesan jangan mau diintimidasi atau pun dibeli. Pilih yang sudah terbukti, seperti Caleg Partai Gerindra yang belum ada yang terindikasi korupsi.  “Jika Caleg Partai Gerindra di Klego ini tidak kredibel jangan dipilih. Tapi saya yakin, Pak Warsito Sanyoto yang sudah kaya bahkan hartanya dimakan tujuh turunan tidak habis ini maju sama seperti saya yang prihatin dengan kondisi bangsa, juga Caleg-caleg Gerindra lainnya,” paparnya.
Warsito Sanyoto menegaskan jika dirinya mendapat kepercayaan di Senayan berjanji tidak akan lupa dengan warga yang telah mendukungnya. Dia akan membangun rumah aspirasi dan membuat sesuatu yang monumental. Kata dia, seperti halnya yang sedang dilakukannya yaitu membuat sumur untuk Daerah Juwangi yang bisa digunakan untuk menghidupi banyak warga nantinya. “Sehingga semua tidak hanya setelah pemilihan selesai. Semua akan tetap bermanfaat dan mampu memberi kemaslahatan. Manjadda Wa Jadda itu rahasia kesuksesan saya yaitu dengan bersungguh-sungguh dan kerja keras, meski saya ini keturunan dari Mangkunegara II dan Paku Buwono IX dan kekayaan saya sudah lebih dari cukup,” ujarnya penuh semangat.
Maka dari itu, seperti di daerah-daerah lainnya, di Klego, Warsito juga berharap bisa memberikan sesuatu yang bisa memberi kemanfaatan untuk banyak masyarakat. “Umur saya sudah 70 tahun, di sisa umur saya hanya ingin mengabdi. Saya juga sudah menyiapkan makam di Banyudono. Makanya, saya hanya ingin konsentrasi untuk memperjuangkan aspirasi warga,” ungkapnya.

Iuran seikhlasnya PNS Boyolali Minimal Rp100.000 untuk paguyuban meresahkan

BOYOLALI — Paguyuban pegawai negeri sipil (PNS) di Boyolali yang keberadaannya direstui penguasa setempat mengutip iuran kepada para abdi negara itu. Nilai iuran itu tak ditentukan, namun paguyuban hanya menerima dana yang nilainya lebih dari Rp100.000.
Tim Solopos.com menemukan kenyataan sebagian PNS yang resahtelah mengadu kepada sebagian anggota DPRD setempat dan organisasi-organisasi nonpemerintah di Boyolali. “Iurannya memang seikhlasnya. Tapi minimal Rp100.000,” kata salah seorang PNS yang menjadi sumber Solopos.com, Kamis (16/1/2014),.
Dia menyebutkan, tidak mendapatkan informasi yang jelas dan gamblang soal iuran yang dibebankan kepada kalangan PNS dan dibayar melalui paguyuban itu. “Informasinya hanya untuk kegiatan paguyuban. Rapat-rapat paguyuban dan penyambung aspirasi dari kalangan pegawai ke partai tertentu,” ucap dia.

Dia menyebutkan pertemuan di paguyuban dan penarikan iuran memang tidak secara langsung dikaitkan dengan partai tertentu. Tapi diakuinya cukup meresahkan. Bahkan dari sejumlah PNS yang ditemuiSolopos.com, kemarin, enggan berbicara soal penarikan iuran itu. Ada juga PNS yang mengaku takut jika harus bercerita soal penarikan iuran itu.
Penelusuran yang dilakukan Pusat Kajian Pencerahan Politik Indonesia (PKP2I) mengungkapkan indikasi iuran itu nantinya bermuara dengan dana pemenangan parpol tertentu. Direktur Pusat Kajian Pencerahan Politik Indonesia (PKP2I) Thontowi Jauhari kepada Solopos.com, Kamis, mengungkapkan setiap pertemuan paguyuban di daerah biasanya dihadiri salah satu calon anggota legislatif (caleg) untuk melakukan sosialisasi.
“Nah uang iuran itu ke mana, memang kebanyakan PNS tidak tahu. Yang jelas memang untuk operasional paguyuban. Dan paguyuban itu sangat dekat dengan kekuasaan.”
Dia mendesak Bupati Boyolali Seno Samodro membubarkan paguyuban yang ada karena keberadaan paguyuban ini sangat mengganggu pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Dengan adanya paguyuban, PNS dinilai sangat menderita terintimidasi untuk memilih partai tertentu melalui paguyuban itu.
Paguyuban itu, kata dia, membuat hasil Pemilu 2014 berpotensi terjadi delegitimasi karena prosesnya yang tidak jurdil. “Bupati wajib melindungi dan mengayomi warganya dari intervensi pihak-pihak tertentu.”
Soal iuran PNS, dari pengamatan Thontowi biasanya pihak desa juga menjadi koordinator. Dan iuran yang dibebankan masing-masing desa berbeda tergantung jumlah PNS yang ada di desa tersebut. “Kalau PNS-nya sedikit biasanya iurannya besar. Antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per PNS.

Senin, 13 Januari 2014

NU Boyolali launching NU Centre Boyolali dan Pencanangan Masjid NU Di Merapi

Tidak kurang dari lima ribu warga NU menghadiri Harlah NU yang diselenggarakan PCNU Boyolali dengan tema “Meneguhkan Ahlussunah Waljamaah Mewujudkan Kebhineekaan Indonesia” Minggu, 10 April 2010.
Hadir dalam acara tersebut Habib Lutfi bin Yahya, Wakil Bupati Boyolali Agus Purwanto beserta jajaran Muspida Kab. Boyolali. Dari jajaran Pengurus NU hadir Ketua PBNU Prof. DR. KH. Maksum, Ketua LPBI NU Avianto Muhtadi, Bendahara PWNU Jawa Tengah Bambang Riantoko.  

Selain memperingati Harlah NU dalam acara ini juga dilaksanakan launching pembangunan NU Centre Boyolali dan pencanangan 13 masjid NU di kawasan Merapi di kecamatan Tlogo Lele dan Klakah.

”NU Centre mempunyai luas areal 1700 meter persegi dan baru ada bangunan satu lantai dan persiapan pembangunan Masjid. Rencananya dalam 2 tahun akan ada bangunan 4 lantai dengan menjadi centre pengajian, kesehatan, pendidikan, perekonomian,” ujar Ketua PCNU Boyolali H. Muhdi Zamru M.Ag
Sedangkan menurut H M Amin wakil Ketua PCNU Boyolali,  pencanangan masjid berupa  labelisasi masjid yang bertuliskan LTM NU Kab. Boyolali merupakan sumbangan LPBI NU untuk  13 masjid di kawasan Merapi yang telah rusak dan tidak berfungsi saat erupsi Merapi. Saat ini masjid tersebut tidak hanya berfungsi kembali sebagai tempat ibadah saja namun juga dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi tempat shelter pengungsi dan mendapatkan air bersih pasca erupsi Merapi.

Wakil Bupati Boyolali dalam sambutannya mengatakan bahwa NU selama ini dikenal sebagai ormas Islam yang mengusung kebhineekaan dan pemersatu bangsa di Indonesia sejak zaman kemerdekaan hingga sekarang. “Ke depan Pemkab Boyolali akan meningkatkan kemitraan dengan NU dalam pembangunan di Boyolali yang sedang mengusung pro investasi,” ujar Agus Purwanto.

Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Maksum menyatakan, “Saya sangat berbahagia melihat  PCNU Boyolali yang dinamis dan memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan nilai-nilai aswaja.”

Selain itu Prof Maksum juga menyampaikan kebanggaannya kepada LPBI NU yang selalu hadir dalam pendampingan masyarakat baik saat tanggap darurat maupun tahap pemulihan Merapi.

Prof Maksum menambahkan, “Masjid adalah pusat peradaban, tempat penempaan spiritualitas dan moralitas, menjaga kentraman dan perdamaian di masyarakat, bukan sebaliknya sebagai tempat melampiaskan kekesalan, mengkafirkan atau membid'ahkan, meresahkan masyarakat bahkan memecah-belah.”

Habib Lutfi dalam ceramahnya menyampaikan bahwa negara perlu menggubah iramanya agar bangsa ini selalu harmonis, tentram, damai dalam bingkai kebhineekaan. Perlunya baik sebagai individu, kelompok atau golongan saling memahami satu sama lain.

“Bukan merasa atau menjadi lebih dari yang lain. Apalagi perbedaan yang menjadi konflik pasti ditimbulkan oleh adanya kepentingan politik dan pramagtisme. Oleh karena itu, perlu saling mengingatkan dan harus menjunjung tinggi toleransi. Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin,” pungkas Habib Luthfi. 

sudah 15 Tahun Pasar Klego Belum Direhab

Boyolali — Sejumlah pedagang Pasar Klego berharap renovasi pasar, mengingat kondisi pasar yang sudah sangat memprihatinkan. Selain itu, pasar desa tersebut sudah 15 tahun belum pernah direhab. Pedagangpun banyak yang memilih berjualan di lapak.
Dok.Timlo.net/ Nanin
Pasar Klego yang berada di pinggir jalur alternatif Boyolali-Gemolong, terdapat ratusan pedagang yang mengais rezeki. Mereka hanya menempati lapak-lakap yang sangat sederhana. Tidak sedikit tiang-tiang lapak yang mulai terlihat keropos karena termakan usia. Meski berada di pusat keramaian kecamatan, Pasar Klego jauh dari kesan pasar mentereng, karena belum ada satupun berdiri kios permanen di lokasi tengah pasar.
Salah satu pedagang, Suradi (55) berharap, pasar tradisional ini segera dibangun. Apalagi, Pasar Klego berada di lokasi yang strategis, di jalur alternatif, sehingga banyak pengguna jalan dari luar kota yang melintas, terutama saat Lebaran. Dengan bangunan yang lebih layak dan baik, diyakini akan menarik pengguna jalan yang melintas dan mampir belanja ke pasar.

“Setahu saya sudah 15 tahun tidak dibangun, kondisinya ya seperti ini, tidak banyak perubahan, kalaupun diperbaiki itupun sifatnya hanya ringan,” ungkap Suradi, Minggu (15/12).
Suradi yang juga bekerja sebagai tukang kebun di Pasar Klego itu juga mengaku, sebenarnya para pedagang telah mendengar jika pasar akan dibangun sudah tiga tahun yang lalu, namun entah mengapa hingga kini pasar belum juga dibangun.
“Kita penah tanya ke lurah pasar, katanya baru akan dibangun tahun depan,” ungkapnya.
Kasubag Perencanaan dan Pelaporan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Boyolali, Ning Handayani mengatakan, pada 2014 Pemkab menganggarkan dana untuk perahapan dan perbaikan seluruh pasar yang ada di Boyolali. Namun, dari anggaran sebesar Rp 2.721.057.000 tersebut, yang Rp 2.094.850.000 dianggarkan untuk membangun Pasar Ngebong, Boyolali Kota. Sedangkan sisanya unuk rehap dan perbaikan pasar lainya di seluruh wilayah Boyolali.

Rumah Potong Hewan Modern akan beroperasi di Boyolali.

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengoperasikan rumah potong hewan modern di Ampel pada pertengahan Januari 2014, guna meningkatkan produksi daging di wilayah itu.
Meski seminggu terakhir harga daging stabil tinggi, namun diprediksi harga akan kembali naik minggu depan.|Foto: Indira Jayendra
“Pembangunan modernisasi RPH telah selesai akhir 2013 dengan dana APBN senilai Rp 5,3 miliar, dan kini siap dioperasikan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali Dwi Priyatmoko di Boyolali, Jumat (10/1/2014).

Ia menjelaskan proyek modernisasi RPH Ampal tersebut bertujuan meningkatkan produksi daging di Boyolali, yang sebelum hanya mampu menerima 100 ekor sapi per hari. Setelah selesai dimodernisasi, katanya, RPH Ampel akan mampu menerima pemotongan sapi mencapai sekitar 200 ekor per hari atau meningkat 50 persen dibandingkan dengan waktu sebelumnya.
Pihaknya dalam waktu dekat mengoperasikan peralatan untuk uji coba produksi, sedangkan saat ini masih melakukan tahap pengaturan instalasi RPH modern itu. Ia menjelaskan pembangunan RPH Ampel menjadi modern, antara lain berupa tempat menggantung sapi setelah dipotong (railing system), ruang pemotongan, dan pendingin daging.
Pihaknya juga merencanakan pengajuan anggaran ke pemerintah pusat sekitar Rp 400 juta guna membangun kandang penampungan sementara, sebagai tempat antrean hewan yang akan dipotong.
“Modernisasi RPH Ampel ini, selain meningkatkan kualitas daging hasil pemotongan, juga tempatnya lebih steril dan higienis,” katanya.